Koramil 02/TB Bersama Tiga Pilar dan Warga Gelar Satgas Sampah di Tambora

Koramil 02/TB Bersama Tiga Pilar dan Warga Gelar Satgas Sampah di Tambora

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Sebagai tindak lanjut perintah Danrem 052/Wijayakrama terkait penanganan darurat sampah, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat bersama unsur Tiga Pilar dan masyarakat melaksanakan kegiatan Satgas Sampah di wilayah Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Jalan Tambora IV RT 06 RW 01, Kelurahan Tambora, dengan melibatkan personel Kodim 0503/JB, komponen pendukung, warga masyarakat, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan melakukan aksi bersih lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik.

Babinsa Koramil 02/TB bersama unsur terkait turut menghimbau warga agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan guna menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terjadinya penumpukan sampah.

Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik agar dapat didaur ulang maupun memiliki nilai ekonomis melalui proses penjualan sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Kegiatan Satgas Sampah ini didukung dengan berbagai perlengkapan kebersihan seperti truk sampah, sekop, pengki, dan sapu guna mempercepat proses pembersihan lingkungan.

Koramil 02/TB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang sehat dan bersih.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta bersama-sama menciptakan wilayah yang sehat, nyaman, dan bebas dari penumpukan sampah,” ujar salah satu personel Koramil 02/TB di sela kegiatan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat.

Melalui aksi Satgas Sampah ini, Koramil 02/TB terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kebersihan lingkungan serta memperkuat sinergitas bersama pemerintah daerah dan masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat di wilayah Tambora.

(Pendim 0503/JB) 

Babinsa Koramil 02/TB Perkuat Sinergitas Tiga Pilar Melalui Komsos di Kelurahan Tambora

Babinsa Koramil 02/TB Perkuat Sinergitas Tiga Pilar Melalui Komsos di Kelurahan Tambora

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka mempererat sinergitas dan menjaga kondusifitas wilayah binaan, Babinsa Kelurahan Tambora Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Sertu Candra G melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama unsur Tiga Pilar dan masyarakat di Posko Kelurahan Tambora, Jalan Tambora III RT 06 RW 05, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Aiptu Sri Bawono selaku Bhabinkamtibmas, Bpk. Komarudin, serta warga Kelurahan Tambora yang turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Melalui kegiatan Komsos ini, Babinsa Koramil 02/TB terus membangun komunikasi aktif guna memperkuat kebersamaan dan kekompakan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Candra G mengajak seluruh personel dan warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta aktif memonitor perkembangan situasi di wilayah Kelurahan Tambora.

Selain itu, Babinsa juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum demi menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air, karena dapat menyebabkan penyumbatan dan memicu banjir di musim penghujan,” ujar Sertu Candra G.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar seluruh unsur yang bertugas di wilayah tetap dalam kondisi prima saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama unsur Tiga Pilar dan elemen masyarakat turut berdiskusi mengenai perkembangan situasi wilayah serta memperkuat koordinasi apabila terjadi hal-hal menonjol yang memerlukan penanganan cepat.

Kegiatan Komsos berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh suasana kekeluargaan.

Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Koramil 02/TB menunjukkan komitmennya dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menciptakan wilayah Tambora yang aman, bersih, sehat, dan kondusif.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Bersama Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Gelar Patroli Cipkon di Krendang

Koramil 02/TB Bersama Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Gelar Patroli Cipkon di Krendang

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat bersama unsur Tiga Pilar dan elemen masyarakat menggelar Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) di wilayah Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu malam (23/5/2026).

Kegiatan diawali dengan apel patroli yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Krendang, Jalan Krendang Selatan RT 05 RW 07, dipimpin oleh Babinsa Koramil 02/TB, Serda Ahmad Yani.

Patroli Cipkon dilaksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas, tawuran warga, serta gangguan keamanan lainnya di wilayah Kecamatan Tambora.

