Patroli Koramil 02/TB, Pastikan Kondusivitas Wilayah di Malam Hari

Patroli Koramil 02/TB, Pastikan Kondusivitas Wilayah di Malam Hari

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 02/Tambora menggelar patroli malam guna mencegah tawuran dan aksi balapan liar di sejumlah titik rawan, Minggu (23/03/2025) mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.

Patroli ini dipimpin oleh Sertu Sarip ST, didampingi oleh tiga personel, yang terdiri dari Babinsa, Wanra, dan Mitra Jaya

Jalur dan Titik Pantau Patroli

Kegiatan patroli dimulai dari Koramil 02/TB, kemudian menyisir beberapa ruas jalan yang dianggap rawan gangguan keamanan, di antaranya:

➡️ Check Point I (Pos Pantau 19) - Pukul 22.15 WIB
📌 Jl. Tiang Bendera II
📌 Jl. Perniagaan Raya
📌 Jl. Tambora IV

➡️ Check Point II (Pos Pantau 25) - Pukul 22.30 WIB
📌 Jl. Jembatan Besi
📌 Jl. Perniagaan Barat
📌 Jl. Pejagalan

➡️ Check Point III (Pos Pantau 22) - Pukul 22.45 WIB
📌 Jl. Pejagalan
📌 Jl. KH Mansyur
📌 Jl. Duri Selatan

➡️ Check Point IV (Pos Pantau 21) - Pukul 23.00 WIB
📌 Jl. KH Moh Mansyur
📌 Jl. Hanura
📌 Jl. Pekapuran

Setelah menyelesaikan patroli di semua titik pantau, tim kembali ke Koramil 02/TB sebagai titik akhir.

Situasi Selama Patroli

Patroli ini merupakan upaya pencegahan terhadap gangguan keamanan di wilayah Tambora, terutama di kawasan yang sering menjadi lokasi tawuran dan balapan liar. Tim patroli secara aktif melakukan pemantauan guna memastikan wilayah tetap kondusif.

Koramil 02/TB terus berkomitmen dalam menjaga keamanan lingkungan dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman di wilayah Tambora.

(Pendim 0503/JB)

Bergema Shalawat, Karang Taruna RW 04 Pejagalan Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Bergema Shalawat, Karang Taruna RW 04 Pejagalan Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jakarta Utara, penaxpose.com – Suasana penuh berkah menyelimuti Jalan Bidara Raya RT 015 RW 04, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (23/03/2025). Shalawat menggema menyambut pembukaan acara buka bersama dan santunan anak yatim piatu yang digelar oleh pemuda-pemudi Karang Taruna Unit RW 04.

Tatapan bahagia terpancar dari wajah 31 anak yatim piatu yang menerima santunan dalam acara tersebut. Mereka merasa dihargai dan diperlakukan dengan penuh kasih oleh para dermawan yang tulus berbagi rezeki. Acara sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti nyata kepedulian Karang Taruna terhadap sesama, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Ketua panitia acara, Alfi, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini.

"Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dapat memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang berada di wilayah terdekat. Selama empat tahun terakhir, acara ini rutin kami adakan. Terima kasih kepada pengurus RT, RW, serta para donatur yang selalu mendukung kami. Kami berharap kegiatan ini terus berjalan setiap tahunnya," ujar Alfi.


Acara ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Candra, yang mengajak para hadirin untuk lebih giat dalam mencari keberkahan di bulan suci Ramadhan serta selalu mencintai dan menyayangi anak yatim piatu.

Hadir dalam acara tersebut para tokoh masyarakat dan pejabat wilayah, antara lain:
✅ Pengurus RT dan RW di RW 04
✅ Ketua RW 03, Sunaryo
✅ Ketua RW 05, Suryana
✅ LMK RW 04
✅ BIMAS Polsek Metro Penjaringan, Hidayat
✅ Kapospol, Edi
✅ Intelkam, Yoga
✅ Dewan Kota Jakarta Utara, Radian Anzhar

Dalam kesempatan itu, Radian Anzhar turut memberikan santunan tambahan secara pribadi kepada anak-anak yatim piatu yang hadir.

Ketua RW 04, Rikki Taslim, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang selalu mendukung kegiatan sosial, menyampaikan apresiasinya terhadap peran pemuda dalam acara ini.

"Kita sebagai orang tua harus memberikan ruang dan kesempatan bagi anak-anak muda untuk terus berkarya, mandiri, dan aktif dalam kegiatan sosial, apa pun agamanya. Hari ini Ramadhan, mungkin di lain waktu ada kegiatan sosial lainnya. Saya berharap anak-anak muda terus berkontribusi untuk masyarakat," pungkasnya.

Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama, penuh kebersamaan dan doa agar kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Reporter: Emy

Karang Taruna RW 06 Duri Selatan Bagikan Takjil untuk Pengguna Jalan dan Warga

Karang Taruna RW 06 Duri Selatan Bagikan Takjil untuk Pengguna Jalan dan Warga

Jakarta Barat, penaxpose.com – Karang Taruna Unit RW 06 Kelurahan Duri Selatan bersama Ketua RW 06 menggelar aksi sosial berbagi takjil di depan Kantor Sekretariat RW 06, Jalan Duri Selatan V RT 003/06, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (23/3/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1446 H dengan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat. Ketua Karang Taruna RW 06, Santo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar anggota Karang Taruna serta pengurus RW, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

"Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa," ujar Santo.


Sebanyak 100 paket takjil dibagikan kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di depan Sekretariat RW 06. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat pembagian berlangsung.

Ketua RW 06, Freddy Septian, mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan oleh Karang Taruna dalam momen Ramadhan ini.

"Saya berterima kasih kepada Karang Taruna RW 06 yang telah berbagi kebahagiaan dengan masyarakat melalui kegiatan ini. Semoga semakin banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan di masa mendatang," ucapnya.

Reporter: Supriyadi (Pray)

STIE MBI Gelar MBI Explora Fest, Cetak Wirausaha Muda Berkualitas

STIE MBI Gelar MBI Explora Fest, Cetak Wirausaha Muda Berkualitas

Jakarta, penaxpose.com | Sabtu, 22 Maret 2025

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen Bisnis Indonesia (STIE MBI) kembali menggelar MBI Explora Fest dengan tema "Sinergitas Mahasiswa serta UMKM untuk Membangun Kampus Berwirausaha Unggul dan Inovasi Bisnis Berkelanjutan". Acara ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan kewirausahaan yang berdaya saing.

Dalam pelaksanaannya, STIE MBI menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti instansi pemerintahan kecamatan, UMKM setempat, KNPI, kepala desa, serta karang taruna, guna memperkuat ekosistem bisnis yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Wirausaha

Ketua pelaksana acara, Adinda, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya MBI Explora Fest.

"Terima kasih kepada panitia, dosen, masyarakat, serta semua pihak yang telah mendukung acara ini. MBI Explora Fest bukan sekadar ajang jual beli, tetapi juga pengalaman dan pembelajaran baru bagi mahasiswa dan UMKM dalam mengembangkan bisnis yang lebih baik," ujar Adinda.

Sementara itu, Ketua STIE MBI, Dr. H. Teguh Prajitno, S.E., M.M., menekankan pentingnya peran dunia pendidikan dalam mendukung pertumbuhan UMKM menuju Indonesia Emas 2045.

"Pemerintah pusat menargetkan 70 persen perekonomian Indonesia ditopang oleh usaha menengah. Untuk mewujudkan hal itu, kampus dan jajarannya harus berkolaborasi guna mendorong UMKM naik kelas," paparnya saat diwawancarai.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal masa depan. Pemerintah telah mencanangkan program kerja sama antara UMKM dan koperasi guna menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mengatasi permasalahan finansial, seperti pinjaman online ilegal.

Akademisi dan Dunia Usaha Bersinergi

Dosen pembimbing, Yohan Nurdiansyah, S.E., M.M., menegaskan bahwa MBI Explora Fest merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha.

"Melalui acara ini, para pelaku usaha memiliki kesempatan untuk menampilkan kreativitas dan inovasi mereka. Mahasiswa juga dituntut untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami dinamika dunia bisnis," jelasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIE MBI, Widia Yunitawati, S.H., M.M., memberikan semangat kepada mahasiswa yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diintegrasikan dalam mata kuliah. Semoga acara ini sukses dan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dan aktif dalam dunia bisnis," tuturnya.

Dengan terselenggaranya MBI Explora Fest 2025, STIE MBI berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dalam berwirausaha, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing.

(MJ/Cawang)

Program MBG Percepat Pemenuhan Gizi Nasional, Polri dan Pihak Swasta Didorong Turut Andil

Program MBG Percepat Pemenuhan Gizi Nasional, Polri dan Pihak Swasta Didorong Turut Andil


Jakarta, penaxpose.com Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025, dengan target 19,47 juta penerima manfaat pada tahun 2025.

