Babinsa Jembatan Besi Monitoring Harga Sembako di Pasar

Babinsa Jembatan Besi Monitoring Harga Sembako di Pasar

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Kelurahan Jembatan Besi, Sertu Sarip, melaksanakan pendataan harga kebutuhan pokok masyarakat (sembako) di PD Jaya Pasar Impres, Jalan Jembatan Besi II, RT 10 RW 03, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 08.30 WIB.

Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kestabilan harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaannya di pasar.

Harga Sembako yang Tercatat:

Beras:

  • IR Rp14.000/kg
  • Pandan Wangi Rp20.000/kg
  • Beras Merah Rp18.000/kg
  • Ketan Rp22.000/kg
  • Idola Rp15.000/kg
  • Ramos Rp15.000/kg
  • Rojo Lele Rp15.000/kg
  • Premium Rp14.900/kg
  • Krisna Rp14.000/kg
  • Muncul Rp14.000/kg

Cabai:

  • Merah Kriting Rp50.000/kg
  • Rawit Rp50.000/kg

Bawang:

  • Merah Rp35.000/kg
  • Putih Rp45.000/kg

Sayuran:

  • Tomat Rp15.000/kg
  • Kentang Rp25.000/kg
  • Wortel Rp15.000/kg

Lain-lain:

  • Telur ayam Rp29.000/kg
  • Gula pasir Rp18.000/kg
  • Terigu Segitiga Biru Rp13.000/kg
  • Minyak goreng curah Rp18.000/kg
  • Minyak goreng kemasan Rp19.000/kg
  • Daging sapi Rp150.000/kg
  • Daging ayam potong Rp51.000/kg
  • Susu kaleng Rp13.000/biji
  • Garam Rp6.000/bungkus
  • Ikan mas Rp37.000/kg
  • Ikan nila Rp36.000/kg

Laporan Berkala

Sertu Sarip menyampaikan bahwa harga sembako relatif stabil meski terdapat beberapa komoditas yang masih cukup tinggi, seperti cabai dan daging sapi. Perkembangan harga kebutuhan pokok akan terus dimonitor dan dilaporkan secara berkala.

Dengan adanya monitoring langsung di lapangan, diharapkan masyarakat dapat terbantu dengan informasi terkini mengenai harga sembako, sekaligus mencegah potensi lonjakan harga yang tidak wajar.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Gelar Karya Bakti Bersihkan Lingkungan di Jembatan Besi

Koramil 02/TB Gelar Karya Bakti Bersihkan Lingkungan di Jembatan Besi

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora (Kodim 0503/JB) melaksanakan kegiatan Karya Bakti dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah munculnya wabah penyakit di wilayah binaan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025 bertempat di Jalan Jembatan Besi Raya, RT 11 RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Apel kegiatan dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Jembatan Besi, Sertu Sarip ST, dengan melibatkan unsur masyarakat dan aparat setempat.

Kekuatan Personel

  • Koramil 02/TB: 1 personel (Sertu Sarip ST)
  • PPSU Kelurahan Jembatan Besi: 4 personel dipimpin Roni
  • Warga masyarakat: 2 orang dipimpin Bapak Kardi

Bentuk Kegiatan

Para peserta karya bakti bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan, meliputi:

  1. Menyapu jalan dan lingkungan sekitar
  2. Mengangkat sampah
  3. Membuang sampah ke tempat pembuangan yang telah disediakan

Peralatan yang Digunakan

  • Sapu
  • Pengki
  • Karung
  • Gerobak sampah

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB. Seluruh rangkaian pembersihan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora menegaskan pentingnya gotong royong antara TNI, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah timbulnya berbagai penyakit akibat lingkungan yang kotor. (Pendim 0503/JB) 

Babinsa Kalianyar Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Tambora

Babinsa Kalianyar Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Tambora

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, Babinsa Kelurahan Kalianyar, Sertu Sujanadi, melakukan pendataan harga sembako di Pasar Tradisional yang berlokasi di Jalan Kalianyar X, RT 002/RW 02, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (22/8/2025) pagi.

Dari hasil pemantauan, harga beras masih bervariasi, mulai dari Rp13.000/kg untuk jenis IR dan Muncul hingga Rp21.500/kg untuk beras ketan. Sementara itu, beras premium dijual Rp14.900/kg, dan jenis Pandan Wangi serta beras merah sama-sama mencapai Rp18.000–18.500/kg.

Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit tercatat Rp45.000/kg, sedangkan cabai merah keriting Rp40.000/kg. Harga bawang juga relatif tinggi, yaitu Rp60.000/kg untuk bawang merah dan Rp50.000/kg untuk bawang putih.

