FWJ Indonesia Soroti Polemik Dr Syahpri Putra Wangsa vs Ismet Saputra Wijaya

FWJ Indonesia Soroti Polemik Dr Syahpri Putra Wangsa vs Ismet Saputra Wijaya

TANGERANG, penaxpose.com | Viralnya tuduhan terhadap Ismet Saputra Wijaya anak kandung dari pasien Rita Binti Yarob dengan salah seorang Dokter RSUD Sekayu Musi Banyuasin, Syahpri Putra Wangsa, pada Selasa, 12 Agustus 2025 lalu telah menimbulkan kegaduhan isu Nasional. Hal itu dikatakan Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya, atau yang biasa disapa Opan dalam konferensi pers nya di Tangerang Indonesia, Selasa (19/8/2025).

Konferensi pers dengan tema "Mengubur Opini Liar, Ungkap Kebenaran" ini mengundang banyak pertanyaan guna memberikan edukasi dan kajian ril. Ia menjelaskan, peristiwa yang terjadi di RSUD Sekayu pada 12 Agustus 2025 merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan bersama. Bahkan kata Opan, viralnya perkara RSUD Sekayu itu melebihi dari kasus dugaan ijazah palsunya Jokowi.

"Banyak pihak ikut terlibat membangun opini-opini liar dan statement yang kurang bijak sehingga membangunkan narasi-narasi tak elok untuk mendorong situasi semakin memanas," ucap Opan dalam konferensi Pers.

Dia juga menyayangkan statement serta opini yang dibangun Menteri Kesehatan RI, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Pejabat publik wilayah Banyuasin Sumsel, dan tokoh-tokoh lainnya dengan melakukan tuduhan tak objektif dalam perkara itu.

"Ini akan menjadi tontonan publik yang buruk. No Viral No Justice..., apakah itu yang diharapkan RSUD Sekayu bersama Syahpri Putra Wangsa dan para pengikut-pengikut lainnya yang terlibat dalam membangun narasi sepihak?", singgungnya.

Opan menyebut ada gelombang dan upaya besar pihak-pihak lain mengambil moment dari insiden itu sebagai bentuk muatan pemulihan nama baik RSUD Sekayu maupun pencitraan pejabat publik lainnya.

"Ini dugaan kami ya. Dugaan itu dalam dunia jurnalistik kami sah-sah saja loh. Kami menduga ada tuntunan arah kanan dan arah kiri untuk pencitraan pejabat publik, IDI dan terkhusus RSUD Sekayu yang memang selama ini diduga kuat tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan akhirnya memutar balikan fakta keadaan. Istilah lainnya 'Aji Mumpung' kali yeeee," beber Opan.

Dia melihat dalam perkara antara Syahpri Putra Wangsa dengan Ismet Saputra Wijaya anak kandung pasien yang bernama Rita binti Yarob ini harus didudukan dengan bijak dan objektif. Opan menekankan persoalan tersebut menjadi liar jika tidak dilihat dengan kaca mata 2 sisi yang berbeda untuk dijadikan satu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan agar publik memahami dan tidak menuding salah satunya menjadi tersudut bersalah.

Dalam keterangannya, Opan membenarkan Ismet Saputra Wijaya merupakan salah seorang jurnalis dari portal media online metromedianews.co, sekaligus anggota dan pengurus resmi organisasinya di Kordinator Wilayah (Korwil) Jakarta Barat sejak 3 tahun lalu, dan sampai saat ini masih tercatat sebagai anggota aktif di FWJ Indonesia.

Ditanyakan SOP RSUD Sekayu Berujung Insiden, Siapa Awalnya yang Mengunggah Video Hingga Viral

Berawal dari perseteruan antara keluarga pasien dan pihak RSUD Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mencuat ke ranah publik setelah sebuah video diunggah oleh seseorang di sosial media Facebook dan Instagram pasca kejadian diruang leban Isolasi VIP RSUD Sekayu pada 12 Agustus 2025.