Dalam kegiatan tersebut, Koramil 02/TB bersinergi bersama unsur Kelurahan, Satpol PP, FKDM, LMK, serta Mitra Jaya dengan total kekuatan sebanyak 18 personel.

Adapun unsur yang terlibat terdiri dari personel Koramil 02/TB, Kasi Kesra Kelurahan, Kasatpel Kelurahan, Satpol PP, FKDM, LMK, serta Mitra Jaya.

Usai apel, patroli dilaksanakan dengan menyisir sejumlah titik wilayah di antaranya Jalan Krendang Selatan, Jalan Krendang Raya, Jalan Krendang Timur, Jalan Krendang Utara, Jalan Krendang Tengah, hingga Jalan Krendang Barat.

Babinsa Koramil 02/TB Serda Ahmad Yani mengatakan bahwa patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergitas aparat kewilayahan bersama masyarakat dalam menciptakan situasi lingkungan yang aman dan kondusif.

“Kegiatan ini sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan wilayah sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada malam hari,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan wilayah, personel patroli juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Kegiatan patroli berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif hingga selesai.

Melalui kegiatan Cipkon ini, Koramil 02/TB menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi bersama pemerintah wilayah dan elemen masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Tambora, Jakarta Barat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Monitoring Wilayah Pasca Hujan, Situasi Tambora Dipastikan Aman dari Banjir

Koramil 02/TB Monitoring Wilayah Pasca Hujan, Situasi Tambora Dipastikan Aman dari Banjir

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan dan monitoring wilayah guna mengantisipasi potensi genangan air dan banjir akibat curah hujan di wilayah Kecamatan Tambora, Sabtu dini hari (23/5/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan jajaran Babinsa Koramil 02/TB pada pukul 01.25 WIB, seluruh wilayah binaan di Kecamatan Tambora terpantau dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya genangan air maupun banjir.

Adapun wilayah yang dilakukan monitoring meliputi Kelurahan Roa Malaka, Kalianyar, Duri Selatan, Pekojan, Krendang, Duri Utara, Tambora, Tanah Sereal, Angke, Jembatan Besi, hingga Jembatan Lima.

Danramil 02/TB melalui jajaran Babinsa menyampaikan bahwa kegiatan monitoring wilayah dilaksanakan secara rutin sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya saat intensitas hujan meningkat.

Selain memastikan kondisi lingkungan tetap aman dari banjir, petugas juga melakukan pengecekan terhadap potensi gangguan lain seperti pohon tumbang maupun kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat.

“Hasil monitoring menunjukkan situasi wilayah Kecamatan Tambora dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan genangan air, banjir, maupun kejadian menonjol lainnya,” ujar salah satu personel Koramil 02/TB.

Koramil 02/TB juga terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem serta menjaga kebersihan saluran air guna mencegah terjadinya genangan dan banjir di lingkungan masing-masing.

Dengan kesiapsiagaan aparat kewilayahan yang terus siaga di lapangan, diharapkan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga, terutama saat menghadapi musim penghujan dan cuaca tidak menentu.

(Pendim 0503/JB) 

Patroli Humanis Koramil 02/TB Wujudkan Rasa Aman bagi Warga Tambora

Patroli Humanis Koramil 02/TB Wujudkan Rasa Aman bagi Warga Tambora

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat menggelar patroli malam guna mengantisipasi aksi tawuran remaja dan balapan liar di wilayah Kecamatan Tambora, Jumat malam (22/5/2026).

Patroli dipimpin langsung oleh Babinsa Kelurahan Roa Malaka, Pelda Doddy, bersama personel gabungan yang terdiri dari unsur Wanra dan mitra keamanan wilayah.

Kegiatan patroli dimulai pukul 22.00 WIB dari Makoramil 02/Tambora dengan menyusuri sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, di antaranya Jalan Kopi, Jalan Pejagalan Raya, Jalan Perniagaan Raya, Pasar Pagi Roa Malaka, kawasan Bank BCA Pasar Pagi, Kantor Kelurahan Roa Malaka, hingga Jalan Kali Besar Barat.

