Program Digital Village Dukung Kemandirian Remaja, Orang Tua dan Komunitas

Program Digital Village Dukung Kemandirian Remaja, Orang Tua dan Komunitas

Bogor, penaxpose.com  |  Program Digital Village adalah program vokasi dibidang teknologi yang dikemas kedalam Pelatihan Komputer Dasar, Design Grafis dan Digital Marketing. 

Pesertanya sendiri dari kalangan remaja, orang tua dan stakeholder, seperti kader PKK, Posyandu dan lainnya.

Hal itu disampaikan salah satu fasilitator yang juga Ketua Umum Forum Muda Milenial Bogor Raya Muhamad Janwar mengatakan, "Program Digital Village sudah berjalan dari tahun 2017 sampai saat ini, bahkan sudah banyak melahirkan Best Practice sehingga kemandirian dari segi pendidikan, ekonomi benar-benar terwujud. Digital village secara tidak langsung berkontribusi dalam program SDGs terutama point' 3, 8 dan 9 dari 17 program SDGs," imbuh Tokoh Muda Sosial tersebut. 

Hamdani adalah salahsatu remaja Alumni Digital Village tahun 2018 dengan mengikuti Pelatihan Komputer Dasar dan melanjutkan Pelatihan Digital Marketing, dan sekarang sudah memiliki 3 toko di marketplace bahkan omsetnya sudah mencapai 3 juta tiap bulannya. (Selvi/rill/Cawang)

Tim Gabungan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Inspeksi Mobil Pariwisata di Area Parkir Lokasi Binaan UMKM Kota Intan

Tim Gabungan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Inspeksi Mobil Pariwisata di Area Parkir Lokasi Binaan UMKM Kota Intan

Jakarta, penaxpose.com  – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, bekerja sama dengan tiga pilar TNI-Polri dan Tim Penguji Kelayakan Kendaraan Bis Pariwisata, melaksanakan inspeksi terhadap bus pariwisata di area parkir Lokasi Binaan (Lokbin) UMKM Kota Intan, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada hari Jumat, 14 Juni 2024.

Inspeksi ini dipimpin oleh Afandi dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, bersama tim yang terdiri dari 25 personel, termasuk tiga pilar TNI-Polri dan Tim Penguji Bus Pariwisata. Tujuan utama dari inspeksi ini adalah untuk memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, kondisi rem, serta kondisi umum kendaraan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Dalam wawancaranya, Afandi menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan operasional bus pariwisata, termasuk pengecekan surat-surat kendaraan dan surat izin pengemudi. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan rutin dilaksanakan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain itu, Afandi mengapresiasi partisipasi masyarakat yang memberikan informasi mengenai bus pariwisata yang memerlukan pengecekan, baik mengenai lokasi, waktu, maupun hari inspeksi.

“Kami berkomitmen untuk melaksanakan pengecekan ini secara rutin demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. Partisipasi masyarakat sangat kami hargai dalam mendukung kelancaran kegiatan ini,” ujar Afandi menutup wawancara.

Kegiatan pengecekan bus pariwisata ini merupakan salah satu langkah nyata Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang serta mendukung operasional kendaraan pariwisata yang aman dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. (red)

Citra Bhayangkara Sektor Tambora Terjunkan Anggota Bantu Pengamanan PJT 2024

Citra Bhayangkara Sektor Tambora Terjunkan Anggota Bantu Pengamanan PJT 2024

JAKARTA BARAT, penaxpose.com - Dalam rangka Pameran Jakarta Tangguh (PJT) 2024, Citra Bhayangkara Sektor Tambora akan terjunkan anggotanya sebanyak 55 personil.

Hal ini dibenarkan H.E. Hasanuddin, S.Sos., selaku Ketua Citra Bhayangkara Tambora saat dikonfirmasi Media dikediamannya, Jum'at (14/6/2024) pukul 23.00 WIB.

"Saya telah instruksikan kepada seluruh subsektor - subsektor yang berada di Wilayah Tambora agar mengirimkan anggotanya sebanyak 5 personil," terangnya.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak pengamanan dalam hal ini Kepolisian, kami juga akan membantu pengaturan lalu lintas (lalin) disana," ungkapnya.

"Mengingat pentingnya acara yang akan di helat serta hadirnya Pj. Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono dan Instansi Pemerintahan dari tingkat Kelurahan, Kecamatan maupun Walikota serta Masyarakat umum pastinya akan ramai dikunjungi yang bertempat di Trade Mall Season City Jalan Prof. Dr. Latumenten Jakarta Barat," tutupnya.

