Keroncong Tugu 100 Tahun: Dari Rawa-Rawa Batavia ke Panggung Dunia, Sebuah Kebangkitan Budaya yang Tak Pernah Padam

Keroncong Tugu 100 Tahun: Dari Rawa-Rawa Batavia ke Panggung Dunia, Sebuah Kebangkitan Budaya yang Tak Pernah Padam

Jakarta, 2 Desember 2025 — Sebuah perayaan budaya yang sangat langka tengah disiapkan di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Musik yang lahir dari kisah penderitaan para tawanan VOC 500 tahun lalu kini berdiri kembali dengan penuh martabat. Keroncong Tugu—musik modern pertama yang lahir di Nusantara—akan merayakan 100 tahun organisasi resminya, dan antusiasme publik mulai menggema.

Acara puncak akan digelar pada 11 Desember 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), menampilkan drama musikal kolosal dan konser Keroncong Tugu. Pemerintah melalui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan dukungan penuh, menandai pengakuan negara atas nilai sejarah komunitas Portugis Tugu.

Musik yang Dilahirkan dari Pembuangan dan Bertahan 5 Abad

Dalam konferensi pers yang berlangsung hangat, Pimpinan Keroncong Tugu Cafrinho, Guido Quiko, mengungkapkan bahwa perayaan ini adalah “momen paling penting dalam sejarah Tugu.”

Di hadapannya, berdiri ratusan tahun sejarah: ketika keturunan Portugis yang dicabut dari Malaka, dijadikan tawanan VOC, dan dilemparkan ke hutan rawa—tempat yang saat itu penuh buaya, ular, dan bahaya. Dari keterasingan itu, mereka menciptakan alat musik dari kayu-kayu hutan dan melodi untuk menyembuhkan luka-luka jiwa.

“Keroncong Tugu bukan sekadar musik. Ini adalah bukti bahwa kami mampu bertahan sebagai manusia dan sebagai budaya,” kata Guido.

Kini, satu abad setelah terbentuknya organisasi keroncong resmi pada 1925, musik itu tetap hidup—dijaga oleh generasi demi generasi.

Drama Musikal Kelas Dunia Siap Menggelegar

Sutradara Tri Handojo, yang juga hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa perayaan 100 tahun kali ini bukan sekadar konser. Ini adalah teater sejarah.

Lebih dari 150 seniman—aktor film, musisi, penari, hingga artis nasional—dibawa masuk dalam produksi berskala besar ini.

“Kami memadatkan 500 tahun sejarah menjadi satu jam. Tentang kegembiraan bangsa Portugis di Malaka, tentang derita ketika mereka dibuang ke Batavia, dan tentang bagaimana musik keroncong lahir sebagai napas penyelamat,” ujar Tri.

Pertunjukan ini juga menampilkan gambaran kehidupan Kampung Tugu abad ke-17: rawa-rawa liar, konflik budaya, kawin campur dengan Melayu, Cina, Ambon, dan Jawa—yang akhirnya melahirkan identitas baru bernama “Mardijker.”

Keroncong Tugu: Satu-Satunya di Dunia

Di tengah banjir musik modern, Guido menegaskan bahwa Keroncong Tugu tetap mempertahankan warna musik aslinya. Tidak ada aransemen modern, tidak ada lompatan ke genre populer.

“Kami tidak takut ditinggal zaman. Keroncong Tugu punya pendengarnya sendiri, yang setia. Kami tidak mengubah jati diri kami sejak abad ke-17,” tegasnya.

Keaslian inilah yang membuat Keroncong Tugu menjadi rujukan dunia. Bahkan, kelompok ini baru kembali dari tur budaya di Belanda pada akhir November dan mendapat sambutan penuh antusias.

Dukungan Pemerintah: Tanda Pengakuan Budaya

Guido mengungkapkan bahwa perhatian langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah babak baru bagi keroncong Tugu.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memastikan perayaan ini dapat terlaksana hingga acara puncak pada 11 Desember.

“Pemerintah melihat bahwa budaya lokal seperti ini adalah harta nasional,” kata Guido.

Pentas 11 Desember: Undangan untuk Menyaksikan Sejarah

Perayaan 100 Tahun Keroncong Tugu akan berlangsung di TIM dengan dua agenda utama:

  1. Drama Musikal Kelahiran Keroncong Tugu
  2. Konser Keroncong Tugu Cafrinho

Pertunjukan dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Meski undangan terbatas, masyarakat tetap berkesempatan hadir melalui koordinasi panitia.