Hingga 12 Maret 2025, program MBG telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 710,5 miliar dari APBN. Target awal anggaran program ini adalah Rp 71 triliun dari APBN 2025, dengan rincian Rp 63,356 triliun untuk pemenuhan gizi nasional dan Rp 7,433 triliun untuk program dukungan manajemen. Namun, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa anggaran tersebut akan naik menjadi Rp 171 triliun.

Direktur Central Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa program MBG sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan anak-anak Indonesia serta menekan angka stunting. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia masih tinggi, dengan target pemerintah menurunkannya di bawah 14% pada tahun 2024.

"Generasi muda kita harus diberi asupan gizi agar siap menghadapi tantangan global ke depan. Kalau tidak disiapkan sejak sekarang, kita bisa kalah bersaing. Main sepak bola saja kita kalah, 11 orang saja tidak terurus, bagaimana mengurus 200 juta penduduk Indonesia? Ini berarti ada yang salah dalam pola makan dan asupan gizi sebelumnya," ujar Uchok dalam dialog virtual pada Sabtu, 22 Maret 2025.

Lebih lanjut, Uchok menjelaskan bahwa program unggulan Presiden Prabowo ini telah memiliki landasan hukum yang kuat, bahkan sebelum ia menjabat sebagai presiden.

"Implementasi ini baru diperkuat pada masa awal pemerintahan Presiden Prabowo. Artinya, ini menjadi PR bagi pemerintahan sebelumnya, dan pemerintahan saat ini harus bekerja keras agar program ini bisa berjalan hingga 2029, dengan estimasi anggaran Rp 298,4 triliun untuk 82,9 juta penerima manfaat MBG di tahun 2025. Yang menjadi pertanyaan, mengapa program MBG ini seakan menjadi beban bagi pemerintahan Prabowo?" lanjut Uchok.

CBA sebelumnya juga menghitung bahwa agar program MBG dapat berjalan efektif, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 750 miliar per hari, dengan pelaksanaan serentak di seluruh Indonesia.

"Saat ini, dalam tiga bulan berjalan, anggaran baru mencapai Rp 171 triliun, dengan tambahan Rp 100 triliun baru-baru ini. Artinya, ada kendala dalam pelaksanaan, terutama karena keterbatasan fiskal kita. Multiplier efek dari program MBG ini menjadi tersendat, dan Rp 7,433 triliun yang dialokasikan untuk program dukungan manajemen menurut saya tidak berjalan optimal," jelasnya.

CBA menyarankan agar pemerintah melibatkan pihak swasta dalam pendanaan MBG, dengan menyediakan payung hukum yang tidak bersifat wajib. Dengan demikian, multiplier efek bisa terjadi, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong swasembada pangan.

"Pemerintah bisa meminta pihak swasta menggunakan dana CSR untuk membantu pemenuhan program MBG ini, atau melalui APBD. Program ini disalurkan hingga tingkat desa, jadi dana desa juga bisa digunakan, daripada dikorupsi atau dipakai untuk kepentingan pribadi," ucap Uchok.

Kendala lain yang dihadapi dalam pelaksanaan MBG adalah mekanisme pendistribusian serta pengawasan keamanan pangan. Uchok menekankan perlunya pembentukan Tim Pengawas Keamanan Pangan agar program ini benar-benar memberikan manfaat dan memastikan kualitas nutrisi makanan yang disalurkan.

"Peran TNI dan Polri bisa dikolaborasikan, karena dalam hal distribusi dan pengawasan, kedua institusi ini memiliki jaringan hingga tingkat RW. Dengan begitu, penerima manfaat MBG bisa tepat sasaran dan tidak ada penyalahgunaan," tambah Uchok.


Komitmen Polri dalam Mendukung Swasembada Pangan

Untuk mendukung program MBG, Polri meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pejaten pada Senin, 17 Maret 2025.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa SPPG Pejaten menjadi salah satu upaya percepatan dalam pemenuhan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis. Targetnya adalah membangun 542 SPPG, bahkan diharapkan bisa lebih dari 1.000 unit.

"Untuk tahap awal, kami melaksanakan 4 SPPG di tingkat Mabes dan 16 di tingkat Polda (prioritas). Ke depan, program ini akan terus dikembangkan pada bulan Mei dan seterusnya. Kami juga menyiapkan sistem hidroponik untuk mendukung suplai bahan baku makanan," ujar Kapolri.

Di tempat terpisah, Direktur Ekonomi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri, Brigjen Pol. Ratno Kuncoro, mengambil langkah proaktif dengan menyerap aspirasi dari para pengamat keuangan publik di Indonesia.