Video tersebut menampilkan seorang dokter spesialis penyakit dalam yang bernama dr. Syahpri Putra Wangsa yang diduga mengalami intimidasi dari keluarga pasien lansia terkait diagnosis medis yang dipertanyakan keabsahannya.

Dalam tayangan tersebut, terlihat adanya desakan dari pihak keluarga pasien agar sang dokter membuka masker. Hal itu diungkapkannya sebagai tindakan yang ditenggarai bentuk tekanan emosional akibat ketidakjelasan SOP dari hasil laboratorium terhadap dugaan penyakit TBC yang diderita pasien (ibu Rita-red). Namun pada hasil akhir pasca kejadian antara keluarga pasien ibu Rita binti Yarob dengan dr. Syahpri Putra Wangsa terbit hasil lab dari RSUD Sekayu yang disebutkan bahwa ibu Rita negatif TBC.

"Ismet tadi menyampaikan bahwa tindakan tersebut dilakukan dalam kondisi psikis yang penuh tekanan dan kekecewaan terhadap layanan medis yang diterima. Pihak keluarga pasien menunggu hasil pemeriksaan medis sejak 8 Agustus hingga 12 Agustus 2025. Itu artinya 4 hari keluarga pasien menunggu kepastian status penyakit pasien," ujarnya.

Menurut Opan, viralnya nama dr. Syahpri bukanlah inisiatif dari pihak keluarga pasien, melainkan dipicu oleh unggahan video yang berasal dari akun media sosial "Mimin Sekayu", yang diduga terafiliasi dengan pihak rumah sakit.

Sementara itu salah satu dewan pendiri sekaligus Advokat FWJ Indonesia, Daniel Minggu, SH., menegaskan dalam berbagai poin hasil perkembangan investigasi. Daniel menyatakan pihak keluarga pasien telah meminta akses rekaman CCTV di ruang isolasi saat insiden terjadi. Namun melalui pesan WhatsApp pribadi keluarga pasien dengan pihak RSUD Sekayu menyebut rekaman CCTV pada kejadian itu tersambar petir. Tentunya penjelasan tersebut memunculkan banyak pertanyaan mengingat kronologis kejadian adanya rekaman CCTV di peristiwa itu yang akan mengungkap kebenaran hilang tersambar petir.

“Jika benar CCTV tersambar petir, ini adalah bentuk kegagalan sistem keamanan dan transparansi yang mencoreng prinsip-prinsip manajemen rumah sakit modern. Hal ini semestinya menjadi objek penyelidikan serius oleh kepolisian sesuai prinsip ‘Presisi’ yang digaungkan oleh Polri," ungkapnya.

Daniel menekankan pentingnya pembuktian secara ilmiah dan tidak berdasarkan asumsi atau pernyataan sepihak. Ia menyoroti bahwa penegakan hukum tidak boleh bergantung pada viralitas semata, tetapi harus mengedepankan asas Kepastian, Keadilan, dan Kemanfaatan Hukum (KKM).

Di sisi lain, terdapat upaya mediasi yang sudah dilakukan antara pihak keluarga pasien dan RSUD Sekayu, termasuk dengan dr. Syahpri sendiri. Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat agar insiden tidak dipublikasikan atau di viralkan. Namun demikian, munculnya video di sosial media facebook dan IG secara tiba-tiba, yang diduga berasal dari pihak internal RSUD Sekayu dan akhirnya memantik polemik lebih luas.

FWJ Indonesia menegaskan bahwa unggahan video secara sepihak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya jika terbukti bahwa pengunggahan tersebut dilakukan dengan maksud memprovokasi serta memperkeruh suasana atau mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.

Apabila pihak keluarga pasien, termasuk anggota organisasi kewartawanan, akhirnya dikenakan sanksi hukum atas tindakan yang belum tentu menjadi pemicu utama, maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk kriminalisasi profesi dan pengabaian terhadap prinsip hukum yang berkeadilan.

