Penilaian Kampung Pancasila RW 02 Pekojan Berlangsung Meriah, Perkuat Nilai Persatuan dan Ketahanan Pangan
TNI-POLRIJakarta Barat — Kegiatan penilaian Kampung Pancasila di wilayah RW 02 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kembali nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat, mulai dari gotong royong, ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, hingga pembinaan generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Penilai Kampung Pancasila, yakni:
- Waaster Letkol Inf Rully selaku Wakil Ketua Tim Penilai,
- Pabandya Komsos Letkol Arm Chandra sebagai Penilai 1,
- Pabandya Wanwil Letkol Inf Roy sebagai Penilai 2,
- Pabanda Wanwil Mayor Inf Zainal selaku Koordinator Lapangan,
- Pabanda Puanter Mayor Inf Abduh sebagai Penilai 3,
- serta Pabanda Bakti Kapten Inf Sagala sebagai Penilai 4.
Turut hadir pula jajaran Forkopimcam dan unsur kewilayahan, di antaranya:
- Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki,
- Danramil Tambora Mayor Cke Wahidin,
- AKP Sudargo mewakili Kapolsek Tambora,
- Camat Tambora Pangestu Aji,
- Lurah Pekojan Sulistyowati,
- serta Ketua RW 02 Pekojan Acep Budi Wijaya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan Kampung Pancasila di wilayah RW 02 Pekojan. Unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, hingga warga setempat turut menyambut kegiatan dengan penuh antusias.
Komitmen Menjaga Nilai-Nilai Pancasila
Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki menegaskan komitmennya dalam mendukung keberadaan Kampung Pancasila sebagai sarana memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung Kampung Pancasila sebagai ruang penguatan nilai persatuan, gotong royong, ketahanan pangan, dan cinta tanah air. Semoga program ini terus berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi warga,” ujar Letkol Inf Saputra Hakki.
Sementara itu, Camat Tambora Pangestu Aji mengapresiasi sinergitas antara Kodim, Danramil, pemerintah wilayah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga dalam menciptakan lingkungan yang hijau, produktif, dan bermanfaat.
Menurutnya, keterbatasan lahan di wilayah Pekojan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan dan pemberdayaan lingkungan.
“Kami dari Kecamatan Tambora sangat mengapresiasi sinergitas Kodim, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga. Dengan keterbatasan lahan yang ada di Pekojan, masyarakat tetap mampu menciptakan situasi yang hijau dan produktif, terutama dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Pangestu Aji.
Pancasila Harus Hidup di Tengah Masyarakat
Waaster Letkol Inf Rully selaku Wakil Ketua Tim Penilai menjelaskan bahwa Program Kampung Pancasila lahir dari keprihatinan terhadap mulai memudarnya nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.
Program tersebut diinisiasi sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila agar tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan kembali, bukan hanya sebagai slogan, tetapi diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Semua ini dapat terwujud berkat bantuan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh unsur yang mendukung, sehingga Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkap Letkol Inf Rully.
Adapun indikator penilaian Kampung Pancasila meliputi:
- ketahanan pangan,
- urban farming,
- perikanan,
- peternakan,
- UMKM,
- pembinaan karang taruna,
- olahraga,
- dialog intelektual,
- pembinaan warga negara,
- serta penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi dan informasi publik.
Dimeriahkan Pentas Seni dan Budaya
Selain menampilkan program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan penilaian Kampung Pancasila RW 02 Pekojan juga dimeriahkan dengan penampilan barongsai, pencak silat, dan tarian daerah oleh anak-anak TK PAUD Bintang Ceria.
Penampilan tersebut menjadi sarana pengenalan nilai budaya, keberagaman, cinta tanah air, dan pelestarian seni tradisional kepada anak-anak sejak usia dini.
Lurah Pekojan Sulistyowati turut menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan Kampung Pancasila di wilayah RW 02. Menurutnya, program tersebut mampu meningkatkan peran pemuda, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga semangat kebersamaan warga.
Sementara itu, Ketua RW 02 Pekojan Acep Budi Wijaya menilai tantangan terbesar saat ini adalah menjaga semangat persatuan dan gotong royong di tengah perkembangan zaman dan teknologi.
“Tantangannya adalah bagaimana kita merangkul warga agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup meskipun zaman terus berkembang. Jangan sampai perkembangan zaman mengikis semangat kebersamaan. Karena itu, semua harus bersatu, saling mendukung, dan menjaga lingkungan agar tetap rukun,” ujar Acep Budi Wijaya.
Melalui kegiatan ini, RW 02 Pekojan menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan lingkungan yang produktif, hijau, dan bermanfaat.
Dengan semangat gotong royong, warga mampu mengembangkan program ketahanan pangan, UMKM, pembinaan pemuda, hingga kegiatan sosial yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Kampung Pancasila RW 02 Pekojan diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata melalui tindakan, kepedulian, persatuan, dan semangat membangun lingkungan yang rukun serta berdaya.
Rill/Lala/Pray







