Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Perkuat Keamanan Wilayah, Babinsa Roa Malaka Gelar Siskamling Bersama Tiga Pilar

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Perkuat Keamanan Wilayah, Babinsa Roa Malaka Gelar Siskamling Bersama Tiga Pilar

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan, Babinsa Kelurahan Roa Malaka Koramil 02/Tambora, Pelda Doddy, melaksanakan kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa bersama unsur Tiga Pilar dan petugas lingkungan pada Jumat malam (14/11/2025) di Posko Tiga Pilar Kelurahan Roa Malaka, Jl. Tiang Bendera V No. 36, Tambora, Jakarta Barat.

Kegiatan pengamanan malam tersebut diikuti oleh unsur gabungan, antara lain Bpk. Erwan (Satpol PP), Bpk. Mustaqim (Pamdal), serta anggota PPSU Bpk. Munib, Bpk. Indra, dan Bpk. Romeo. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi demi menciptakan kondisi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif.

Dalam arahannya, Pelda Doddy menegaskan pentingnya kewaspadaan petugas saat bertugas pada malam hari, terutama pada jam-jam rawan. Ia mengimbau agar petugas meningkatkan pengawasan terhadap orang-orang yang keluar masuk lingkungan Kantor Kelurahan, terutama menjelang dini hari.

Beberapa penekanan yang diberikan Babinsa meliputi:

  • Memperketat penjagaan dan melakukan patroli berkala dengan sistem body system setiap dua jam.
  • Menyiapkan perlengkapan siskamling, seperti tongkat, HT, dan alat komunikasi lainnya.
  • Melaporkan segera kepada Babinsa, Bimas, atau pengurus RT/RW apabila terjadi hal mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas.
  • Menjaga faktor keamanan diri serta kesehatan selama bertugas agar pelayanan keamanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

Kegiatan Siskamling berlangsung tertib, aman, dan penuh kekompakan, sekaligus menunjukkan komitmen Koramil 02/TB dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kerja sama aktif dengan Tiga Pilar dan masyarakat.

(Pendim 0503/JB)

Konsisten Jaga Kamtibmas, Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Sisir Titik Rawan di Tambora

Konsisten Jaga Kamtibmas, Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Sisir Titik Rawan di Tambora

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora kembali melaksanakan patroli malam dalam rangka mengantisipasi potensi tawuran dan aksi balap liar di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat malam (14/11/2025). Patroli berlangsung mulai pukul 22.00 hingga 23.00 WIB dengan menyasar sejumlah titik rawan gangguan keamanan.

Patroli dipimpin oleh Sertu Candra G, didukung tiga personel gabungan yang terdiri dari Babinsa, Wanra, dan Mitra Jaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas rutin Koramil 02/TB dalam menciptakan rasa aman dan menjaga kondusivitas di lingkungan masyarakat.

Tim patroli bergerak dari Koramil 02/TB dan melintasi sejumlah rute, antara lain Jl. Kopi, Jl. Perniagaan, dan Jl. Jembatan. Beberapa titik pengawasan juga menjadi fokus monitoring, seperti:

  • Check Point I: Pasar Pagi Roa Malaka, Jl. Pintu Kecil, dan Gang Burung
  • Check Point II: Gereja GPIA Tambora, Jl. Tambora, Jl. Blandongan, dan Jl. Perniagaan
  • Check Point III: Pasar Jembatan Lima, Jl. KH. Moch. Mansyur, Jl. Tubagus Angke, dan Jl. Laksa
  • Check Point IV: Gereja Sidang Jemaat, Jl. Tubagus Angke, Jl. Jembatan Dua, dan Jl. Bandengan Selatan
  • Check Point V: SMKN 9 Jakarta, Jl. Pekojan, Jl. Bandengan Utara, dan Jl. Tubagus Angke

Selama pelaksanaan patroli, situasi wilayah terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya indikasi tawuran maupun balapan liar, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Koramil 02/TB dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah padat penduduk seperti Tambora. Melalui kehadiran petugas di lapangan, Koramil berharap dapat mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

(Pendim 0503/JB) 

Giat Siskamling Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Wujudkan Keamanan Berbasis Warga

Giat Siskamling Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Wujudkan Keamanan Berbasis Warga

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan, Babinsa Kelurahan Kalianyar Koramil 02/Tambora, Sertu Sujanadi, melaksanakan kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa bersama petugas Linmas di Pos RW 04, Jalan Kalianyar Raya RT 004/RW 04, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis malam (13/11/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa berdialog dengan Heri, petugas Linmas yang tengah melaksanakan jaga malam bersama rekannya. Sertu Sujanadi memberikan sejumlah imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat keamanan lingkungan.

