Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Aktif Dampingi Siskamling Warga, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Aktif Dampingi Siskamling Warga, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan warga, Babinsa Kelurahan Tambora Koramil 02/Tambora, Sertu Candra Gunawan, melaksanakan kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa bersama unsur keamanan lingkungan dan masyarakat, Jumat malam (19/12/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Pos RW 02, Jalan Tambora I RT 05 RW 02, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.

Dalam kegiatan itu, Babinsa Sertu Candra G. bersinergi dengan Bapak Ardi (Hansip), Bapak Risman (Kamtib), serta warga setempat. Kehadiran Babinsa menjadi bentuk nyata komitmen TNI AD melalui Koramil 02/Tambora dalam mendukung sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Sertu Candra G. memberikan arahan dan imbauan kepada petugas jaga malam agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari. Ia mengingatkan pentingnya memantau aktivitas keluar-masuk lingkungan permukiman guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Babinsa juga menekankan perlunya penjagaan ketat di sekitar pos jaga dan lingkungan warga, serta pelaksanaan patroli rutin dengan sistem berpasangan (body system) setiap dua jam guna saling melindungi antarpetugas.

Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana siskamling seperti tongkat, HT, telepon seluler, dan perlengkapan pendukung lainnya turut menjadi perhatian agar respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan dengan cepat.

“Apabila terdapat kejadian menonjol atau hal-hal mencurigakan, segera berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun pengurus RT/RW agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” ujar Sertu Candra dalam arahannya.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas jaga untuk selalu mengutamakan faktor keselamatan diri, menjaga kesehatan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kelurahan Tambora.

Secara keseluruhan, kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa tersebut berjalan tertib, aman, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari warga. Sinergi antara Babinsa, unsur keamanan lingkungan, dan masyarakat ini diharapkan terus terjaga sebagai benteng utama keamanan wilayah.

(Pendim 0503/JB) 

Warganet Soroti Aktivisme Lingkungan dan Jejak Bisnis Virdian

Warganet Soroti Aktivisme Lingkungan dan Jejak Bisnis Virdian

Jakarta – Konsistensi konten kreator Virdian Aurellio kembali menjadi sorotan publik. Sosok yang selama ini dikenal lantang mengkritik industri sawit dan menuding praktik deforestasi sebagai biang kerusakan lingkungan, justru diketahui memiliki keterlibatan dalam aktivitas bisnis yang berkaitan langsung dengan sektor perkebunan.

Virdian tercatat terlibat dalam PT Digdaya Agro Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang survei dan analisis lahan dengan memanfaatkan teknologi drone. Teknologi tersebut lazim digunakan di sektor pertanian dan perkebunan, termasuk untuk pemetaan lahan dan pengelolaan kawasan perkebunan berskala besar.

Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius di ruang publik, terutama karena PT Digdaya Agro Indonesia disebut menjalin kerja sama dengan entitas perkebunan negara di wilayah Sumatera. Kerja sama tersebut dinilai beririsan langsung dengan sektor yang selama ini menjadi sasaran kritik Virdian dalam berbagai konten digitalnya.

Pengamat kebijakan publik Martin Aprildo menilai situasi ini sebagai bentuk standar ganda yang sulit dibenarkan. Menurutnya, kritik keras yang disampaikan Virdian di ruang publik bertabrakan dengan kepentingan bisnis yang dijalani di balik layar.

“Lucu nih orang ngomong soal deforestasi, krisis lingkungan dan kerusakan alam, seolah jadi si paling peduli. Merasa yang paling keras teriak soal kerusakan akibat sawit, tapi ternyata justru berbisnis di sawit. Nah, loh, jadi standar ganda nih,” ujar Martin.

Martin menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada posisi pro atau kontra terhadap industri sawit, melainkan soal integritas dan konsistensi sikap. Ia menilai, kritik publik seharusnya sejalan dengan praktik nyata, bukan sekadar menjadi komoditas konten.

“Ini bukan soal pro atau kontra sawit, ini soal konsistensi. Kalau masih cari makan dari sawit, ya enggak usah juga terlalu keras di kamera. Gimana nih pendapat kalian?” lanjutnya.