Beberapa kebutuhan dapur lainnya tercatat sebagai berikut:

  • Tomat Rp15.000/kg
  • Kentang Rp25.000/kg
  • Wortel Rp15.000/kg
  • Telur ayam Rp30.000/kg
  • Gula pasir Rp18.000/kg
  • Terigu Segitiga Biru Rp13.000/kg
  • Minyak goreng curah Rp18.000/kg dan kemasan Rp19.000/kg

Sementara itu, daging ayam potong dijual Rp55.000/kg, susu kaleng Rp13.000 per kaleng, garam dapur Rp6.000 per bungkus, serta ikan segar seperti ikan mas Rp37.000/kg dan ikan nila Rp36.000/kg.

Babinsa Sertu Sujanadi menjelaskan, pendataan ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk monitoring perkembangan harga di pasar tradisional.

“Kami akan terus melaporkan perubahan harga untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, serta mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas kebutuhan pokok,” ujarnya.

Laporan harga ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam melihat dinamika pasar sekaligus langkah antisipasi terhadap gejolak harga yang berpotensi membebani masyarakat.

(Pendim 0503/JB) 

Kodim 0503/JB Kembangkan Program Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Ikan dan Ayam Petelur

Kodim 0503/JB Kembangkan Program Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Ikan dan Ayam Petelur

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Kodim 0503/JB terus berupaya mendukung program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan. Pada Jumat (22/8/2025) pukul 10.45 WIB, Koramil 02/Tambora melaksanakan kegiatan program ketahanan pangan di wilayah binaannya yang berlokasi di Jalan Tiang Bendera III RT 007/03, Kelurahan Roamalaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Koramil 02/Tambora mengembangkan dua jenis budidaya, yakni:

1. Budidaya Ikan

  • Ikan Lele
  • Ikan Nila

2. Budidaya Ayam Petelur

  • Jumlah ayam: 14 ekor
  • Produksi telur rata-rata per hari: 4 butir

Program ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI AD melalui jajaran teritorial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penyediaan sumber pangan sehat dan terjangkau.

Melalui budidaya ikan dan ayam petelur, diharapkan selain memenuhi kebutuhan pangan prajurit dan masyarakat sekitar, juga dapat menjadi contoh serta motivasi bagi warga untuk mengembangkan usaha serupa di lingkungannya.

Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program. (Pendim 0503/JB) 

Babinsa Kelurahan Kalianyar Ajak Warga Jaga Kesehatan di Musim Cuaca Ekstrem

Babinsa Kelurahan Kalianyar Ajak Warga Jaga Kesehatan di Musim Cuaca Ekstrem

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Kelurahan Kalianyar, Koramil 02/Tambora, Sertu Sujanadi terus aktif menjaga kedekatan dengan masyarakat. Pada Jumat (22/8/2025) pukul 08.30 WIB, ia melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) di Posko Pengaduan dan Pelayanan Masyarakat, Jalan Kalianyar IV No.10, RT 004/03, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa berinteraksi dengan Erik (Caraka) dan Bapak Dedi (Pamdal) Kelurahan Kalianyar. Sertu Sujanadi menyampaikan informasi terkait perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir maupun penyakit, khususnya bagi warga yang memiliki daya tahan tubuh rendah.

“Jaga kesehatan dengan rutin minum air mineral agar tubuh tetap bugar, sehingga bisa melindungi diri sendiri maupun keluarga,” pesannya.

Selain itu, Babinsa juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran berita hoaks. “Apabila menemukan informasi yang meresahkan atau hal-hal mencurigakan, segera koordinasikan dengan Babinsa maupun Binmas agar bisa ditangani dengan tepat,” imbuhnya.

Warga yang hadir, yakni Erik dan Dedi, menyampaikan apresiasi atas silaturahmi Babinsa yang tidak hanya membawa suasana keakraban, tetapi juga memberikan masukan yang bermanfaat. “Semoga kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan sinergis antara Babinsa dengan masyarakat,” ungkap mereka.

Kegiatan Komsos berjalan aman, tertib, dan penuh keakraban. Di akhir pertemuan, Sertu Sujanadi kembali menegaskan pentingnya menjaga kesehatan dalam setiap aktivitas sehari-hari. (Pendim 0503/JB) 

Pengibar Bendera 17 Agustus di Pandeglang, Christian Permana, Sosok Anak Pesisir Nelayan Dari Muara Angke

Pengibar Bendera 17 Agustus di Pandeglang, Christian Permana, Sosok Anak Pesisir Nelayan Dari Muara Angke

Pandeglang, penaxpose.comMomen salah satu anak pesisir nelayan dari Muara Angke, Jakarta Utara, Christian Permana mendapatkan kesempatan mengibarkan bendera merah putih pada acara HUT Ke-80 RI, 17 Agustus tahun 2025 adalah hal yang sangat membanggakan, bertempat di Alun Alun Pandeglang, Banten, pada Minggu (17/8/2025). 