Adapun imbauan yang disampaikan Babinsa antara lain:

  1. Mengoptimalkan peran Siskamling agar situasi wilayah tetap aman dan kondusif, serta melengkapi diri dengan alat komunikasi, pentungan, dan body system.
  2. Melakukan kontrol lingkungan setiap dua jam secara bergantian guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.
  3. Segera melapor apabila ditemukan hal mencurigakan, dengan menghubungi rekan jaga malam, RT/RW, pihak kelurahan, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas, dan menghindari tindakan seorang diri.
  4. Menjaga kondisi kesehatan, agar petugas jaga dapat melaksanakan tugas secara optimal.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat apresiasi karena dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara aparat kewilayahan dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

(Pendim 0503/JB) 

Patroli Malam Terpadu Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman

Patroli Malam Terpadu Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam rangka menjaga kondusifitas keamanan wilayah, Koramil 02/Tambora kembali melaksanakan patroli malam untuk mengantisipasi tawuran, gank motor, balap liar, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya pada Kamis malam (13/11/2025).

Patroli yang dipimpin oleh Sertu Sujanadi ini melibatkan tiga personel gabungan, terdiri dari Babinsa, Wanra, dan Mitra Koramil. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga 00.00 WIB dengan menyusuri sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Tambora.

Rute Patroli Menyasar Titik Rawan Kriminalitas

Patroli dimulai dari Makoramil 02/Tambora, lalu bergerak ke sejumlah ruas jalan seperti Jl. Kopi, Jl. Tiang Bendera, Jl. Perniagaan, Jl. Asemka, Jl. Pintu Kecil, Jl. Bandengan Selatan, Jl. Pejagalan Raya, hingga kawasan Kalianyar yang selama ini diketahui sebagai titik kerawanan.

Empat titik cek (Check Point) menjadi fokus pemantauan, yaitu:

  • Vihara Tambora (22.30 WIB)
  • Gereja Sidang (23.00 WIB)
  • SMK Negeri 9 (23.15 WIB)
  • SMP Budi Bahasa (23.30 WIB)

Di setiap lokasi, personel Koramil memastikan situasi aman, memantau potensi gangguan keamanan, dan berkoordinasi dengan warga sekitar.

Komitmen Koramil 02/Tambora Jaga Keamanan Warga

Patroli malam ini menjadi bagian dari upaya rutin Koramil 02/TB dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Meski dengan perlengkapan terbatas, personel tetap melaksanakan tugas dengan maksimal menggunakan sepeda motor dinas dan perlengkapan pendukung pengamanan.

Koramil menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada jam rawan, demi mencegah aksi kriminalitas dan menjaga kenyamanan warga Tambora.

Kegiatan patroli berakhir pukul 00.00 WIB dan berjalan aman serta kondusif. Perkembangan situasi di lapangan akan terus dilaporkan secara berjenjang oleh petugas.

(Pendim 0503/JB) 

Di Balik Capaian 1,1 Miliar Porsi, Ahli Ingatkan Ancaman Alergi dan Keracunan di Program MBG

Di Balik Capaian 1,1 Miliar Porsi, Ahli Ingatkan Ancaman Alergi dan Keracunan di Program MBG

Jakarta, panaxpose.com - Wartawan senior Bambang Harimurti (BHM) menyoroti peran strategis Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. 

Menurut BHM, keterlibatan Polri bukan sekadar soal distribusi makanan, melainkan untuk mengantisipasi risiko kesehatan yang bisa menjadi bumerang bagi program ambisius ini.

Dalam pemaparannya, BHM mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kegagalan eksekusi program yang dinilainya baik. 

"Mimpi buruk saya adalah kalau program yang baik ini, gara-gara dalam eksekusi ada masalah, malah berbalik menjadi bumerang," ujar BHM, Rabu 12 November 2025, dalam diskusinya di program INANEWS.

Ia mencontohkan kasus di India, negara yang menjadi inspirasi program ini, di mana satu sekolah pernah mengalami tragedi 22 anak meninggal akibat keracunan makanan. "Ada waktu yang nyuci alat masak, ada zat kimia. Wah, skandal besar," kenang BHM.

BHM juga mengingatkan soal karakteristik fisiologis masyarakat Indonesia. "Mayoritas orang Indonesia itu alergi susu. Jadi kalau tahu-tahu dipaksain minum susu, diare dia," tegasnya.

