Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Patroli Siskamling Bersama Warga di Roa Malaka

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Patroli Siskamling Bersama Warga di Roa Malaka

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan di malam hari, Babinsa Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Serka Sadikin Yp, melaksanakan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) atau Pam Swakarsa bersama warga di Ruko Aspetek, Jalan Gang Burung Dalam, RT 010/RW 02, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, pada Selasa (21/10/2025) pukul 22.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Sadikin turut berkoordinasi dan berdialog dengan para petugas keamanan setempat, antara lain Erwin, Ridwan (Security), dan Abel (Wanra) yang tengah melaksanakan tugas jaga malam.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya TNI melalui Koramil 02/Tambora dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah binaan.

Pesan Babinsa: Jaga Kekompakan dan Waspada Terhadap Situasi Lingkungan

Dalam arahannya, Serka Sadikin Yp memberikan beberapa imbauan penting kepada para petugas jaga malam, antara lain:

  1. Menjaga kekompakan dan meningkatkan kewaspadaan dalam melaksanakan tugas Siskamling, serta membawa alat bantu komunikasi, pentungan, dan menerapkan sistem jaga berpasangan (body system) untuk keamanan.
  2. Melaksanakan patroli keliling setiap dua jam sekali secara bergantian guna memastikan lingkungan tetap aman dan terkendali.
  3. Segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada rekan jaga, Ketua RT/RW, Babinsa, atau Bimas, dan tidak bertindak sendiri demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
  4. Menjaga kesehatan dan stamina tubuh, agar tetap prima dalam melaksanakan tugas malam hari.

“Siskamling bukan hanya tugas keamanan, tetapi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan. Dengan kerja sama dan kewaspadaan, kita dapat menciptakan wilayah yang aman dan nyaman bagi warga,” ujar Serka Sadikin Yp.

Kegiatan berjalan lancar, dan hingga selesai situasi di wilayah Roa Malaka dilaporkan aman dan kondusif.

Kegiatan Siskamling oleh Babinsa Koramil 02/Tambora ini diharapkan dapat terus memperkuat rasa aman, semangat gotong royong, serta mempererat hubungan antara aparat TNI dan masyarakat di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Lakukan Pemantauan Harga Sembako di Pasar Tradisional Duri Selatan

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Lakukan Pemantauan Harga Sembako di Pasar Tradisional Duri Selatan


Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang akhir Oktober 2025, Babinsa Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Serma Nurhasan, melaksanakan kegiatan pemantauan dan pendataan harga sembako di Pasar Tradisional Pos Duri, Jalan Duri Selatan IX, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, pada Rabu (22/10/2025) pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI melalui jajaran Babinsa untuk mendukung program pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat, khususnya di wilayah binaan.

Dalam pendataan tersebut, Serma Nurhasan mencatat bahwa harga beberapa komoditas masih relatif stabil. Untuk jenis beras, harga berkisar antara Rp14.000 hingga Rp22.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya. Beras IR dijual seharga Rp14.000/kg, sedangkan Pandan Wangi mencapai Rp20.000/kg, dan Beras Ketan Rp22.000/kg.

Untuk komoditas cabai, Cabai Rawit berada di harga Rp45.000/kg, sementara Cabai Merah Kriting dijual Rp40.000/kg. Sedangkan harga bawang merah dan bawang putih tercatat masing-masing Rp50.000/kg dan Rp45.000/kg.

Beberapa bahan pokok lain juga terpantau stabil, di antaranya tomat Rp15.000/kg, kentang Rp25.000/kg, wortel Rp15.000/kg, telur ayam Rp29.000/kg, serta gula pasir Rp18.000/kg. Untuk kebutuhan dapur lainnya, minyak goreng curah dijual Rp18.000/kg, dan minyak kemasan Rp19.000/kg.

Sementara itu, daging ayam potong berada pada harga Rp55.000/kg, ikan mas Rp37.000/kg, dan ikan nila Rp36.000/kg. Adapun susu kaleng Rp13.000/buah dan garam dapur Rp6.000/kg.

Serma Nurhasan menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kestabilan ekonomi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok agar dapat segera melaporkan jika terjadi lonjakan signifikan. TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” ujar Serma Nurhasan.

Danramil 02/Tambora mengapresiasi langkah para Babinsa di lapangan yang aktif dalam menjalankan tugas pemantauan harga sembako sebagai bagian dari pembinaan teritorial.

“Pemantauan ini penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Babinsa harus selalu hadir di tengah warga untuk memberi solusi dan rasa aman,” tegas Danramil. 