Daniel Minggu juga menyoroti kualitas layanan RSUD Sekayu yang dianggap tidak mencerminkan pelayanan kelas VIP, meskipun pasien telah membayar biaya perawatan secara pribadi sebesar Rp9 jutaan. Menurutnya, tidak adanya surat keterangan medis atau hasil laboratorium yang diserahkan kepada keluarga pasien merupakan pelanggaran terhadap hak pasien sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kesehatan.

"Jika ruang VIP saja pelayanannya tidak profesional dan transparan, bagaimana dengan pasien BPJS kelas tiga?" tanya Daniel dalam konferensi pers nya.

Menutup pernyataan publik, Dewan Pimpinan Pusat FWJ Indonesia menyinggung tegas kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pejabat publik Banyuasin, pengurus IDI, kepala RSUD Sekayu, para pejabat Sumsel lainnya dan para tokoh yang ikut membangun opini tidak elok. Selain itu FWJ Indonesia menyinggung dan mempertanyakan apakah ada indikasi ketidakwarasan Dr. Syahpri Putra Wangsa.

Peristiwa 12 Agustus 2025 di RSUD Sekayu itu mencerminkan kegelisahan publik akan lemahnya pengawasan internal dan eksternal terhadap rumah sakit pemerintah, sekaligus menjadi evaluasi bagi sistem kesehatan Nasional yang belum sepenuhnya berpihak pada hak-hak rakyat serta dasar pasien.

Kasus RSUD Sekayu bukan hanya soal miskomunikasi antara keluarga pasien dan dokter. Ini adalah potret dari masalah pelayanan dan penanganan kesehatan publik, penegakan hukum, etika profesi, hingga tata kelola informasi digital.

Dengan prinsip transparansi, profesionalisme, dan keadilan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap peristiwa harus dijadikan evaluasi dan pembelajaran untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh.

Munculnya Opini Melibatkan Nama Bupati Musi Banyuasin

Menanggapi pemberitaan dan isu yang beredar terkait kejadian viral di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), keluarga pasien dengan tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa mereka mengaku sebagai kerabat Bupati Musi Banyuasin (Muba) Toha Tohet.

Perwakilan keluarga pasien, Ismet Saputra Wijaya, menyampaikan klarifikasi bahwa mereka tidak pernah sekalipun mengaku atau mengatasnamakan diri sebagai keluarga Bupati Muba. Keluarga menegaskan bahwa mereka datang ke RSUD Sekayu murni sebagai pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan, tanpa membawa nama pihak manapun.

“Kami menolak tegas tuduhan tersebut. Kami hanya masyarakat biasa yang berobat ke RSUD Sekayu, tidak ada pernyataan dari pihak kami yang mengaku sebagai kerabat Bupati,” tegas Putra dalam konferensi pers di Tangerang, Selasa (19/8/2025).

Lebih lanjut, Putra juga meminta semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar karena dapat merugikan pasien dan mencoreng nama baik keluarga maupun pihak lain yang tidak terkait.

Keluarga berharap dengan adanya klarifikasi ini, publik dapat memahami duduk perkara sebenarnya, serta tidak lagi termakan isu atau kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Harapan kami, isu ini tidak berlarut-larut. Fokus utama kami adalah kesembuhan pasien dan menjaga nama baik semua pihak, "tandasnya.

Sumber: Dewan Pimpinan Pusat FWJ Indonesia

Koramil 02/Tambora Gelar Patroli Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

Koramil 02/Tambora Gelar Patroli Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

Kodam JayaJakarta Barat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, Koramil 02/Tambora melaksanakan patroli malam untuk mengantisipasi potensi tawuran dan balap liar di sejumlah titik rawan, Selasa (19/8/2025) malam.

Patroli dipimpin oleh Sertu Sarip bersama satu personel Babinsa dan satu personel Wanra. Dengan mengendarai dua unit kendaraan roda dua, petugas bergerak menyusuri jalan-jalan utama dan pemukiman warga di wilayah Kecamatan Tambora.