Bukan Sekadar Musik — Ini Perlawanan Budaya

Dalam penutup konferensi pers, Guido berkata:

“Kami adalah penjaga. Kami menjaga warisan yang dimulai oleh para leluhur kami yang pernah dianggap tidak berharga. Kini, kami berdiri tegak.”

Keroncong Tugu telah melewati penindasan kolonial, isolasi sosial, kemerdekaan, hingga era digital. Dan pada tahun ke-100 ini, musik itu bukan hanya hidup—tetapi bangkit dengan lebih gemilang dari sebelumnya.

11 Desember bukan sekadar konser. Ini adalah peringatan bahwa identitas tidak bisa dibungkam oleh waktu. []

Cinta Rasul Menyala di Sawah Lio: HIKMAL Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H Penuh Haru dan Inspirasi

Cinta Rasul Menyala di Sawah Lio: HIKMAL Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H Penuh Haru dan Inspirasi


Jakarta Barat, penaxpose.com – Jalan Sawah Lio Raya sore itu terasa berbeda. Hembusan angin membawa lantunan shalawat, menyatu dengan senyum jamaah yang larut dalam suasana penuh cinta dan syukur. Di Musholla Al Khosyi’in, remaja dan warga sekitar yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Remaja Al Khosyi’in (HIKMAL) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sabtu (11/10/2025).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan wujud cinta yang hidup — cinta yang diterjemahkan dalam kebersamaan, kepedulian, dan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Syukur, Doa, dan Harapan Generasi Muda

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Saefudin yang menggetarkan hati para jamaah. Suasana semakin hangat ketika Rafli Adrian, Ketua Panitia, naik ke panggung sederhana untuk menyampaikan sambutannya.

“Terima kasih kepada semua yang telah membantu terlaksananya acara ini. Semoga Maulid seperti ini terus hidup setiap tahun sebagai bentuk cinta kita kepada Rasulullah,” ujarnya penuh rasa syukur.

Sementara itu, Dede Rasidi, perwakilan DKM Al Khosyi’in, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan warga.

“Terima kasih untuk para panitia dan donatur. Semoga amal baik ini menjadi ladang pahala dan terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya tulus.

Pelajaran Cinta Rasul dari Abu Lahab hingga Doa Ibu

Dalam tausiyahnya, KH. Zainuddin Ali Al Ghozali menyampaikan pesan yang menggugah: bahkan Abu Lahab—paman Nabi yang dikenal keras kepala—mendapat keringanan siksa karena pernah bergembira atas kelahiran Rasulullah SAW.

“Kalau Abu Lahab saja diringankan karena bahagia atas lahirnya Nabi, bagaimana dengan kita yang mencintainya setiap hari?” serunya, disambut lantunan shalawat dari jamaah.

Beliau menegaskan, Maulid bukan sekadar mengenang, melainkan membangkitkan kesadaran untuk meniru akhlak Nabi: menebar kasih, menegakkan keadilan, dan menghormati orang tua.

“Ibu itu tiga kali lebih tinggi derajatnya dari ayah. Doanya mustajab. Kalau ingin hidupmu bahagia dan penuh berkah, mintalah doa dari ibumu,” pesannya, membuat banyak jamaah menunduk haru.

Acara kemudian dilanjutkan dengan santunan untuk anak yatim, simbol kasih yang diwariskan Rasulullah kepada umatnya.

Nikmat yang Enam, dan Hati yang Tenang

Tausiyah kedua disampaikan oleh Ust. Muhammad Syukarno yang menekankan pentingnya mensyukuri enam nikmat terbesar yang Allah berikan: iman, Islam, kesehatan, akal, waktu, dan ketenangan hati.

“Dari sekian banyak nikmat, yang paling mahal adalah ketenangan qalbu. Tanpa hati yang tenang, semua kenikmatan terasa hampa,” ujarnya lembut.

Ia mengajak jamaah menjadikan Maulid sebagai momen kebangkitan spiritual dan semangat memperdalam ilmu agama.

“Semoga setelah ini pengajian makin ramai, dan kita makin dekat dengan Rasulullah SAW,” tambahnya disambut seruan “Aamiin” dari jamaah.

Habib Ali: Buktikan Cinta Rasul dengan Akhlak

Puncak acara tiba saat Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsy (Kwitang) memberikan tausiyah yang menembus hati. Dengan suara lembut dan wajah teduh, beliau menyampaikan pesan yang menjadi penutup penuh makna.