Reporter: Supriyadi (Pray)

Bersama Warga dan Tiga Pilar Keagungan, Babinsa Serka Kusnodin Komsos

Bersama Warga dan Tiga Pilar Keagungan, Babinsa Serka Kusnodin Komsos

Jakarta Barat, penaxpose.com  | Kodam Jaya - Anggota Koramil 01/Tamansari Kodim 0503/Jakarta Barat, Babinsa Keagungan Serka Kusnodin melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan salah satu Warga Binaannya, Bapak Jojo yang selaku Ketua RW. 07 Kelurahan Keagungan dan juga jajaran Tiga Pilar tingkat Kelurahan keagungan.

Komunikasi dilakukan di sekretariat Rw. 07 Jalan Kampung Jawa Malang Kelurahan Keagungan Kecamatan Tamansari  Jakarta Barat. Jum'at (13/6).

Dalam komsosnya Babinsa menyampaikan agar Ketua Rw dapat memberitahukan kepada warganya agar tidak membakar sampah di lingkungan yang padat penduduknya.

Usai melaksanakan komsosnya, Babinsa, Lurah, Bimaspol, Kasatgas Pol PP dan Satgas Gulkar berkeliling sambil  menghimbau kepada para warga untuk ikut serta menata wilayah agar terlihat rapi dan tidak kumuh.

"Upayakan agar warga masyarakat untuk selalu bersinergi bersama Tiga Pilar dan apabila ada kejadian segera lapor ke petugas untuk segera di tindak lanjuti."urai Serka Kusnodin.

(Pen0503/JB)

Seminar Kebangsaan LBS 2024: Pentingnya Pengamalan Pancasila Bagi Gen Z

Seminar Kebangsaan LBS 2024: Pentingnya Pengamalan Pancasila Bagi Gen Z

JAKARTA, penaxpose.com -- Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial atau dikenal dengan nama Lemondial Business School menggelar Seminar Kebangsaan pada Jumat, 14 Juni 2024.

Seminar nasional ini dilaksanakan untuk mengenang Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni lalu.

Seminar dihadiri sekitar 100 peserta di Aula Lemondial Business School dan 80 peserta online (Zoom). Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, guru, aktivis, dan civitas akademika LBS.

Tiga narasumber dari berbagai latar belakang hadir memberikan materi yang sangat relevan dengan perkembangan atau dinamika kehidupan bangsa Indonesia saat ini, terutama kaum muda.

Musisi top tanah air, Yosi Mokalu atau Yosi Project Pop turut memberikan inspirasi bagi generasi muda. Peraih Panasonic Gobel Awards 2015 ini membawakan motivasi dengan semangat yang berapi-api untuk membakar semangat generasi muda.

Dua narasumber lainnya adalah Kolonel Inf. Adang Suherlan, S.Sos selaku Kepala Sub Direktorat Lingkungan Pendidikan Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan RI dan Ary Lestari, S.E., M.Han. selaku Ketua Umum Pemuda Pemudi Bela Negara (PPBN) Republik Indonesia. Seminar dimoderatori oleh Dr. Diyan Putranto, SE., MM selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik LBS.

Ketua Yayasan Saint Mary International Mohammad Hanafi menyampaikan terima kasih kepada ketiga narasumber yang telah bersedia memenuhi undangan Lemondial Business School membawakan materi yang sangat sesuai dengan visi kampus.

Pengusaha logistik ini menegaskan bahwa dewasa ini banyak industri tidak begitu memberikan atensi pada nama besar kampus atau status akreditasi perguruan tinggi ketika mereka merekrut pekerja. 

Menurut dia, hal yang esensial dalam rekrutmen tenaga kerja telah bergeser dari kualitas perguruan tinggi kepada kualitas diri seorang tenaga kerja.

Kompetensi dan soft skill adalah dua hal pokok yang menjadi acuan atau KPI industri zaman mutakhir dan soft skill tersebut diasah melalui fondasi pembentukan karakter yang mumpuni oleh perguruan tinggi. Salah satunya melalui penguatan literasi nilai-nilai Pancasila.