Rute patroli dimulai dari Koramil 02/TB pukul 22.00 WIB dan menyasar titik-titik yang dianggap rawan, di antaranya Jalan Tiang Bendera III, Jalan Kopi, Jalan Pejagalan, hingga kawasan Pasar Perniagaan. Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan di beberapa pos linmas dan area pertokoan untuk memastikan situasi tetap aman.

Dari hasil patroli, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya aktivitas tawuran, balapan liar, maupun kejadian menonjol lainnya.

Sertu Sarip menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah rutin Koramil 02/Tambora untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Tujuan utama patroli ini adalah mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memastikan lingkungan masyarakat tetap kondusif,” ungkapnya.

Kegiatan patroli malam ini juga sejalan dengan instruksi Danramil 02/Tambora untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Tambora merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Jakarta Barat.

Dengan adanya patroli rutin, diharapkan masyarakat semakin tenang dalam beraktivitas, serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar tetap damai dan kondusif. 

(Pendim 0503/JB) 

Babinsa Pekojan Monitoring Harga Sembako di Pasar Pejagalan

Babinsa Pekojan Monitoring Harga Sembako di Pasar Pejagalan

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sertu Tri Nurhadi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat dengan melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di PD Pasar Jaya Pejagalan, Jalan Pejagalan Raya RT 02 RW 05, Selasa pagi (19/8/2025).

Kegiatan pendataan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap stabilitas harga pangan di wilayah binaannya. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu memberikan informasi yang akurat bagi warga, sekaligus menjadi upaya deteksi dini terhadap gejolak harga yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Adapun hasil pantauan harga sembako hari ini, antara lain:

  • Beras: IR Rp 15.000/Kg, Pandan Wangi Rp 20.000/Kg, Merah Rp 20.000/Kg, Ketan Rp 20.000/Kg, Ramos Rp 15.000/Kg.
  • Cabai: Merah Kriting Rp 40.000/Kg, Rawit Rp 55.000/Kg, Merah Besar Rp 50.000/Kg, Rawit Hijau Rp 45.000/Kg, Rawit Merah Rp 60.000/Kg.
  • Bawang: Merah Rp 65.000/Kg, Putih Rp 40.000/Kg.
  • Telur ayam Rp 39.000/Kg, Gula pasir Rp 20.000/Kg, Tepung terigu Segitiga Biru Rp 13.000/Kg.
  • Minyak goreng: Curah Rp 22.000/Kg, Kemasan Rp 21.000/Kg.
  • Daging sapi Rp 170.000/Kg, Ayam potong Rp 45.000/Kg, Ayam kampung Rp 80.000/ekor.
  • Ikan: Mas Rp 37.000/Kg, Gurami Rp 55.000/Kg, Tenggiri Rp 70.000/Kg, Bawal Rp 35.000/Kg.
  • Komoditas lain seperti tomat Rp 25.000/Kg, kentang Rp 20.000/Kg, wortel Rp 15.000/Kg, garam dapur Rp 7.000/Kg, serta susu kaleng Rp 13.000.

Sertu Tri Nurhadi menegaskan bahwa pendataan harga ini akan terus dilakukan secara rutin. “Kami ingin memastikan harga kebutuhan pokok di pasar tetap terkendali. Jika terjadi lonjakan harga, kita bisa segera melaporkannya untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Masyarakat pun menyambut baik kehadiran Babinsa yang aktif turun langsung ke lapangan. Kehadiran aparat TNI di pasar tidak hanya meningkatkan rasa aman, tetapi juga memberikan kepastian informasi terkait harga barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan warga sehari-hari.

Dengan kegiatan ini, Babinsa Pekojan menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu memastikan ketersediaan dan kestabilan harga sembako.

