Koramil 02/Tambora Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Krendang, Perkuat Sinergi dan Kondusivitas Wilayah

Koramil 02/Tambora Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Krendang, Perkuat Sinergi dan Kondusivitas Wilayah


Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat kembali menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kondusivitas lingkungan.

Kegiatan berlangsung pada Senin (20/7/2026) dini hari di Aula Kelurahan Krendang, Jalan Krendang Selatan RT 05/RW 07, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dengan diikuti sekitar 35 peserta dari berbagai unsur.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pelda Mi'an mewakili Koramil 02/Tambora, Bhabinkamtibmas Kelurahan Krendang Aiptu Warno, perwakilan Satpol PP Dodi, Mitra Jaya/Wanra Jardi, Dukcapil Kelurahan Krendang Yandi, PPSU Angit, FKDM Dian, serta warga Kelurahan Krendang.

Sebelum pertandingan final antara Spanyol melawan Argentina dimulai, peserta nobar terlebih dahulu menyaksikan tayangan mengenai berbagai program TNI Angkatan Darat, termasuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur nasional, seperti pembangunan Jembatan Garuda di Papua, yang menjadi bagian dari kontribusi TNI AD dalam mendukung pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan nobar ini menjadi sarana komunikasi sosial yang efektif untuk mempererat hubungan antara TNI dengan seluruh komponen masyarakat. Suasana kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat persatuan serta meningkatkan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

Danramil 02/Tambora menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"Melalui kegiatan nonton bareng, kami ingin membangun kebersamaan, mempererat komunikasi, serta memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Dengan hubungan yang harmonis, stabilitas keamanan wilayah akan semakin terjaga," ujarnya.

Pertandingan berlangsung penuh antusiasme hingga berakhir dengan kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 05.00 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif.

Koramil 02/Tambora berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan sosial, serta mewujudkan wilayah Tambora yang aman, nyaman, dan kondusif.

(Pendim 0503/JB) 

Nobar Final Piala Dunia 2026, Koramil 02/Tambora Pererat Kebersamaan dan Jaga Kondusivitas Wilayah

Nobar Final Piala Dunia 2026, Koramil 02/Tambora Pererat Kebersamaan dan Jaga Kondusivitas Wilayah

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah kelurahan, dan masyarakat di wilayah binaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) dini hari di Kantor Kelurahan Pekojan, Jalan Pekojan III RT 005/RW 09, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari personel Koramil 02/Tambora, aparatur Kelurahan Pekojan, pengurus RW, LMK, serta warga setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pelda Paton mewakili Koramil 02/Tambora, Lurah Pekojan Susilowati, Ketua RW 06 Diana, LMK RW 03 Heri, dan tokoh masyarakat lainnya.

Sebelum pertandingan final Piala Dunia dimulai, peserta nobar terlebih dahulu menyaksikan tayangan mengenai berbagai program unggulan TNI Angkatan Darat, khususnya peran strategis TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pendampingan petani, panen raya, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Momentum nobar dimanfaatkan Koramil 02/Tambora sebagai media komunikasi sosial untuk mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan melalui olahraga yang digemari berbagai kalangan.

Danramil 02/Tambora menyampaikan bahwa kegiatan nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi wadah membangun komunikasi, kebersamaan, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

"Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus menjalin kedekatan dengan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun menjadi modal penting dalam menjaga wilayah Tambora agar tetap aman, damai, dan kondusif," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat penuh keakraban dan antusiasme. Seluruh peserta menikmati jalannya pertandingan dengan tertib hingga acara berakhir sekitar pukul 04.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Koramil 02/Tambora berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mampu mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

(Pendim 0503/JB) 

Babinsa Koramil 02/Tambora Perkuat Sinergi dengan Aparatur Kelurahan Pekojan, Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem dan Hoaks

Babinsa Koramil 02/Tambora Perkuat Sinergi dengan Aparatur Kelurahan Pekojan, Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem dan Hoaks

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat terus memperkuat komunikasi sosial (Komsos) sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai perkembangan situasi di wilayah.