Sorotan terhadap Virdian ini memperlihatkan pentingnya transparansi bagi figur publik, khususnya mereka yang kerap memosisikan diri sebagai pengkritik kebijakan dan industri strategis nasional. Publik pun kini menunggu klarifikasi terbuka agar polemik ini tidak terus berkembang menjadi krisis kepercayaan. ***

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Pastikan Wilayah Aman dari Genangan dan Banjir

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Pastikan Wilayah Aman dari Genangan dan Banjir

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat memastikan bahwa seluruh wilayah di Kecamatan Tambora dalam kondisi aman dan bebas dari genangan air maupun banjir, berdasarkan hasil pemantauan terkini yang dilakukan pada Jumat (19/12/2025).

Pemantauan wilayah yang dilakukan sejak pukul 13.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi bencana hidrometeorologi, khususnya di tengah cuaca yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi.

Hasil pengecekan di 11 kelurahan wilayah Kecamatan Tambora menunjukkan kondisi nihil genangan air, meliputi:

  • Kelurahan Roa Malaka
  • Kelurahan Duri Utara
  • Kelurahan Duri Selatan
  • Kelurahan Angke
  • Kelurahan Pekojan
  • Kelurahan Krendang
  • Kelurahan Tambora
  • Kelurahan Tanah Sereal
  • Kelurahan Kali Anyar
  • Kelurahan Jembatan Besi
  • Kelurahan Jembatan Lima

Selain itu, Koramil 02/Tambora juga melaporkan bahwa hingga saat ini tidak terdapat kejadian menonjol, seperti pohon tumbang maupun insiden yang memerlukan pengamanan khusus (pam tubuh).

Danramil 02/Tambora melalui jajaran Babinsa terus menginstruksikan pemantauan wilayah secara berkelanjutan serta koordinasi aktif dengan aparat kelurahan dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi bencana, terutama pada musim penghujan.

“Kami terus melakukan monitoring dan kesiapsiagaan di seluruh wilayah binaan. Alhamdulillah, hingga sore hari ini kondisi wilayah Tambora terpantau aman dan kondusif,” ujar salah satu Babinsa Koramil 02/Tambora.

Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk selalu siaga dan hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan serta keselamatan wilayah. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi potensi genangan, banjir, atau kejadian darurat lainnya.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Lakukan Pemantauan Harga Sembako di PD Jaya Pasar Mitra Jembatan Lima

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Lakukan Pemantauan Harga Sembako di PD Jaya Pasar Mitra Jembatan Lima

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, Babinsa Kelurahan Tambora Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Sertu Candra Gunawan, melaksanakan kegiatan pemantauan dan pendataan harga sembako di PD Jaya Pasar Mitra, Jalan KH Moh. Mansyur, RT 011 RW 01, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (19/12/2025) pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung program pemerintah, khususnya pengendalian inflasi daerah serta menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

Dalam pemantauan tersebut, Sertu Candra Gunawan mencatat harga berbagai kebutuhan pokok yang beredar di pasar, mulai dari beras, cabai, bawang, minyak goreng, daging, hingga kebutuhan harian lainnya. Secara umum, ketersediaan sembako terpantau aman dan mencukupi, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama pada jenis cabai.

Adapun hasil pemantauan harga sembako di PD Jaya Pasar Mitra antara lain:

  • Beras berkisar antara Rp14.000 hingga Rp22.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas.
  • Cabai rawit mencapai Rp75.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting Rp70.000 per kilogram.
  • Bawang merah Rp50.000 per kilogram dan bawang putih Rp45.000 per kilogram.
  • Telur ayam Rp30.000 per kilogram.
  • Minyak goreng curah Rp18.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp19.000 per kilogram.
  • Daging sapi Rp145.000 per kilogram dan ayam potong Rp51.000 per kilogram.

Sertu Candra Gunawan menyampaikan bahwa pemantauan harga sembako akan terus dilakukan secara berkala guna mendeteksi secara dini potensi lonjakan harga serta sebagai bahan laporan kepada pimpinan.

“Kami terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di wilayah binaan. Jika terdapat perubahan signifikan, akan segera kami laporkan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga berperan aktif dalam pengawasan stabilitas pangan dan ekonomi kerakyatan.

Koramil berharap, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pengelola pasar dapat terus terjalin demi terciptanya stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Tambora dan sekitarnya.