"Di dunia industri, kami tidak terlalu peduli dengan nama besar sebuah kampus. Kami tidak mempertanyakan akreditasi kampus kamu apa. Orang Amerika mengatakan 'you get paid what you deliver'. Kalau kita bekerja tidak menghasilkan tidak mungkin dibayar," tandas Hanafi.

Ancaman Degradasi dan Pentingnya Pancasila

Dalam pemaparannya dengan tema "Pancasila dalam Pendidikan", Kolonel Adang mengakui bahwa realitas kebangsaan dewasa ini cukup ironis dan bahkan mengarah kepada ancaman atau bahaya.

Menurut dia, telah terjadi degradasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, termasuk di kalangan Generasi Z. Realitas ini akan mengancam ketahanan, keutuhan dan keselamatan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam jangka panjang.

"Sangat ironis, kalau zaman dulu Pancasila itu di luar kepala, sekarang anak-anak lebih tahu yang lain. Mudah-mudahan dengan kesempatan kita mulai menyadari bahwa kita ini bangsa yang besar. Mungkin perlu melihat 10 tanda kehancuran bangsa apabila kita tidak peduli dengan masalah ini," katanya.

Kolonel Anang memaparkan bahwa setidaknya terdapat 10 tanda kehancuran bangsa jika kalangan generasi muda tidak sadar dan segera memperbaiki diri untuk kelangsungan negara:

1. Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja

2. Budaya ketidakjujuran

3. Sikap fanatik terhadap kelompok tertentu

4. Rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru

5. Semakin kaburnya moral baik dan buruk

6. Penggunaan bahasa yang memburuk

7. Meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas

8. Rendahnya rasa tanggung jawab sebagai pribadi dan warga negara

9. Menurunnya etos kerja dan adanya rasa saling curiga

10. Kurangnya kepedulian di antara sesama

Untuk menyikapi ancaman degradasi Pancasila dalam kehidupan generasi masa kini, Kolonel Adang mengajak generasi muda untuk terlibat dalam aksi bela negara. Ini adalah tekad, sikap atau perilaku untuk mempertahankan keutuhan, kedaulatan, ketahanan dan keselamatan bangsa dan negara.

"Ada lima nilai dasar bela negara, yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setiap pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara, dan memiliki kemampuan awal bela negara," urainya.

Hal ini ditegaskan Yosi Project Pop dalam paparannya "Motivasi bagi Generasi Z. Dengan penuh semangat Yosi memotivasi para pelajar dan mahasiswa untuk peduli pada Pancasila dan menganggap ideologi negara ini sebagai entitas yang penting dalam hidup.

"Tadi Pak (Kolonel) Adang sebut ada (10) tanda bahaya. Salah satunya kepedulian kita sudah mulai menurun," tukas personel Project Pop ini.

Yosi, yang juga dikenal sebagai aktor, penyanyi, pembawa acara, penyiar radio dan pelawak ini mengajak generasi muda untuk melakukan dua hal pokok, yaitu berpikir absolut dan peduli pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepedulian yang dimaksudkan Yosi adalah bentuk kepedulian yang berpuncak pada sikap rela berkorban sebagaimana kisah Joni dari NTT yang rela memanjat tiang bendera ketika melihat tali bendera tersangkut.

Sedangkan berpikir absolut maksudnya adalah suatu kesadaran akan eksistensi diri dengan misalnya menerima kenyataan bahwa kita lahir dan hidup di negara seperti Indonesia yang majemuk.

"Kalau teman-teman masih mulai mencari identitas, mulailah dengan berpikir absolut. Kamu adalah kamu, diciptakan untuk Indonesia dan manfaat untuk Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu, Ary Lestari dalam paparannya berjudul "Pengamalan Pancasila pada Pekerjaan" menegaskan bahwa Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pekerjaan.

Ditengah disrupsi teknologi 4.0, mahasiswa atau pelajar adalah generasi terdidik yang akan memasuki dunia kerja yang kompetitif sehingga mereka perlu memiliki sikap, perilaku dan komitmen yang kuat pada nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara.

"Pancasila sebagai ideologi nebara tidak bisa diganggu gugat opleh ideologi apapun," tandasnya.

Ary menggarisbawahi bahwa perkembangan teknologi telah menggeser dan mengubah perilaku manusia. Namun demikian, generasi muda harus memiliki kepribadian yang berbudaya Indonesia sehingga mereka tidak terbawa arus perubahan zaman.

Generasi muda juga perlu banyak belajar, meningkatkan kompetensi diri, memperluas pergaulan atau jejaring sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara di masa depan.