Kegiatan Komsos dilaksanakan oleh Serka Edi S. Saragih dan Serda Ahmad Yani bersama Sekretaris Kelurahan Pekojan, Khairul, beserta jajaran staf Kelurahan Pekojan di Jalan Pekojan III RT 005/RW 09, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (20/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa menyampaikan imbauan terkait kondisi cuaca yang saat ini tidak menentu dan cenderung ekstrem. Masyarakat diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir serta berbagai penyakit yang mudah menyerang, khususnya bagi warga dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Babinsa juga mengajak seluruh warga untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi air putih atau air mineral, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap prima saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain memberikan edukasi mengenai kesehatan, Babinsa turut mengingatkan pentingnya bijak dalam menerima informasi. Warga diimbau agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan berita hoaks yang belum jelas kebenarannya. Apabila menemukan informasi yang meresahkan atau hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan Babinsa maupun Bhabinkamtibmas.

Sekretaris Kelurahan Pekojan, Khairul, mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara rutin menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan aparatur kelurahan maupun masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Sementara itu, Danramil 02/Tambora menegaskan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu tugas utama Babinsa untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai informasi penting yang bermanfaat bagi warga.

"Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di wilayah dapat dideteksi sejak dini. Koramil 02/Tambora akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, memperkuat sinergi, serta menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan," ujarnya.

Melalui kegiatan Komsos yang berlangsung aman dan penuh keakraban tersebut, Koramil 02/Tambora berharap hubungan harmonis antara TNI, pemerintah kelurahan, dan masyarakat terus terjalin, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah, Warga Pekojan Diajak Wujudkan Lingkungan Bersih

Koramil 02/Tambora Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah, Warga Pekojan Diajak Wujudkan Lingkungan Bersih

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penanganan darurat sampah melalui kegiatan Satgas Sampah yang dilaksanakan di Jalan Gedung Panjang RT 005/RW 10, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Danrem 052/Wijayakrama dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari penumpukan sampah.

Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil 02/Tambora bersama unsur Tiga Pilar, Dinas Lingkungan Hidup, komponen pendukung, dan warga masyarakat memberikan edukasi kepada warga agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta membiasakan memilah sampah organik dan anorganik. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomis melalui proses daur ulang.

Selain penyuluhan kepada masyarakat, petugas juga melakukan penanganan sampah dengan menggunakan berbagai peralatan, di antaranya truk sampah, sekop, pengki, dan sapu, sehingga lingkungan sekitar tetap bersih dan tertata.

Danramil 02/Tambora menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

"Melalui kegiatan Satgas Sampah ini kami ingin menumbuhkan kesadaran warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dengan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sejak dari rumah, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, serta mengurangi risiko banjir dan pencemaran," ujarnya.

Koramil 02/Tambora akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat dalam mendukung program kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta Barat yang bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh warga.

(Pendim 0503/JB) 

Bangunan Diduga Tidak Sesuai Izin PBG Menjamur di Pulogadung, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Bangunan Diduga Tidak Sesuai Izin PBG Menjamur di Pulogadung, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Jakarta – Dugaan pelanggaran terhadap Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kembali mencuat di wilayah Pulomas Raya, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Sejumlah bangunan yang diduga tidak sesuai dengan izin yang dimiliki disebut masih terus berdiri dan dalam proses pembangunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat bangunan yang mengantongi PBG untuk rumah tinggal tiga lantai, namun dalam pelaksanaannya diduga dibangun dengan fungsi berbeda, seperti perkantoran, ruko, maupun wisma. Praktik serupa disebut kerap ditemukan pada sejumlah proyek pembangunan di wilayah Jakarta Timur, khususnya Kecamatan Pulogadung.

Selain dugaan perubahan fungsi bangunan, proyek tersebut juga diduga tidak sesuai dengan ketentuan Informasi Rencana Kota (IRK). Beberapa pelanggaran yang disoroti antara lain Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Luas Bangunan (KLB) yang diduga melebihi ketentuan. Luas bangunan disebut terbangun hampir 100 persen, sementara ketentuan IRK mengatur kapasitas sekitar 60 persen, sehingga ruang terbuka di bagian belakang bangunan diduga tidak tersedia sebagaimana mestinya.

Tak hanya itu, di lokasi proyek juga disebut terdapat fasilitas seperti lift dan kolam renang yang diduga belum dilengkapi dengan rekomendasi atau perizinan teknis yang diperlukan. Bangunan yang menjadi sorotan tersebut berlokasi di Jalan Pulomas Raya 8, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 14.23 WIB, tim gabungan dari TNC Group, GMOCT Media DKI, dan Pena Exposs DKI mendatangi lokasi proyek. Di lokasi, mereka bertemu dengan salah seorang pelaksana proyek bernama Margono.