Hal ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan bagi Christian Permana, namun juga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,  termasuk mereka yang menjadi peserta Paskibraka dari Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, SMA Presiden 2 Tanjung Lesung (Boarding School).

Christian Permana masuk menjadi Paskibraka untuk tingkat Kabupaten tidaklah mudah, karena dalam pendidikan yang diemban nya saat itu, dia harus mengikuti tes dari seleksi di berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Pandeglang. 

Siswa SMA Presiden 2 Tanjung Lesung (Boarding School) yang memiliki tinggi sekitar 171 cm dengan hobby olahraga, belajar dan tahfidz qur'an ini, diketahui selepas dari SMA dirinya berkeinginan melanjutkan kejenjang pendidikan militer serta ingin mengikuti tes Akademi Polisi (Akpol) Taruna.

Christian Permana, putra pertama dari pasangan James Wiling dan Nurhayati ini merupakan sosok anak yang memiliki ketekunan dan kegigihan dalam belajar, meski jauh dari orang tua, kehidupan keseharian nya penuh dengan kemandirian.

Sementara, James Wiling yang merupakan Tokoh Pemuda di Muara Angke, yang juga salah satu pembina Yayasan Yatim Piatu di Masjid Al Mubarok Muara Angke, berharap kelak anaknya menjadi anak yang bermanfaat untuk bangsa dan negara.

"Saya merasa bangga ketika Christian permana terpilih menjadi salah satu pengibar bendera pada 17 Agustus di Alun-alun Pandeglang, ini adalah satu pencapaian dari ketekunan dan kegigihan dalam belajar, semoga prestasi ini tidak menjadikan nya berbesar hati, namun tetap rendah hati," Ungkap James Wiling. (Rls) 


#Christian Permana
#Anak Pesisir Nelayan Muara Angke
#Paskibraka 17 Agustus 2025
#SMA Presiden 2 Tanjung Lesung (Boarding School)
#Yayasan Universitas Presiden
#Alun-alun pandeglang
#HUT Ke-80 RI

Sidang Tabrak Lari Grisenda: Eksepsi Ditolak, Keluarga Korban Pertanyakan Penangguhan Tahanan

Sidang Tabrak Lari Grisenda: Eksepsi Ditolak, Keluarga Korban Pertanyakan Penangguhan Tahanan

Jakarta, penaxpose.com | Sidang putusan sela kasus tabrak lari yang menewaskan Supardi (82) di Perumahan Grisenda digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Kamis (21/08/2025). Majelis hakim menolak eksepsi terdakwa, Ivon, dan sidang akan dilanjutkan dua minggu mendatang dengan menghadirkan saksi.

Keluarga Supardi (korban) menyambut baik keputusan tersebut, namun mempertanyakan mengapa terdakwa tidak ditahan. Haposan, anak korban mengungkapkan kekecewaannya atas penangguhan penahanan dengan alasan sakit, yang dianggap upaya menghambat mencari keadilan.

"Kami berterima kasih kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum atas putusan ini. Namun, kami kecewa karena terdakwa belum ditahan. Sudah 100 hari papah meninggalkan kami, dan kami meminta keadilan," ujar Haposan kepada media.

Haposan juga telah bersurat kepada Ketua PN Jakarta Utara untuk mempercepat penahanan terdakwa, serta meminta penegak keadilan untuk menjalankan proses hukum seadil-adilnya.

Supardi ditabrak saat jogging pagi di Perumahan Grisenda, Kapuk Muara, Jakarta Utara, pada 9 Mei 2025. Saksi mata dan bukti CCTV menunjukkan insiden terjadi di depan kantor sekretariat RW 10.

Haposan menjelaskan, papahnya ditabrak dari belakang oleh mobil yang kendarai pelaku saat jogging. Pelaku kemudian melarikan diri tanpa mengakui perbuatannya.

Korban dilarikan ke Rumah Sakit PIK dan dirawat di ICU selama tiga hari sebelum meninggal pada 11 Mei 2025. Selama perawatan, keluarga pelaku tidak menunjukkan empati atau meminta maaf.

"Papah tergeletak berdarah-darah dengan kepala pecah. Selama tiga hari di ICU, tidak ada satupun keluarga penabrak yang datang menanyakan kondisi papah, sampai akhirnya beliau meninggal," ungkap Haposan.

Terdakwa sempat ditahan selama 13 hari sebelum mengajukan penangguhan penahanan. Setelah penangguhan, pelaku tidak menunjukkan itikad baik kepada keluarga korban.

(*/Red)