(Pendim 0503/JB) 

Antisipasi Banjir dan Wabah Penyakit, Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Karya Bakti Bersama Warga

Antisipasi Banjir dan Wabah Penyakit, Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Karya Bakti Bersama Warga


Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam upaya mengantisipasi potensi banjir serta mencegah munculnya wabah penyakit, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan kegiatan Karya Bakti (Karbak) bersama unsur PPSU dan warga masyarakat, pada Jumat (19/12/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Jalan Tambora II RT 04 RW 03, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dengan sasaran utama pembersihan lingkungan dan saluran air.

Karya bakti ini dipimpin langsung oleh Babinsa Kelurahan Tambora, Sertu Candra G., yang juga bertindak sebagai pengambil apel sebelum kegiatan dimulai. Dalam arahannya, Babinsa mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah nyata mencegah bencana dan penyakit.

Adapun sasaran kegiatan meliputi pembersihan sampah di saluran air dan got, penyapuan jalan, penopingan pohon, serta pengangkutan sampah yang kemudian dibawa menggunakan truk sampah. Kegiatan ini difokuskan di sekitar Jalan Tambora VI RT 006 RW 01, Kelurahan Tambora.

Dalam pelaksanaannya, peserta karya bakti menggunakan peralatan sederhana seperti golok, sapu, pengki, dan karung, namun tetap berjalan efektif berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh unsur yang terlibat.

Kegiatan karya bakti ini melibatkan:

  • Personel Koramil 02/Tambora: 1 orang (Sertu Candra G.)
  • Petugas PPSU Kelurahan Tambora: 3 orang dipimpin oleh Bapak Hidayat
  • Warga masyarakat: 1 orang (Bapak Zainal)

Sekitar pukul 09.30 WIB, kegiatan karya bakti selesai dilaksanakan dalam keadaan tertib, aman, dan kondusif. Lingkungan terlihat lebih bersih, saluran air lancar, serta potensi genangan air dapat diminimalisir.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman dari ancaman bencana.

(Pendim 0503/JB) 

PW Aisyiyah DKI Jakarta Dorong Aksi Kolektif Hadapi Krisis Iklim dan Risiko Bencana Perkotaan

PW Aisyiyah DKI Jakarta Dorong Aksi Kolektif Hadapi Krisis Iklim dan Risiko Bencana Perkotaan

Jakarta, 18 Desember 2025 — Pimpinan Wilayah Aisyiyah DKI Jakarta menegaskan pentingnya aksi kolektif lintas sektor dalam menghadapi krisis iklim dan meningkatnya risiko bencana di kawasan perkotaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Penanggulangan dan Pencegahan Dampak Perubahan Iklim serta Menjaga Lingkungan” yang diselenggarakan oleh Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PWA DKI Jakarta, bekerja sama dengan Program 1000 Cahaya dan Eco Bhineka.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari pengurus Aisyiyah, organisasi nonpemerintah (NGO), serta Forum Pengurangan Risiko Bencana se-DKI Jakarta.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah, dilanjutkan sambutan dari Ketua LLHPB PWA DKI Jakarta Ferawati, M.Pd., M.Si, Wakil Ketua PWA DKI Jakarta Dr. Miciko Umeda, S.Kp., M.Biomed, serta Wakil Sekretaris PWM DKI Jakarta Drs. H. Ateng, M.Pd. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Fajar Eko Satriyo, S.STP., M.A, Kepala Bidang Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, para pimpinan menegaskan bahwa perubahan iklim tidak lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang berdampak langsung pada ketahanan sosial, kesehatan, dan keselamatan warga, khususnya di kota besar seperti Jakarta.

Krisis Iklim sebagai Krisis Kemanusiaan

Narasumber pertama, Amirsyah Tambunan, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, memaparkan materi berjudul “Krisis Iklim adalah Krisis Kemanusiaan: Tanggung Jawab Bersama untuk Bumi”. Ia menekankan pentingnya pendekatan etis dan keagamaan dalam menjaga lingkungan hidup.

“Manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi dengan amanah untuk menjaga keseimbangan alam. Merusak lingkungan berarti mengkhianati tanggung jawab moral dan sosial,” tegasnya, merujuk pada Fatwa MUI terkait pengelolaan sampah dan pengendalian perubahan iklim.

Kompleksitas Risiko Bencana Jakarta

Sesi berikutnya disampaikan oleh Basuki Rahmat dari BPBD DKI Jakarta dengan materi “Pengenalan Risiko Bencana dan Perubahan Iklim di DKI Jakarta”. Ia menjelaskan bahwa tingginya risiko bencana di Jakarta dipengaruhi oleh kombinasi faktor alam, kepadatan penduduk, tata guna lahan, serta tekanan aktivitas perkotaan.