“Cinta Rasul tidak cukup diucapkan. Kalau engkau benar mencintai Nabi, buktikan cintamu dengan akhlak. Jadikan lisanmu lembut, hatimu pemaaf, dan tanganmu ringan membantu sesama.”

Habib Ali juga mengingatkan pentingnya memperbanyak shalawat, karena setiap shalawat membawa sepuluh rahmat dari Allah.

“Perbanyaklah shalawat. Karena di setiap shalawatmu, ada cahaya yang menuntun hidupmu menuju Rasulullah SAW,” ucapnya dengan penuh kehangatan.

Meneladani Rasul, Membangun Generasi Berakhlak

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Muhammad Syairrudin, memohon agar seluruh jamaah diberikan keberkahan, ketenangan, dan kecintaan yang abadi kepada Nabi Muhammad SAW.

Lebih dari sekadar peringatan, Maulid di Musholla Al Khosyi’in menjadi madrasah kehidupan — tempat remaja belajar menebar kasih, menghargai ilmu, dan memupuk iman.

“Semoga dari majelis ini lahir generasi yang mencintai Rasulullah, menebar kedamaian, dan menjadi penerus risalah beliau di zaman ini,” tutup Habib Ali penuh doa dan harapan.

Maulid Nabi bukan hanya tentang masa lalu — tapi tentang menyalakan kembali cahaya cinta Rasul di hati setiap umatnya.
Di Musholla Al Khosyi’in, cahaya itu telah menyala — hangat, sederhana, namun penuh makna. (Nanung) 

Ketua Panitia Deden Fathullah Apresiasi Warga dan Donatur dalam Sukseskan Maulid Nabi di Roxy

Ketua Panitia Deden Fathullah Apresiasi Warga dan Donatur dalam Sukseskan Maulid Nabi di Roxy

Jakarta, penaXpose.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di Jalan Tidore Raya RT 009/05, Roxy, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat, Sabtu malam (27/9/2025), berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Acara ini dirangkai dengan santunan anak yatim piatu serta dihadiri ratusan warga yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Sejak awal, jamaah disambut dengan lantunan sholawat dari tim hadroh Majelis Al-Fatih yang menambah suasana religius dan syahdu.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Deden Fathullah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam suksesnya acara.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kebersamaan kita semua, acara Maulid Nabi ini dapat berjalan lancar. Terima kasih kepada para panitia, remaja Masjid Jami’ Ar-Rahmat, karang taruna, para pemuda, warga, serta para donatur yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya.


Selain sambutan Ketua Panitia, Lurah Cideng, Agus Arifiyanto, turut hadir memberikan pesan penting kepada masyarakat agar selalu menjaga kondusifitas, keamanan, dan ketertiban lingkungan.

Acara yang mengangkat tema “Meneladani Akhlaq dan Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah SAW” ini juga diisi dengan tausiyah KH. Muhammad Ashary, SH yang menekankan keteladanan akhlak Nabi, serta tausiyah dari Dr. Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al-Athas, Lc., M.Pd. yang menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi dan Isra Mi’raj adalah bagian dari ibadah untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah.

Kegiatan yang disertai dengan santunan anak yatim piatu ini ditutup dengan doa, menjadikan peringatan Maulid ini tidak hanya sebagai ajang perayaan spiritual, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial. (Dani) 

Meriah! Ratusan Warga Serbu Festival Muharram di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta

Meriah! Ratusan Warga Serbu Festival Muharram di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta


Jakarta, panaxpose.com – Suasana penuh semangat tampak di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta pada Jumat, 25 Juli 2025 (bertepatan dengan 30 Muharram 1447 H). Ratusan warga dari berbagai wilayah di DKI Jakarta antusias menghadiri Festival Muharram 1447 H yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DKI Jakarta.

Festival ini menjadi ajang perpaduan antara dakwah, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat, dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti khitanan massal, pengobatan gratis, santunan anak yatim, bazaar UMKM, hingga ceramah Muharram.

“Festival Muharram menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah wujud dakwah sosial Muhammadiyah,”
– Ketua MPKS PWM DKI Jakarta.

Khitanan Massal & Pengobatan Gratis Diminati Warga

Sejak pagi hari, puluhan anak sudah mengantri untuk mengikuti khitanan massal yang dilayani langsung oleh tim medis profesional dari RSIJ Cempaka Putih. Pelaksanaan dilakukan dengan prosedur medis yang aman, nyaman, dan higienis.