Pemantauan harga sembako oleh Babinsa Koramil 02/Tambora ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi penting bagi masyarakat sekaligus wujud sinergi antara TNI dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Jakarta Barat. 

(Pendim 0503/JB) 

Legalitas untuk Keadilan Ekonomi: Mama-Mama Papua Jadi Prioritas Pendataan UMKM

Legalitas untuk Keadilan Ekonomi: Mama-Mama Papua Jadi Prioritas Pendataan UMKM

Wamena, penaxpose.com - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Perindakop) terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dengan langkah konkret: pendataan dan pengurusan dokumen kependudukan bagi pelaku usaha mikro di wilayah pegunungan.

Langkah strategis itu diwujudkan melalui penyerahan 1.000 dokumen KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi kelompok Mama-Mama Papua Tim Doa Maria, yang menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi lokal.

Penyerahan dokumen berlangsung di kantor Dinas Perindakop Papua Pegunungan, Senin (20/10), pukul 13.45 WIT. Kepala Dinas Perindakop, Alpius Yigibalom, S.H., M.Si., yang juga merupakan mantan Penjabat Bupati Lanny Jaya, secara langsung menerima dokumen tersebut dari perwakilan Mama-Mama Tim Doa Maria yang dipimpin oleh Elisabet Kogoya.

Menurut Alpius, program ini merupakan implementasi nyata dari arahan Gubernur Papua Pegunungan untuk memperkuat basis legalitas pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya kaum perempuan Papua.

“Kita tidak bisa bicara penguatan ekonomi rakyat tanpa memastikan mereka memiliki identitas hukum yang sah. KTP dan KK adalah pintu masuk bagi Mama-Mama Maria Papua untuk mendapatkan akses terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi,” ujar Alpius dalam keterangannya.


Pentingnya Legalitas dalam Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Dari perspektif kebijakan publik, kegiatan ini tidak sekadar administratif, melainkan juga strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan. Legalitas kependudukan menjadi prasyarat penting untuk berbagai layanan publik, termasuk perizinan usaha, akses pembiayaan, bantuan modal, serta perlindungan sosial.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan menegaskan bahwa negara wajib memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap status pribadi dan hukum setiap warga negara. Dalam konteks Papua Pegunungan yang berstatus sebagai daerah otonom baru, kewajiban ini menjadi landasan moral sekaligus administratif bagi pemerintah provinsi.

“Kepemilikan dokumen kependudukan bukan sekadar pelayanan dasar, tetapi fondasi dari seluruh sistem pelayanan publik. Tanpa dokumen yang sah, warga sulit mengakses hak-haknya sebagai warga negara,” tambah Alpius.

Mama-Mama Maria Papua sebagai Penggerak UMKM Lokal

Kelompok Mama-Mama Papua selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi pasar rakyat di Wamena dan sekitarnya. Mereka aktif dalam perdagangan hasil bumi, makanan lokal, dan kerajinan tangan yang menjadi identitas ekonomi daerah.

Dengan adanya pendataan kependudukan ini, para mama diharapkan dapat segera terintegrasi dalam sistem administrasi provinsi sehingga lebih mudah mendapatkan pelatihan, bantuan permodalan, dan sertifikasi usaha melalui Dinas Koperasi dan UKM.

Elisabet Kogoya, perwakilan Tim Doa Mama Mama Maria, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah.

“Selama ini kami berjualan seadanya, banyak yang belum punya KTP. Sekarang kami bisa urus dengan bantuan pemerintah. Harapan kami bisa ikut program bantuan usaha supaya lebih maju,” ujarnya.

Langkah Menuju Tata Kelola Ekonomi yang Inklusif

Kebijakan ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk menghadirkan tata kelola ekonomi yang inklusif, partisipatif, dan berbasis data kependudukan. Dengan mengintegrasikan sektor administrasi, koperasi, dan perdagangan, Pemprov berupaya memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah serta meningkatkan kualitas layanan publik di daerah pegunungan.

Langkah ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak selalu dimulai dari infrastruktur besar, tetapi dari penguatan identitas dan hak-hak dasar masyarakat. (Red)

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Laksanakan Pemantauan Harga Sembako di Pasar Impras Jembatan Besi

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Laksanakan Pemantauan Harga Sembako di Pasar Impras Jembatan Besi

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat, Babinsa Kelurahan Jembatan Besi Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Sertu Sarip ST, melaksanakan kegiatan pendataan harga sembako di PD Jaya Pasar Impras, Jalan Jembatan Besi II, RT 01/RW 04, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, pada Sabtu (21/10/2025) pukul 08.00 WIB.

Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan fluktuasi harga menjelang akhir bulan serta untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat di wilayah binaan.

Dari hasil pendataan yang dilakukan, harga kebutuhan pokok di Pasar Impras masih tergolong stabil. Untuk beras jenis IR dijual seharga Rp14.000/kg, sedangkan beras premium mencapai Rp14.900/kg. Adapun cabai merah keriting dan cabai rawit masih berada di kisaran Rp50.000/kg, sementara bawang merah Rp35.000/kg dan bawang putih Rp45.000/kg.

Untuk komoditas lain seperti telur ayam Rp29.000/kg, gula pasir Rp18.000/kg, dan minyak goreng curah Rp18.000/kg. Harga daging sapi masih di angka Rp150.000/kg, sementara ayam potong Rp51.000/kg.

Sertu Sarip ST menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) TNI AD untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif.

“Kami ingin memastikan harga-harga bahan pokok di pasar tradisional tetap terjangkau oleh masyarakat, serta membantu aparat pemerintah dalam memantau stabilitas pangan,” ujarnya.

Kegiatan berjalan aman dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari para pedagang dan warga sekitar yang mengapresiasi kehadiran Babinsa di tengah masyarakat.

(Pendim 0503/JB)

Wujud Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan, Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Karya Bakti

Wujud Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan, Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Karya Bakti

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah munculnya wabah penyakit, personel Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan kegiatan Karya Bakti di wilayah Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, pada Sabtu (18/10/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Prof. Dr. Latumenten RT 10/RW 01 ini dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Jembatan Besi, Sertu Sarip ST, dengan melibatkan unsur PPSU Kelurahan Jembatan Besi sebanyak empat personel di bawah pimpinan Erwin, serta dua warga masyarakat yang turut serta secara sukarela.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta melaksanakan sejumlah pekerjaan seperti menyapu, mengangkat, dan membuang sampah yang menumpuk di area lingkungan padat penduduk. Adapun peralatan yang digunakan antara lain sapu, pengki, karung, dan gerobak sampah.

Sertu Sarip ST menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan masyarakat.

“Melalui karya bakti ini, kami ingin mengajak warga untuk selalu menjaga kebersihan dan mencegah timbulnya penyakit akibat lingkungan yang kotor, terutama di musim pancaroba,” ujarnya.

Kegiatan karya bakti berlangsung hingga pukul 09.00 WIB dengan situasi aman dan lancar. Warga sekitar menyambut positif kegiatan ini dan berharap aksi serupa dapat dilakukan secara rutin untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Turun Tangan Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Angke

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Turun Tangan Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Angke


Kodam Jaya, Jakarta Barat – Personel Koramil 02/Tambora Kodim 0503/JB bersama unsur Tiga Pilar Kecamatan Tambora melaksanakan apel kerja bakti dan pembersihan puing-puing pasca kebakaran yang terjadi di kawasan RT 011 RW 07, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, pada Selasa (21/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan parkir Komplek BDN, Jl. Prof. Dr. Latumenten Raya ini dipimpin oleh Camat Tambora, Holi Susanto, dan turut dihadiri oleh perwakilan Danramil 02/TB Pelda Mi’an bersama jajaran Babinsa yang terjun langsung membantu warga terdampak kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, Koramil 02/TB mengerahkan lima personel di bawah pimpinan Serma Nurhasan, yang bergabung bersama 142 peserta apel gabungan dari berbagai instansi.

“Kami hadir bukan hanya untuk membantu membersihkan puing, tapi juga untuk memberi semangat kepada warga agar bangkit kembali setelah musibah ini,” ujar Serma Nurhasan di sela kegiatan.

Camat Tambora, Holi Susanto, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas sinergi Koramil, Polsek, dan seluruh unsur masyarakat yang terlibat.

“Gotong royong ini bukti nyata kolaborasi Tiga Pilar. Mari kita jaga keselamatan, bekerja bersama dengan semangat kebersamaan dan kepedulian,” katanya.

Selain Koramil 02/TB, kegiatan ini juga melibatkan unsur Polsek Tambora, Satpol PP, PPSU, Dinas Lingkungan Hidup, Sumber Daya Air, Pertamanan dan Kehutanan, Bina Marga, Dinas Sosial, Damkar, Dishub, LMK, FKDM, BPBD, serta perwakilan masyarakat dan perusahaan setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Camat Tambora Abdul Choir, Lurah Angke Firmansyah, Bhabinkamtibmas Aiptu Gusti Putu Sridana, Ketua RW 07 Haris Chandra, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Usai apel, para peserta langsung melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran, membersihkan puing-puing bangunan dan membantu warga menata lingkungan mereka.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan kehadiran jajaran Koramil dan unsur Tiga Pilar lainnya.