Pengalaman pribadi BHM memperkuat peringatan ini. Ketika ia membantu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di rumahnya dan memberikan susu, banyak anak yang mengalami diare. "Akhirnya kita ganti kacang hijau," katanya.

Masalah serupa juga terjadi dengan alergi kacang yang bisa berakibat fatal. "Sekarang misalnya alergi kacang itu, anak-anak bisa mati kalau makan kacang," peringatannya.

BHM menilai keterlibatan Polri dalam program MBG saat ini masih bersifat transisi. 

"Polisi ini sekarang transisi. Karena ini hal yang baru, kalau dilaksanakan tidak dengan benar bisa mengakibatkan masalah keamanan, makanya intel harus masuk," jelasnya.

Kendati begitu, BHM menyinggung keunggulan Polri dalam mengelola SPPG yang menurutnya, terletak pada kemampuan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat.

"Polri termasuk Indonesia yang jagoan dalam soal standar operasional, apalagi SPPG POLRI itu kemarin mendapat apresiasi Presiden Prabowo yang pengelolaannya paling baik," katanya.

Ia mengusulkan beberapa protokol penting dalam hal pelaksanaan program MBG ini diantaranya ; Sekolah harus mencatat siswa yang memiliki alergi makanan tertentu. Sebelum pemberian makanan, harus dikonfirmasi dulu potensi alergi. Guru-guru harus dilatih mengenali gejala dan respons cepat jika ada masalah kesehatan. Prosedur cuci tangan dan penanganan darurat harus diajarkan dengan jelas.

"Jika perlu tambahan suplemen makanan untuk anak-anak seperti vitamin yang fungsinya untuk menekan angka stunting," ujar Bambang mantan Pemred Tempo.

Data terbaru menunjukkan program ini telah menjangkau 29,6 juta penerima manfaat, dengan 9.406 dapur SPPG beroperasi di 514 kabupaten/kota. Yang lebih mengesankan, model SPPG yang dikelola POLRI berhasil mencatat tingkat keamanan pangan 99,1% dengan waktu distribusi rata-rata hanya 2,3 jam.

BHM membandingkan keterlibatan Polri dengan konsep "community policing" (kepolisian warga) yang ia pelajari di Jepang. 

Disana, polisi tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga terlibat dalam kehidupan masyarakat, termasuk membantu anak-anak mengerjakan PR.

Menurutnya di Jepang, keamanan itu bukan hanya tugas Polisi, tapi juga peran serta aktif masyarakat membantu menciptakan keamanan untuk seluruh masyarakat. 

"Jadi sama halnya dengan Program MBG yang ditujukan untuk keperluan masyarakat ini. Masyarakat harus bisa berkontribusi untuk mewujudkan program MBG yang aman dan bermanfaat," katanya.

BHM menekankan pentingnya pengelolaan narasi publik untuk program MBG yang menyentuh 80 juta anak dan lebih dari 100 juta orang tua. 

"Dari sisi narasi, kan bahaya 100 juta orang ini kalau tidak dimanage soal isu MBG yang berkembang, tugas Polisi itu menjadi katup pengaman agar tidak meledak akibat dari isu negatif yang muncul, pertama SPPG POLRI ini menjadi contoh bagi SPPG lainnya,  kemudian menjadi pembimbing setelahnya posisi POLRI bisa menjadi pengawas,"  katanya.

Ia menggunakan analogi film India yang durasinya 3 jam. "Mungkin 2 jam 45 menit jagoan kalah terus, tapi 15 menit terakhir menang. Dan ketika orang selesai nonton, yang diingat ya 15 menit terakhir," jelasnya.

Strategi komunikasi yang diusulkan BHM adalah jujur mengakui masalah yang terjadi, lalu menunjukkan solusi dan pembelajaran dari setiap insiden.

"Kalau ada anak keracunan atau masuk rumah sakit, kita beritakan. Tapi ketika anak itu sudah sembuh dan pulih, kita angkat lagi ceritanya, dan jadikan momen edukasi," ujarnya.

BHM menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program pemberian makan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang.

Ia mengutip data World Food Organization (lembaga PBB) yang menyebutkan bahwa investasi 1 USD dalam program makan bergizi menghasilkan return 9 USD bagi generasi penerima manfaat MBG ini di tahun 2045 nanti.

"Kalau kita investasi ke orang sampai dapat sarjana, baru produktif berapa tahun, kena serangan jantung, biaya BPJS serangan jantung bisa ratusan juta. Negara rugi," paparnya, menyoroti masalah obesitas dan penyakit degeneratif yang kini menyerang usia produktif.