Menurut keterangan yang disampaikan Margono, proyek tersebut telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 dari pihak Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) Kecamatan Pulogadung. Ia juga menyebut bahwa informasi tersebut telah disampaikan kepada pimpinan vendor atau kontraktor proyek, Kurniawan, yang kemudian mendatangi Kantor Kecamatan Pulogadung untuk berkoordinasi dengan Kasi DCKTRP Kecamatan Pulogadung Wahyu Permono serta petugas Sudin DCKTRP Jakarta Timur bidang Bangunan Gedung, Grace Matiur Gultom.

Pembahasan tersebut berkaitan dengan Surat Peringatan yang ditandatangani Kepala Sudin DCKTRP Jakarta Timur, Wiwit Djalu Adjie.

Namun demikian, hingga saat ini proyek tersebut disebut masih terus berjalan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak mengenai tindak lanjut pengawasan dan penegakan aturan setelah diterbitkannya SP 1.

Sejumlah pihak berharap instansi terkait dapat melakukan pengawasan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mereka juga meminta agar apabila memang ditemukan pelanggaran terhadap dokumen perizinan maupun rencana teknis bangunan, maka penanganannya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam pemberitaan ini, dugaan mengenai adanya gratifikasi maupun pelanggaran hukum lainnya merupakan klaim dari narasumber dan belum terbukti secara hukum. Oleh karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk DCKTRP Provinsi DKI Jakarta, Sudin DCKTRP Jakarta Timur, serta pihak pengembang atau kontraktor proyek.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan evaluasi terhadap pengawasan pembangunan gedung agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan, sehingga tata ruang kota tetap terjaga dan penerimaan daerah dari sektor perizinan dapat dioptimalkan.

Red/Emy

Resmi Berdiri, LBH Jangkar Hadir Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Resmi Berdiri, LBH Jangkar Hadir Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Jakarta Barat, penaxpose.com – Upaya memperluas akses masyarakat terhadap keadilan terus diperkuat dengan diresmikannya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jangkar pada Minggu (19/7/2026). Bertempat di Kantor LBH Jangkar, Jalan Pengukiran IV RT 02/RW 02, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, lembaga ini resmi hadir sebagai wadah pendampingan hukum yang mengedepankan profesionalisme, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Mengusung tema "Mengabdi untuk Keadilan", peresmian LBH Jangkar dihadiri berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi profesi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap lahirnya lembaga yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan hukum yang mudah diakses.

Turut hadir dalam acara tersebut Abdul Azis Muslim, perwakilan Kementerian Hukum Suwandi, Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat Holi Susanto, Camat Tambora, Kapolsek Tambora, Danramil Tambora, Ketua DPP LBH Jangkar Andri Maulana, SH., MH., Sekretaris Jenderal DPP LBH Jangkar Lala Komalawati, SH., Dewan Pembina Persadin DPW DKI Jakarta Awi, Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kun Wardhana, Lurah Pekojan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Ormas FBR, serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat, Holi Susanto, menilai kehadiran LBH Jangkar menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.

"Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat, khususnya di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat hingga Indonesia. Manfaatkan keberadaan LBH Jangkar ketika menghadapi persoalan hukum. Semoga lembaga ini terus konsisten mengabdi dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat," ujarnya.

Selain menyoroti pentingnya bantuan hukum, kegiatan ini juga menghadirkan pandangan mengenai perkembangan teknologi. Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Kun Wardhana, mengingatkan masyarakat agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijaksana.

Menurutnya, teknologi AI dapat memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, namun di sisi lain juga berpotensi disalahgunakan untuk berbagai bentuk kejahatan digital apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.

Kun Wardhana juga mengulas makna filosofis nama "Jangkar" sebagai lambang keteguhan dan harapan.

"Jangkar menjaga kapal tetap teguh saat menghadapi ombak. Begitu pula LBH Jangkar, semoga menjadi tempat bersandar bagi masyarakat yang sedang menghadapi persoalan hukum serta mampu menghadirkan rasa keadilan," tuturnya.