(Pendim 0503/JB) 

Babinsa Pekojan Gelar Komsos Ajak Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Babinsa Pekojan Gelar Komsos Ajak Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sertu Tri Nurhadi melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga di Jalan Bandengan Utara III RT 003 RW 012, Selasa pagi (19/8/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bertatap muka dengan Rustam Ali (Kesra RW 012 Kel. Pekojan), Rudi (Koordinator Kebersihan Kel. Pekojan), Malik (warga setempat), serta sejumlah warga lainnya.

Sertu Tri Nurhadi menyampaikan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan melanda Jakarta. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir dan meningkatkan risiko penyakit, terutama bagi warga dengan daya tahan tubuh rendah.

“Jaga kesehatan dengan memperbanyak minum air mineral agar tubuh tetap fit. Jangan sampai aktivitas sehari-hari terganggu akibat menurunnya kondisi tubuh,” pesan Babinsa.

Selain itu, ia juga mengimbau warga untuk bijak dalam menerima informasi. “Hindari berita-berita hoaks yang belum jelas kebenarannya. Bila ada hal yang mencurigakan, segera berkoordinasi dengan Babinsa atau Binmas,” tegasnya.

Rustam Ali, selaku Kesra RW 012, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang telah memberikan saran serta masukan positif kepada masyarakat. “Kami berterima kasih atas silaturahmi ini. Semoga kegiatan seperti ini terus terjalin, sehingga hubungan Babinsa dan warga semakin erat,” ujarnya.

Kegiatan Komsos berjalan aman dan tertib. Kehadiran Babinsa disambut baik oleh warga karena dinilai mampu memberikan semangat sekaligus membangun kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan keamanan lingkungan.

(Pendim 0503/JB) 

Posyandu Dahlia RW 02 Gelar Layanan Kesehatan Balita dan Lansia

Posyandu Dahlia RW 02 Gelar Layanan Kesehatan Balita dan Lansia

Jakarta, penaxpose.com Posyandu Dahlia RW 02, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menggelar kegiatan rutin Posyandu dan Posbindu, Selasa (19/8/2025). Acara yang berlangsung di Sekretariat POS RW 02 ini dihadiri oleh jajaran pejabat kelurahan, kader kesehatan, serta masyarakat setempat.

Pelayanan yang diberikan meliputi pengukuran lingkar lengan dan kepala, tinggi serta berat badan balita, pemberian vitamin, imunisasi, hingga pemberian vitamin khusus bulan Agustus. Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut:

  1. Kasie Kesra, Nita Prihanti, S.Sos
  2. Kasie Lingkungan Hidup, Puji Rahayu, SE
  3. Jajaran Satpol PP
  4. Staf Kelurahan Krendang
  5. Bidan PKC Tambora
  6. Pengurus Wilayah RW 02
  7. Kader Posyandu RW 02
  8. Staf Kelurahan Krendang
  9. LMK RW 02
  10. FKDM Kelurahan Krendang

Kehadiran para pejabat dan kader kesehatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, tenaga medis, serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga, khususnya balita dan lansia.

“Kegiatan Posyandu dan Posbindu ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Harapannya, warga bisa lebih sadar pentingnya pemantauan kesehatan sejak dini,” ujar Titi, perwakilan FKDM Kelurahan Krendang.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, masyarakat RW 02 diharapkan semakin terbantu dalam menjaga kesehatan keluarga, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. (Titi) 

Banser NU Jakarta Barat: Siap Kawal Kebijakan Pemerintah dalam Bingkai Pancasila

Banser NU Jakarta Barat: Siap Kawal Kebijakan Pemerintah dalam Bingkai Pancasila

Jakarta, penaxpose.com  –  Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) di bawah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) DPD Jakarta Barat mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan program pemerintah serta kebijakannya.

Sejak berdirinya Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Banser sudah berkomitmen menjadi garda terdepan dalam melindungi Ulama Nahdlatul Ulama (NU) serta konsisten menjadi benteng NKRI. Maka dari itu, segala kebijakan pemerintah dan program pemerintah, Banser NU selalu berkomitmen mendukungnya.