“Semangat kebersamaan ini jadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tutup Pelda Mi’an, mewakili Danramil 02/Tambora.

(Pendim 0503/JB) 

Nurwayah dan Kementerian Lingkungan Hidup Dorong Kalibaru Jadi Kampung Hijau Pesisir Jakarta

Nurwayah dan Kementerian Lingkungan Hidup Dorong Kalibaru Jadi Kampung Hijau Pesisir Jakarta

Jakarta Utara, penaxpose.com – Suara mesin pencacah plastik terdengar bergema di halaman RW 014, Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Sabtu (18/10/2025). Warga tampak antusias menyaksikan demonstrasi alat baru yang diserahkan langsung oleh Anggota DPR RI Nurwayah bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dalam kegiatan Sosialisasi Infrastruktur Hijau.

Bagi warga pesisir Kalibaru yang selama ini bergelut dengan tumpukan limbah cangkang kerang, kehadiran motor angkut dan mesin pencacah plastik ibarat napas baru dalam perjuangan menjaga kebersihan lingkungan.

Kebersihan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” ujar Nurwayah di hadapan warga yang memadati lokasi acara. “Kalau masyarakat aktif, saya yakin Kalibaru bisa jadi contoh pengelolaan sampah berbasis komunitas di pesisir Jakarta.”

Dari Laut ke Darat: Menangani Limbah Kerang yang Menumpuk

Kalibaru dikenal sebagai sentra pengupasan kerang hijau terbesar di Jakarta Utara. Aktivitas ini menjadi sumber penghidupan ratusan keluarga, namun juga meninggalkan persoalan besar: limbah cangkang yang menumpuk hingga empat meter di pesisir sepanjang 500 meter.

Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat, setiap hektare wilayah produksi menghasilkan 1–1,5 ton limbah cangkang setiap harinya. Bau menyengat, lalat, dan ancaman kesehatan pun menjadi pemandangan akrab di kawasan tersebut.

Namun belakangan, tanda-tanda perubahan mulai terlihat. Hampir semua RW di Kelurahan Kalibaru kini memiliki Bank Sampah Unit yang aktif. Gerakan pilah sampah pun tumbuh, digerakkan oleh ibu-ibu PKK yang menjadi motor perubahan di lingkungannya.

“Sekarang warga mulai terbiasa memilah sampah organik dan anorganik dari rumah,” kata Nurwayah yang juga duduk di Komisi XII DPR RI mewakili Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu).

Bantuan Nyata untuk Gerakan Hijau Warga

Sebagai wujud dukungan terhadap semangat warga, Kementerian Lingkungan Hidup menyerahkan bantuan berupa lima unit gerobak motor sampah, dua mesin pencacah elektrik, tiga puluh tong sampah besar, dan dua timbangan duduk. Bantuan tersebut disalurkan melalui program aspirasi Nurwayah kepada Bank Sampah Bintang Mandiri dan Pospat, yang menjadi pelaksana utama di tingkat masyarakat.

Kementerian juga mengusulkan pembentukan forum multipihak yang melibatkan warga, pengurus RT/RW, kelurahan, dan pemerintah kota, agar penanganan limbah – termasuk cangkang kerang – dapat dilakukan secara terpadu.

“Bantuan alat tidak cukup kalau tidak ada pendampingan. Edukasi dan keterlibatan warga itu yang paling penting,” tegas Nurwayah. “Kita ingin perubahan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.”

Menuju Kalibaru yang Bersih dan Berdaya

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Pokja Infrastruktur Hijau Direktorat PPKWPL KLH Iwan Nirawandi, S.Si., M.E., Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Atik, Sekretaris Kelurahan Kalibaru Suparman, dan Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Ayu, serta tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan Sumarsono.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyerukan komitmen untuk menjadikan Kalibaru sebagai kawasan pesisir hijau – tempat ekonomi dan ekologi bisa berjalan seimbang.

“Kalau dulu pantai identik dengan tumpukan cangkang, ke depan kita ingin identik dengan kreativitas warganya yang mampu mengubah sampah jadi berkah,” ujar salah satu kader Gerakan Pilah Sampah dengan penuh semangat.

Dengan kolaborasi antara warga, pemerintah, dan Kementerian Lingkungan Hidup, harapan itu bukan lagi sekadar mimpi. Kalibaru kini melangkah menuju masa depan pesisir yang lebih bersih, berdaya, dan berkelanjutan. (AG)