Prosesi peluncuran ditandai dengan peresmian oleh perwakilan Kementerian Hukum yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas berdirinya LBH Jangkar. Momen tersebut disusul penyerahan potongan tumpeng kepada para tamu kehormatan sebagai simbol sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi profesi, dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan hukum.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara hingga penutupan yang ditandai dengan foto bersama dan ramah tamah.

Melalui kehadirannya, LBH Jangkar diharapkan tidak hanya menjadi tempat memberikan pendampingan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam edukasi hukum, advokasi, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat "Mengabdi untuk Keadilan", LBH Jangkar berkomitmen menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, profesional, dan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi. (Yansen) 

Festival Tari Kreasi Betawi 2026 Meriah, Bamus Suku Betawi 1982 Siapkan Penari Muda Menuju Panggung Dunia

Festival Tari Kreasi Betawi 2026 Meriah, Bamus Suku Betawi 1982 Siapkan Penari Muda Menuju Panggung Dunia

Jakarta Barat, penaxpose.com – Aula Universitas Mercu Buana dipenuhi semangat pelestarian budaya saat Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 menggelar Festival Budaya Betawi: Lomba Tari Kreasi Betawi 2026, Sabtu (18/7/2026). Ajang yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni tari Betawi.

Festival tersebut merupakan bagian dari program hibah Bamus Suku Betawi 1982 yang dilaksanakan oleh DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan Jakarta menuju kota bertaraf global.

Ketua DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Barat, H. Abdullah, S.Sos atau yang akrab disapa H. Baap, mengatakan festival ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi para pelaku seni sejak usia dini.

"Melalui kegiatan ini kami ingin melahirkan generasi muda yang bangga terhadap budaya Betawi serta mampu menjaga dan mengembangkan seni tari sebagai warisan leluhur," ujarnya.

Untuk menjamin objektivitas penilaian, Bamus Suku Betawi 1982 kembali mempercayakan proses penjurian kepada Ketua Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI), Atin Kisam, bersama tim juri yang berpengalaman di bidang seni tari.

Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, H. Zainuddin atau Haji Oding, menegaskan bahwa organisasinya memiliki visi besar menjadikan sanggar-sanggar Betawi semakin dikenal dan mendapat ruang tampil dalam berbagai agenda resmi pemerintah maupun kegiatan berskala nasional.

"Kami berharap sanggar-sanggar binaan Bamus Suku Betawi 1982 dapat terus berkembang dan memperoleh kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sehingga seni budaya Betawi semakin dikenal masyarakat luas," katanya.

Kemeriahan festival sudah terasa sejak awal acara ketika seluruh peserta, dewan juri, dan tamu undangan bersama-sama mengikuti flashmob Tari Lenggang Nyai. Momen tersebut menciptakan suasana penuh semangat sekaligus memperlihatkan kekompakan seluruh peserta dalam merayakan budaya Betawi.

Sebanyak 15 peserta dari berbagai sanggar seni dan SMP di Jakarta Barat menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui beragam tarian khas Betawi, seperti Tari Nandak Ganjen, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Zapin Melayu Betawi. Kreativitas, penguasaan teknik, hingga ekspresi para penari mendapat apresiasi dari dewan juri.

Setelah melalui proses penilaian, Sanggar Novi berhasil meraih Juara I dengan penampilan Tari Nandak Ganjen. Sanggar Aliskya Denali menempati Juara II lewat Tari Lenggang Nyai, sementara SMP Negeri 248 Jakarta meraih Juara III melalui Tari Zapin Melayu Betawi.

Festival ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982 Haji Oding beserta Sekjen Bang Ihsan, perwakilan Wali Kota Jakarta Barat melalui Camat Kembangan, unsur Polres Metro Jakarta Barat, Kodim 0503/Jakarta Barat, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, KPU Jakarta Barat, FKDM Kota Administrasi Jakarta Barat, serta berbagai tokoh masyarakat.

Melalui Festival Tari Kreasi Betawi 2026, Bamus Suku Betawi 1982 kembali menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga tradisi, tetapi juga harus diwujudkan melalui pembinaan generasi muda. Dengan langkah tersebut, seni tari Betawi diharapkan semakin eksis dan mampu menjadi bagian penting dalam memperkenalkan identitas budaya Jakarta di tingkat nasional hingga internasional. (Yansen)