Program Nawa Cita yang digaungkan oleh pemerintah sangat bagus dan kami sebagai Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) di bawah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) DPD Jakarta Barat mendukungnya.

Oleh karena dorongan dan inisiatif Ketua Umum Banser NU, maka Ketua DPD Banser Jakarta Barat H. Nurzaman Sidiq membuat Asta Cita Center.

Ketua DPD Banser NU mengatakan, Asta Cita Center merupakan program Ketua Umum GP Ansor Pusat sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk memastikan program Prabowo-Gibran dapat terealisasi dengan baik.

“Pemerintahan Prabowo-Gibran mempunyai visi besar yang harus kita dukung dengan memastikan berbagai kebijakan pemerintah telah terealisasi tepat sasaran.” []

Prof. DR. KH. Husnan Bey Fananie Deklarasi Maju Ketua Umum PPP: Momentum Kebangkitan Partai Umat

Prof. DR. KH. Husnan Bey Fananie Deklarasi Maju Ketua Umum PPP: Momentum Kebangkitan Partai Umat

Jakarta, 18 Agustus 2025 | penaxpose.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memasuki babak baru. Senin pagi, Prof. DR. KH. Husnan Bey Fananie, MA, resmi mendeklarasikan diri sebagai Calon Ketua Umum PPP. Deklarasi yang digelar di Jakarta ini menjadi penanda awal kebangkitan PPP untuk kembali meneguhkan jati dirinya sebagai partai umat.

Acara deklarasi berlangsung hangat, penuh semangat, sekaligus sarat makna. Dalam orasi politiknya, Husnan menegaskan tekadnya untuk mengembalikan marwah PPP.

“PPP adalah warisan perjuangan panjang para ulama dan umat. Amanah kita adalah merawat dan mengembangkannya agar tetap relevan dengan zaman. Saya siap mengabdi dengan segenap tenaga, pikiran, dan hati demi PPP yang lebih kuat dan lebih bermanfaat bagi umat serta bangsa,” ujar Husnan, cucu dari Tri Murti Pendiri Pondok Modern Gontor.

Visi Perjuangan

Dalam kesempatan itu, Husnan memaparkan empat fokus utama perjuangannya:

  1. Mengembalikan kejayaan PPP sebagai partai Islam moderat, terbuka, dan berintegritas.
  2. Mengokohkan struktur partai hingga ke akar rumput agar responsif terhadap aspirasi masyarakat.
  3. Memberikan ruang luas bagi generasi muda dan perempuan untuk tampil sebagai motor perubahan.
  4. Menghadirkan politik santun dan solutif dalam menjawab tantangan bangsa.

Dukungan Tokoh dan Simpatisan

Deklarasi ini dihadiri oleh jajaran tokoh senior PPP, kader, simpatisan, hingga perwakilan organisasi masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa Husnan mendapatkan dukungan moral maupun politik untuk membawa PPP bangkit kembali.

Para tokoh senior yang hadir menegaskan bahwa semangat fusi PPP—yang lahir dari gabungan Parmusi, NU, PERTI, dan SI—harus terus dijaga. PPP dipandang sebagai rumah besar umat yang tidak boleh kehilangan arah perjuangan.

“Kini saatnya PPP kembali menjadi kekuatan politik nasional yang diperhitungkan,” ungkap salah satu tokoh senior dalam deklarasi tersebut.

Kebangkitan PPP di Panggung Nasional

Deklarasi ini menjadi momentum penting bagi PPP menjelang agenda besar politik nasional, khususnya Pemilu mendatang. Dengan semangat persatuan dan kerja kolektif, Husnan membawa pesan bahwa PPP siap kembali ke panggung utama politik Indonesia.

Mengusung tagline “Kembalikan Kejayaan, Satukan Perjuangan”, langkah Husnan Bey Fananie tidak hanya dianggap sebagai pencalonan semata, tetapi juga sebagai gerakan kebangkitan PPP menuju partai modern yang tetap berakar pada nilai perjuangan umat. []