"Kalau saya perhatikan, anak-anak sekarang sebut dengan kaum rebahan, padahal waktu itu tidak bisa diputar kembali. Jadi adik-adik harus tetap semangat, dan kita percaya bahas bangsa Indonesia itu hebat," tukas alumnus Universitas Pertahanan ini.

Ary yang juga adalah Direktur Pengembangan Bisnis Mirage Defence by M Group Asia ini mengurai bentuk-bentuk aktualisasi nilai Pancasila dalam dunia kerja.

Pengamalan Sila I:

1. Melihat kerja sebagai Ibadah sehingga selalu bersyukur atas pekerjaan yang diamanahkan Tuhan.

2. Takut kepada Tuhan dengan berhati-hati dalam bekerja, menjauhi kejahatan, seperti praktek korupsi dan yang merugikan perusahaan tempat bekerja.

3. Tidak mengganggu, menghalangi-halangi atau menghina rekan yang berlainan agama dalam beribadah.

4. Mengutamakan kejujuran di atas segalanya.

5. Percaya bahwa Tuhan memberikan kelebihan dan kekurangan kepada setiap manusia, maka kita harus selalu mengembangkan setiap potensi.

Pengamalan Sila II:

1. Menolong teman yang kesulitan

2. Bersikap adil, tidak membeda-bedakan dalam memilih bawahan, rekan kerja mitra dan pembeli

3. Sikap berbagi baik ilmu maupun hal positif lainnya

4. Bersedia meminta maaf atau memaafkan

5. Hormat kepada pimpinan

Pengamalan Sila III:

1. Membangun kerja sama dalam kerja

2. Berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar

3. Tidak membeda-bedakan tim di kantor

Pengamalan Sila IV:

1. Bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah

2. Berani memberikan usulan, interaktif, jangan pasif

3. Menerima kekalahan dengan ikhlas

4. Berani mengungkapkan kesalahan

5. Berani menegur rekan kerja

6. Melaksanakan aturan dan keputusan dengan ikhlas

Pengamalan Sila V:

1. Pimpinan memberikan tugas yang merata sesuai kemampuan anak buah

2. Pemimpin memberikan pujian kepada karyawan yang berprestasi 

3. Pemimpin merekrut karyawan berdasarkan kompetensi

4. Pemimpin peduli terhadap anggota tim dari terendah sampai tertinggi.

(Dennis/rill/Sufahmi)

Kepedulian Polsek Kembangan di Hari Bhayangkara ke-78: Door to Door Bagikan Sembako

Kepedulian Polsek Kembangan di Hari Bhayangkara ke-78: Door to Door Bagikan Sembako

Jakarta Barat, penaxpose.com  - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-78 yang akan dirayakan setiap 1 Juli, jajaran Polsek Kembangan melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan memberikan bantuan sebanyak 100 paket sembako kepada warga slum area di Kp. Sawah Balong, Rt 02/04, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Jumat, 14/6/2024. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kembangan, Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Billy Gustiano Barman

Kegiatan bakti sosial ini adalah bagian dari upaya Polsek Kembangan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membantu warga yang membutuhkan. 

Kapolsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat Kompol Billy Gustiano Barman menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.

Billy bersama anggota Polsek Kembangan berkeliling dari rumah ke rumah (door to door) di kawasan Kp. Sawah Balong untuk menyerahkan paket sembako secara langsung kepada warga. 

Dengan penuh kehangatan dan senyuman, Kompol Billy Gustiano Barman berbincang dengan warga, mendengarkan keluh kesah mereka, serta memberikan dukungan moral.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran Pak Polisi yang langsung datang ke rumah kami memberikan bantuan sangat berarti. Terima kasih kepada Polsek Kembangan," ujar Ibu Ailul, salah satu penerima bantuan, dengan mata berbinar.

Paket sembako yang dibagikan berisi berbagai kebutuhan pokok, seperti Beras, Gula pasir, Minyak Goreng, Tepung dan Kecap. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari

"Kami ingin menunjukkan bahwa polisi hadir untuk masyarakat dalam segala aspek kehidupan. Bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Kp. Sawah Balong," ujar Kompol Billy Gustiano Barman saat dikonfirmasi, Jumat, 14/6/2024. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, membangun kepercayaan, dan memperkuat sinergi antara polisi dan warga. 