Dalam patroli tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi wilayah, pemeriksaan titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul remaja pada malam hari, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan petugas keamanan lingkungan.

Danramil 02/TB melalui Pelda Doddy menegaskan bahwa kegiatan patroli rutin ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari yang rawan terjadinya aksi tawuran maupun balapan liar.

“Kami terus melakukan patroli secara rutin sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan wilayah. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Pelda Doddy.

Selain patroli mobile, personel juga melakukan pemantauan di sejumlah check point strategis guna memastikan situasi wilayah tetap kondusif serta mengantisipasi adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dari hasil patroli yang berlangsung hingga pukul 00.00 WIB tersebut, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif serta tidak ditemukan adanya hal-hal menonjol.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora berharap sinergitas antara aparat kewilayahan, petugas keamanan, dan masyarakat terus terjalin dalam menjaga keamanan lingkungan serta mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta Barat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Dorong Kewaspadaan Masyarakat Melalui Kegiatan Pam Swakarsa

Koramil 02/TB Dorong Kewaspadaan Masyarakat Melalui Kegiatan Pam Swakarsa

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan wilayah binaan, Babinsa Kelurahan Roa Malaka Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Pelda Doddy melaksanakan kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa bersama petugas keamanan setempat di Jl. Tiang Bendera 5 RT 04 RW 03, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jumat malam (22/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB hingga selesai tersebut dilakukan bersama Bpk. Rizki selaku Security Bank BCA, serta Bpk. Sugimin dan Bpk. Zaenal selaku Security Ruko Batavia.

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Doddy memberikan arahan dan himbauan kepada para petugas jaga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat bertugas, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari.

Babinsa juga menekankan pentingnya memperketat penjagaan di lingkungan warga dan sekitar kantor kelurahan dengan melaksanakan patroli secara berkala menggunakan sistem body system guna saling melindungi antarpetugas.

Selain itu, para petugas keamanan diimbau untuk selalu menyiapkan perlengkapan siskamling seperti tongkat, alat komunikasi HT, telepon genggam, serta perlengkapan pendukung lainnya guna menunjang tugas pengamanan lingkungan.

Pelda Doddy juga meminta agar setiap kejadian mencurigakan maupun potensi gangguan kamtibmas segera dilaporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun pengurus RT dan RW agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

“Yang paling utama adalah menjaga faktor keamanan diri sendiri, rekan jaga, dan kesehatan selama bertugas agar pelayanan keamanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ujar Pelda Doddy dalam arahannya.

Kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan sebagai bentuk sinergitas TNI bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif di wilayah Kecamatan Tambora.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/TB terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya keamanan lingkungan serta mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

(Pendim 0503/JB) 

Dari Kamojang ke Maluku, Panas Bumi Disebut Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah

Dari Kamojang ke Maluku, Panas Bumi Disebut Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah

Jakarta — Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Sarulla Operation Limited, Riza Pasikki, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi mencapai 24.000 megawatt (MW). Namun, hingga saat ini baru sekitar 2.740 MW atau sekitar 12 persen yang berhasil dimanfaatkan menjadi energi listrik.

Hal tersebut disampaikan Riza saat diwawancarai Pemimpin Redaksi INAnews TV, Helmi Romdhoni, dalam program Prime Time, Rabu (20/5/2026).

“Masih ada sekitar 88 persen yang belum dimanfaatkan. Potensinya masih sangat besar,” ujar Riza.

Menurutnya, panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang benar-benar terbarukan karena proses pengelolaannya bersifat siklikal. Fluida yang diproduksi dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik akan diinjeksikan kembali ke reservoir, dipanaskan ulang oleh magma, lalu kembali dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan pembangkit panas bumi sangat rendah, hanya sekitar 0,1 persen dibandingkan pembangkit listrik tenaga batu bara dengan kapasitas yang sama.