“Risiko bencana merupakan potensi kerugian yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan, dan gangguan aktivitas masyarakat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007,” jelasnya. Ia menambahkan, kawasan pesisir Jakarta menjadi wilayah paling rentan akibat kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah.

Jakarta dalam Cengkeraman Iklim

Usai istirahat dan salat zuhur, peserta mengikuti pemutaran video simulasi gempa megathrust yang dipandu langsung oleh Ferawati. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Sudarto M. Abukasim, Wakil Direktur Program 1000 Cahaya, yang mengajak peserta membangun budaya hemat energi sebagai langkah konkret mitigasi perubahan iklim.

“Menghemat energi adalah kontribusi nyata menurunkan emisi dan menjaga keberlanjutan bumi,” ujarnya melalui sambungan Zoom Meeting.

Pada sesi berikutnya, Ferawati menyampaikan materi “Jakarta dalam Cengkeraman Iklim: Dampak Nyata dan Ancaman Masa Depan”. Ia menegaskan bahwa perubahan iklim telah memperparah banjir, suhu ekstrem, dan ketimpangan sosial.

“Perubahan iklim bukan ancaman masa depan, tetapi realitas hari ini. Jakarta harus segera bertransformasi menjadi kota tangguh iklim, dan waktu untuk bertindak sangat terbatas,” tegasnya.


Praktik Risk Mapping dan Penguatan Kapasitas

Sebagai tindak lanjut, peserta dibagi ke dalam lima kelompok wilayah—Jakarta Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Pusat—untuk melakukan praktik risk mapping. Setiap kelompok mengidentifikasi potensi risiko bencana di wilayah masing-masing dan mempresentasikan hasilnya. Kelompok dengan pemetaan terbaik memperoleh penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

Penutup dan Komitmen Sosial

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dra. Hj. Syamsidar Siregar. Sebagai wujud kepedulian sosial, peserta membawa pulang paket makanan balita untuk dibagikan di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, PW Aisyiyah DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong edukasi, advokasi, dan aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim serta memperkuat ketangguhan masyarakat perkotaan terhadap risiko bencana. []

Antisipasi Tawuran dan Balapan Liar, Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Intensifkan Patroli Malam

Antisipasi Tawuran dan Balapan Liar, Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Intensifkan Patroli Malam

KODAM JAYA, JAKARTA BARAT — Koramil 02/Tambora, Kodim 0503/Jakarta Barat, kembali melaksanakan patroli malam hari dalam rangka antisipasi tawuran dan balapan liar di wilayah binaannya, Rabu malam (17/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.

Patroli dipimpin oleh Serda Ahmad Yani dengan melibatkan tiga personel gabungan, terdiri dari Babinsa, Wanra, dan Mitra Jaya. Kegiatan berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga 00.00 WIB, menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Dengan menggunakan dua unit kendaraan roda dua serta perlengkapan pendukung berupa tongkat pengamanan, tim patroli bergerak secara mobile dari Makoramil 02/Tambora, menyisir ruas jalan utama dan lingkungan permukiman padat penduduk. Rute patroli meliputi Jalan Kopi, Tiang Bendera V, Bandengan Selatan, Pekojan III, Pangeran Tubagus Angke, Bandengan Utara, Gedong Panjang, Pengukiran IV, hingga kawasan Pejagalan Raya.

Beberapa titik strategis turut menjadi sasaran pengecekan, antara lain sekitar Gereja Sidang Jemaat Allah, Kantor Kelurahan Pekojan, Masjid Anaweer, SMPN 32, serta SMKN 9. Di setiap titik, personel melakukan pemantauan situasi, dialog singkat dengan warga, serta memastikan tidak terdapat aktivitas mencurigakan maupun potensi gangguan keamanan.

Danramil 02/Tambora melalui keterangannya menyampaikan bahwa patroli rutin ini bertujuan untuk mencegah terjadinya aksi tawuran, balapan liar, serta gangguan ketertiban lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.

“Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan mencegah niat maupun peluang terjadinya gangguan kamtibmas. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Hingga patroli berakhir dan kembali ke Makoramil 02/Tambora pada pukul 00.00 WIB, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif, tanpa adanya kejadian menonjol.

Melalui kegiatan patroli malam ini, Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan unsur kewilayahan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta Barat.

(PENDIM 0503/JB)