Sementara itu, ratusan warga juga memanfaatkan layanan pengobatan massal yang disediakan oleh tim medis dari RSIJ Pondok Kopi. Layanan meliputi pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter umum, hingga pemberian obat gratis.

Santunan Anak Yatim se-DKI Jakarta

Momen haru menyelimuti saat pemberian santunan kepada anak-anak yatim, yang disalurkan melalui:

  • Muhammadiyah Children Center (MCC)
  • Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-DKI Jakarta
  • Himpunan Dai Muhammadiyah (HidiMu)

Santunan berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah ini menjadi bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap masa depan generasi muda.


Bazaar UMKM: Warga Belanja, Ekonomi Berdaya

Festival juga diramaikan oleh Bazaar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan warga binaan Muhammadiyah. Mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan lokal, bazaar ini mendukung penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Ceramah Muharram: Hijrah Sosial Menuju Kebermanfaatan

Sebagai penutup acara, digelar Ceramah Muharram dengan tema “Hijrah Sosial: Dari Kepedulian Menuju Kebermanfaatan”. Penceramah mengajak umat menjadikan bulan Muharram sebagai momen refleksi dan transformasi sosial menuju masyarakat yang lebih peduli dan bermanfaat.

Festival Muharram ini diharapkan menjadi agenda tahunan Muhammadiyah di DKI Jakarta, yang tak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat luas bagi masyarakat.

Tim MPKS PWM DKI Jakarta

FBR Gelar "Piknik Ramadhan di Taman Kerempugan", Dorong Pembentukan Lembaga Adat Masyarakat Betawi

FBR Gelar "Piknik Ramadhan di Taman Kerempugan", Dorong Pembentukan Lembaga Adat Masyarakat Betawi

Jakarta, penaxpose.com Forum Betawi Rempug (FBR) menggelar acara "Piknik Ramadhan di Taman Kerempugan" di Jakarta pada Selasa (25/3). Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum FBR, KH. Lutfi Hakim, menyampaikan harapannya agar Gubernur segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Lembaga Adat Masyarakat Betawi.

"Lembaga Adat ini menjadi perhatian seluruh masyarakat Betawi. Sejak revisi UU No. 27 Tahun 2009, kami selalu mengawal prosesnya, mulai dari perencanaan, penyusunan, pembahasan, hingga pengesahan, hingga akhirnya masuk dalam Pasal 31," ujar Lutfi Hakim dalam keterangannya.

Menurutnya, pembentukan Lembaga Adat Masyarakat Betawi merupakan bagian dari program 100 hari pemerintahan Pramono Anung-Rano Karno. Ia optimistis bahwa pada 22 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Jakarta, Pergub tersebut dapat menjadi hadiah istimewa bagi masyarakat Betawi.

Lutfi Hakim menambahkan bahwa keberadaan Lembaga Adat Masyarakat Betawi diharapkan dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat persatuan melalui jalur ketahanan budaya.

"Masyarakat Betawi memiliki akar budaya yang kuat dalam sejarah Jakarta. Oleh karena itu, pengakuan terhadap hak-hak budaya dan sosial mereka dalam kebijakan daerah menjadi sangat penting," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sebagai entitas budaya utama di Jakarta, masyarakat Betawi harus mendapat tempat dalam kebijakan daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat diperlukan untuk menjaga keseimbangan sosial, budaya, dan ekonomi.

"Kami berharap di Hari Jadi Kota Jakarta tahun 2025, Pergub ini dapat menjadi hadiah istimewa bagi masyarakat Betawi," pungkasnya.

(Emy) 

GKRI SPORTY Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan

GKRI SPORTY Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan

Jakarta, penaxpose.com Dalam semangat kebersamaan dan keberkahan bulan suci Ramadhan, komunitas GKRI SPORTY menggelar acara buka puasa bersama pada Minggu (23/3) yang dihadiri oleh Ketua Umum GKRI, Beby, serta para instruktur senam dan anggota komunitas.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh instruktur senam GKRI SPORTY, Arie, beserta anggota lainnya, seperti Rahma, Eva, Novi, Murni, Lasmi, Fuji, Dewi, Ririn, Salsa, Evit, Lalo, dan Adiba. Momen berbuka puasa ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kekompakan di antara anggota komunitas.


Suasana kebersamaan semakin terasa dengan canda dan tawa yang menghiasi acara. Setelah berbuka puasa bersama, para anggota GKRI SPORTY melanjutkan kegiatan dengan menjenguk rekan mereka, Mutia, yang sedang dirawat di RS Radjak Kalideres. Kehadiran mereka sebagai bentuk dukungan dan doa agar Mutia segera diberikan kesembuhan.