Riza menjelaskan, pengembangan panas bumi di Indonesia dimulai sejak beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Garut, pada 1983. Hingga kini, lapangan panas bumi tersebut telah beroperasi lebih dari empat dekade. Potensi panas bumi terbesar Indonesia sendiri berada di sepanjang jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera.

Target Ambisius 5.200 MW

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas panas bumi sebesar 5.200 MW dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Target tersebut hampir dua kali lipat dari total kapasitas panas bumi yang telah dibangun sejak Indonesia merdeka.

Target ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement untuk mencapai net zero emission pada 2060.

“Antara 2025 sampai 2034 ditargetkan penambahan 5.200 MW. Secara target, pemerintah memiliki ambisi yang besar,” kata Riza.

Terkendala Tarif dan Minim Insentif

Meski memiliki potensi besar, pengembangan panas bumi masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi komersialisasi dan keekonomian proyek.

Riza menilai industri panas bumi merupakan sektor yang padat modal, padat teknologi, dan memiliki risiko eksplorasi tinggi. Di sisi lain, harga jual listrik panas bumi kepada PLN masih diatur pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.

“IRR proyek panas bumi saat ini sangat tidak atraktif, bahkan di bawah 5 persen. Karena itu, industri membutuhkan insentif dari pemerintah,” tegasnya.

Asosiasi Panas Bumi Indonesia mendorong pemerintah untuk memberikan berbagai insentif fiskal, revisi tarif listrik panas bumi, serta kepastian regulasi yang konsisten guna mempercepat investasi di sektor ini.

Riza menyebut, pemerintah saat ini tengah mengkaji revisi terhadap Perpres Nomor 112 Tahun 2022 sebagai upaya memperbaiki iklim investasi energi baru terbarukan, termasuk panas bumi.

Luruskan Mitos di Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Riza juga meluruskan sejumlah kekhawatiran masyarakat terkait pengembangan panas bumi.

Ia menegaskan bahwa aktivitas panas bumi tidak mengganggu cadangan air tanah karena reservoir panas bumi berada pada kedalaman sekitar 2.000 hingga 3.000 meter, jauh di bawah kedalaman sumur air masyarakat yang rata-rata hanya sekitar 100 meter.

Terkait penggunaan lahan, ia menjelaskan bahwa wilayah kerja panas bumi yang terlihat sangat luas di atas peta sebenarnya lebih banyak merujuk pada area bawah tanah. Sementara lahan permukaan yang dibuka untuk fasilitas produksi relatif kecil, umumnya tidak lebih dari 300 hektare.

“Berbeda dengan tambang terbuka batu bara yang membuka lahan dalam skala besar,” jelasnya.

Namun demikian, Riza mengakui industri panas bumi pernah mengalami insiden serius, salah satunya kasus paparan gas H2S di Sorik Marapi pada 2021 yang menyebabkan lima warga meninggal dunia.

“Itu menjadi kelemahan yang harus kami akui dan perbaiki. Sejak kejadian tersebut, tidak ada lagi fatality akibat paparan H2S,” katanya.

Pemantik Ekonomi Daerah

Riza menilai pengembangan panas bumi juga dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di kawasan Indonesia Timur seperti Maluku yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.

Ia mencontohkan keberhasilan Star Energy menemukan potensi panas bumi sebesar 60 MW di lapangan Hamiding, Maluku.

Menurutnya, peningkatan ketahanan listrik akan mendorong masuknya investasi industri, mulai dari pembangunan cold storage hingga smelter.

“Kalau ketahanan listrik di Maluku meningkat, investor akan lebih tertarik masuk. Geotermal bisa menjadi pemantik kegiatan ekonomi yang pada akhirnya menghasilkan ekspor,” pungkasnya. (**)