Harymurti mengungkapkan, SPPG POLRI berhasil mencapai efisiensi 15-20% lebih tinggi dibandingkan model konvensional.

"Biaya per porsi hanya Rp 12.500, sementara model Kemenkes Rp 15.200. Dalam skala miliar porsi, ini penghematan yang sangat signifikan," paparnya.

Perbedaan ini terjadi karena sistem berlapis yang dilakukan Satuan Pelaksana (SPPG) lain, di mana banyak "kuarteg" (perantara) mengambil keuntungan sebelum makanan sampai ke anak-anak.

BHM berharap pengalaman Polri dalam mengawal MBG dapat menjadi pembelajaran bagi SPPG lainnya, sehingga program yang digadang-gadang dapat mengubah masa depan generasi Indonesia ini benar-benar terlaksana dengan baik dan aman. []

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Hadiri Musyawarah Kelurahan Bahas Permohonan Pemberhentian Anggota LMK RW 04

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Hadiri Musyawarah Kelurahan Bahas Permohonan Pemberhentian Anggota LMK RW 04

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Babinsa Kelurahan Duri Utara, Serka Sadikin, mewakili Koramil 02/Tambora, menghadiri kegiatan Musyawarah Tingkat Kelurahan Duri Utara yang membahas tindak lanjut permohonan pemberhentian salah satu anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04, pada Kamis (12/11) pukul 14.00 WIB.

Kegiatan berlangsung di lantai 4 Kantor Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Musyawarah dipimpin langsung oleh Lurah Duri Utara Ari Kurnia, dan dihadiri oleh berbagai unsur tiga pilar kelurahan serta perwakilan masyarakat. Turut hadir antara lain Binmas Duri Utara Aiptu Indra K, Babinsa Duri Utara Serka Sadikin, Kasi Pemerintahan Elsa, Dewan Kota Yadi, Kasatgas Damkar Heri Pewe, Satpol PP Wawan, Ketua RW 04 Tita, para ketua RT 01–12, serta perwakilan FKDM dan LMK.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Duri Utara menyampaikan pentingnya menjaga suasana musyawarah yang kondusif serta menjadikan forum ini sebagai sarana mencari solusi terbaik bagi kelurahan. Forum kemudian memberikan saran dan pendapat terkait permohonan pemberhentian anggota LMK RW 04, serta melakukan audiensi dengan pihak terkait untuk klarifikasi.

Berdasarkan hasil musyawarah, disepakati untuk menindaklanjuti permohonan pemberhentian anggota LMK RW 04 dan menunggu hasil kesimpulan dari Forum RW 04 sebagai dasar keputusan selanjutnya.

Kegiatan berlangsung hingga pukul 17.15 WIB dengan situasi tertib, aman, dan kondusif.

Kehadiran Babinsa Duri Utara dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran aktif Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat dalam mendukung terciptanya suasana aman serta menjaga sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran dan Balapan Liar

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran dan Balapan Liar

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan patroli malam untuk mengantisipasi potensi tawuran remaja dan balapan liar, Rabu malam (12/11/2025) pukul 22.00–00.00 WIB.

Patroli dipimpin oleh Sertu Tri Nurhadi selaku Danru patroli, dengan kekuatan tiga personel yang terdiri dari Babinsa, anggota Wanra, dan Mitra Koramil.

Kegiatan dimulai dari Makoramil 02/Tambora dengan rute patroli meliputi kawasan Jl. Kopi, Jl. Bandengan Selatan, Jl. Pekojan III, Jl. Pangeran Tubagus Angke, Jl. Masjid Pekojan, Jl. Pejagalan Raya, Jl. Gedong Panjang, hingga SMKN 9 Tambora.

Selama patroli, personel melakukan pemantauan situasi di sejumlah titik rawan seperti Masjid Jami Anawier, SMPN 32, dan SMKN 9, sekaligus berkoordinasi dengan warga sekitar serta petugas keamanan lingkungan untuk memastikan kondisi tetap kondusif.

Danramil 02/Tambora, Mayor SKE Wahidin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan di malam hari, terutama di wilayah padat penduduk.

“Kami terus tingkatkan patroli malam agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Kolaborasi antara TNI, warga, dan aparat lain menjadi kunci menciptakan lingkungan yang tertib,” ujarnya.

Hingga patroli berakhir pukul 00.00 WIB, situasi di wilayah Koramil 02/Tambora terpantau aman, tertib, dan kondusif.

(Pendim 0503/JB)