Acara yang berlangsung hingga pukul 19.00 WIB ini mencerminkan semangat solidaritas dan kepedulian antaranggota komunitas. GKRI SPORTY berharap kebersamaan ini terus terjalin dan semakin erat di masa mendatang.

(Sultan) 

Bergema Shalawat, Karang Taruna RW 04 Pejagalan Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Bergema Shalawat, Karang Taruna RW 04 Pejagalan Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jakarta Utara, penaxpose.com – Suasana penuh berkah menyelimuti Jalan Bidara Raya RT 015 RW 04, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (23/03/2025). Shalawat menggema menyambut pembukaan acara buka bersama dan santunan anak yatim piatu yang digelar oleh pemuda-pemudi Karang Taruna Unit RW 04.

Tatapan bahagia terpancar dari wajah 31 anak yatim piatu yang menerima santunan dalam acara tersebut. Mereka merasa dihargai dan diperlakukan dengan penuh kasih oleh para dermawan yang tulus berbagi rezeki. Acara sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti nyata kepedulian Karang Taruna terhadap sesama, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Ketua panitia acara, Alfi, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini.

"Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dapat memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang berada di wilayah terdekat. Selama empat tahun terakhir, acara ini rutin kami adakan. Terima kasih kepada pengurus RT, RW, serta para donatur yang selalu mendukung kami. Kami berharap kegiatan ini terus berjalan setiap tahunnya," ujar Alfi.


Acara ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Candra, yang mengajak para hadirin untuk lebih giat dalam mencari keberkahan di bulan suci Ramadhan serta selalu mencintai dan menyayangi anak yatim piatu.

Hadir dalam acara tersebut para tokoh masyarakat dan pejabat wilayah, antara lain:
✅ Pengurus RT dan RW di RW 04
✅ Ketua RW 03, Sunaryo
✅ Ketua RW 05, Suryana
✅ LMK RW 04
✅ BIMAS Polsek Metro Penjaringan, Hidayat
✅ Kapospol, Edi
✅ Intelkam, Yoga
✅ Dewan Kota Jakarta Utara, Radian Anzhar

Dalam kesempatan itu, Radian Anzhar turut memberikan santunan tambahan secara pribadi kepada anak-anak yatim piatu yang hadir.

Ketua RW 04, Rikki Taslim, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang selalu mendukung kegiatan sosial, menyampaikan apresiasinya terhadap peran pemuda dalam acara ini.

"Kita sebagai orang tua harus memberikan ruang dan kesempatan bagi anak-anak muda untuk terus berkarya, mandiri, dan aktif dalam kegiatan sosial, apa pun agamanya. Hari ini Ramadhan, mungkin di lain waktu ada kegiatan sosial lainnya. Saya berharap anak-anak muda terus berkontribusi untuk masyarakat," pungkasnya.

Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama, penuh kebersamaan dan doa agar kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Reporter: Emy

Pererat Silaturahmi, Pimpinan PT Contena Pratama Gelar Buka Puasa Bersama Karyawan

Pererat Silaturahmi, Pimpinan PT Contena Pratama Gelar Buka Puasa Bersama Karyawan

Jakarta, infoDKJ.com | Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, pimpinan PT Contena Pratama menggelar acara buka puasa bersama (bukber) dengan para karyawan di depo perusahaan yang berlokasi di RW 005, Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (14/3/2025) sore.

Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini kembali diselenggarakan pada bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Contena Pratama, Stanley Kaunang, beserta istri, serta sekitar 50 karyawan.

Dalam sambutannya, Stanley Kaunang mengajak seluruh karyawan untuk terus bekerja dengan baik dan bertanggung jawab demi kemajuan bersama. Ia juga menegaskan bahwa pihak perusahaan akan terus memenuhi hak-hak karyawan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja tentang Ketenagakerjaan.

"Di bulan suci ini, semoga segala aktivitas ibadah dan pekerjaan kita diberkahi oleh Allah SWT," ujar Stanley.

Lebih lanjut, Stanley menambahkan bahwa hubungan antara manajemen dan karyawan selama ini terjalin dengan baik. Ia berharap acara bukber ini semakin mempererat kebersamaan serta menjadi momen untuk saling memaafkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

"Semoga dengan adanya buka puasa bersama ini, tali silaturahmi kita tetap terjaga, dan amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Sebentar lagi kita akan menyambut Idul Fitri, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk saling memaafkan," tutupnya.

(Rosid/Emy)