Kehadiran langsung Kapolsek dan anggotanya di tengah-tengah masyarakat menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya memberikan manfaat materi, tetapi juga membawa kebahagiaan dan harapan bagi warga Kp. Sawah Balong. 

Melalui sentuhan humanis dan kepedulian, Polsek Kembangan berhasil menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat dan harmonis. 

Hari Bhayangkara ke-78 menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan kembali peran Polri dalam melayani dan mengayomi masyarakat dengan sepenuh hati.

Sebagai penutup, Kompol Billy Gustiano Barman menyampaikan pesan kepada warga untuk selalu menjaga kebersamaan dan gotong royong. 

"Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita bersama-sama. Polri akan selalu siap membantu dan mendampingi masyarakat dalam segala situasi," tutupnya.

(Humas Polres Metro Jakarta Barat)

Sikap Arogan Salah Satu Karyawan Holland Bakery Pasar Minggu, Ajak Berkelahi Pengacara Pitra Romadoni

Sikap Arogan Salah Satu Karyawan Holland Bakery Pasar Minggu, Ajak Berkelahi Pengacara Pitra Romadoni

JAKARTA SELATAN, penaxpose.com - Sikap tidak terpuji diperlihatkan oleh salahsatu karyawan yang bekerja di Gerai Holland Bakery Pasar Minggu saat dia berselisih paham dengan pemilik mobil yang tengah terparkir di area pertokoan yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan Kamis, (13/6/2024).

Sang pemilik mobil yang tidak lain adalah Pitra Romadoni Nasution, SH., MH.,  mengaku atas terjadinya peristiwa tersebut, dirinya merasa tidak nyaman diperlakukan sikap bergaya preman yang ditunjukan oleh salah seorang Karyawan Holland Bakery itu.

Pitra Romadoni yang merupakan salah satu pengacara papan atas di republik ini, yang selama kiprahnya juga telah tercatat sebagai praktisi hukum yang telah banyak memenangkan kasus-kasus besar di ruang persidangan. 

Dia pun mengaku atas peristiwa tidak mengenakan yang dilakukan oleh salah satu karyawan Holland Bakery gerai Pasar Minggu tersebut, yang belakangan diketahui bernama Buma Setiawan itu, akhirnya Pitra pun mendatangi Kantor Pusat Holland Bakery di Jl. Karang Bolong Raya 11 Ancol, Pademangan Jakarta Utara.

Atas sikap arogan bergaya preman yang diperlihatkan salah satu karyawan Holland Bakery gerai Pasar Minggu terhadap Pitra Romadoni, akhirnya menuai reaksi keras dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan juga organisasi profesi yang selama ini menjadi binaan pengacara kondang tersebut.

Salah satu nya reaksi keberatan itu datang dari organisasi MIO INDONESIA, yakni sebuah organisasi pers yang menaungi perusahaan media berbasis online di seluruh Indonesia.

Ketua Umum MIO INDONESIA, AYS Prayogie menyesalkan sikap yang ditunjukan oleh salah seorang karyawan Holland Bakery bernama Buma Setiawan tersebut.

Prayogie juga menyoal terkait kedudukan posisi karyawan yang ditugaskan dibagian penjualan, semestinya harus sosok yang memiliki sikap ramah dan familiar bukan yang bertemperamen layaknya preman pasar seperti itu.

"Kedudukan posisi karyawan di bagian penjualan itu adalah sebagai duta perusahaan. Maju atau mundurnya sebuah perusahaan sangat tergantung dari sikap yang diperlihatkan karyawan tersebut terhadap relasi atau costumer," ungkap Prayogie seraya menegaskan pihak Perusahaan Holland Bakery harus menyikapi serius atas sikap arogan yang dilakukan oleh Buma Setiawan.

Saat dihubungi media ini, AYS Prayogie juga mengaku akan bertemu dengan Pimpinan Holland Bakery gerai Pasar Minggu, Yonna Bella pada hari ini, Jumat (15/6), sekitar Pukul 14.00 WIB.

Prayogie berharap adanya sikap tegas dari perusahaan Holland Bakery yang saat ini telah menjadi perusahaan besar dan juga telah memiliki banyak cabang yang mengelola lebih dari 450 outlet di seluruh wilayah Indonesia tersebut, berpotensi menjadi tercoreng akibat ulah dari salah seorang karyawannya bernama Buma Setiawan tersebut.

(MIO Network/ActualNews.id/penaxpose.com)