Langkah ini bertujuan untuk mendengarkan secara langsung tantangan dan kebutuhan dalam mengatasi masalah stunting, gizi buruk, serta ketimpangan akses pangan bergizi melalui Program MBG.

Dalam pertemuan yang digelar baru-baru ini, Direktur Center for Budget Analysis berbagi pandangan mengenai berbagai aspek program MBG, mulai dari anggaran, infrastruktur, kualitas makanan, tata kelola, hingga sosialisasi program.

Ratno Kuncoro menegaskan bahwa hasil dialog ini akan ditindaklanjuti secara serius demi meningkatkan gizi anak-anak di Indonesia, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.

"Penyerapan aspirasi ini merupakan bagian dari komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perbaikan gizi masyarakat, terutama bagi ibu hamil, balita, dan anak sekolah. Selain itu, stabilitas keamanan juga menjadi faktor utama dalam pembangunan ekonomi," ujarnya.

Kuncoro menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna Persiapan Idulfitri. Presiden menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan, stabilitas harga sembako, serta mengoptimalkan program MBG, yang kini telah mencapai 2 juta penerima manfaat.

Saat ini, jajaran kabinet bekerja dengan penuh dedikasi tanpa terjebak dalam perbedaan kepentingan. Pemerintah juga menerima kritik dengan terbuka dan terus melakukan berbagai terobosan yang berpihak kepada rakyat.

"Tugas Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri bukan hanya mengawal dan mengamankan program ini, tetapi juga meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait. Sosialisasi program MBG ini sangat penting untuk memastikan peningkatan gizi masyarakat melalui swasembada pangan," pungkas Kuncoro. []

MPKS PWM DKI Jakarta Dorong Optimalisasi Fundraising Amal Usaha Sosial Muhammadiyah

MPKS PWM DKI Jakarta Dorong Optimalisasi Fundraising Amal Usaha Sosial Muhammadiyah


Jakarta, penaxpose.com Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Semiloka Kesejahteraan Sosial & Ramadhan Day dengan tema "Penguatan Kapasitas Kelembagaan Amal Sosial Muhammadiyah - Aisyiyah"

Acara yang berlangsung di Gedung Djuanda PWM DKI Jakarta ini dihadiri oleh 100 peserta, yang terdiri dari pengelola dan pengurus LKSA/MCC Muhammadiyah, Himpunan Disabilitas Muhammadiyah, Muhammadiyah Senior Care, Majelis Kesejahteraan Sosial Aisyiyah, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-DKI Jakarta.

Semiloka ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan amal sosial yang dikelola oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar lembaga sosial di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Pada sesi kedua, hadir Bapak Drs. Nandy Rahman, M.Ag, sebagai narasumber dengan materi bertajuk "Strategi Fundraising dan Pembiayaan Pengelolaan MCC/LKSA Muhammadiyah Daerah Khusus Jakarta". Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai strategi optimalisasi penghimpunan dana serta pengelolaan keuangan untuk memastikan keberlanjutan operasional lembaga amal sosial Muhammadiyah, terutama di daerah khusus Jakarta yang memiliki tantangan tersendiri dalam aspek pendanaan dan pengelolaan.

Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial PWM DKI Jakarta berharap, melalui Semiloka ini, para pengelola LKSA/MCC Muhammadiyah dan lembaga sosial lainnya dapat menerapkan strategi yang diperoleh guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program-program sosial. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi dan kerja sama antar lembaga dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

(Rhomadoni) 

Bukti Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Koramil 02/TB Gelar Karya Bakti Kebersihan

Bukti Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Koramil 02/TB Gelar Karya Bakti Kebersihan

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah munculnya wabah penyakit, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat menggelar kegiatan Karya Bakti di Jalan Krendang Selatan RT 005 RW 07, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu, 22 Maret 2025.

Kegiatan ini dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Krendang, Serda Ahmad Yani, serta melibatkan anggota PPSU Kelurahan Krendang yang turut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih lingkungan.

Sinergi TNI dan Masyarakat untuk Lingkungan Bersih

Dalam karya bakti ini, para peserta melakukan berbagai kegiatan kebersihan, seperti:
✅ Menyapu dan mengangkat sampah
✅ Membuang sampah ke tempat pembuangan yang telah disediakan

Untuk mendukung kegiatan ini, digunakan berbagai peralatan kebersihan seperti sapu lidi, pengki, karung, dan gerobak sampah.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/TB menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun wilayah yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

(Pendim 0503/JB)