Patroli Humanis Koramil 02/TB Wujudkan Rasa Aman bagi Warga Tambora

Patroli Humanis Koramil 02/TB Wujudkan Rasa Aman bagi Warga Tambora

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat menggelar patroli malam guna mengantisipasi aksi tawuran remaja dan balapan liar di wilayah Kecamatan Tambora, Jumat malam (22/5/2026).

Patroli dipimpin langsung oleh Babinsa Kelurahan Roa Malaka, Pelda Doddy, bersama personel gabungan yang terdiri dari unsur Wanra dan mitra keamanan wilayah.

Kegiatan patroli dimulai pukul 22.00 WIB dari Makoramil 02/Tambora dengan menyusuri sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, di antaranya Jalan Kopi, Jalan Pejagalan Raya, Jalan Perniagaan Raya, Pasar Pagi Roa Malaka, kawasan Bank BCA Pasar Pagi, Kantor Kelurahan Roa Malaka, hingga Jalan Kali Besar Barat.

Dalam patroli tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi wilayah, pemeriksaan titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul remaja pada malam hari, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan petugas keamanan lingkungan.

Danramil 02/TB melalui Pelda Doddy menegaskan bahwa kegiatan patroli rutin ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari yang rawan terjadinya aksi tawuran maupun balapan liar.

“Kami terus melakukan patroli secara rutin sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan wilayah. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Pelda Doddy.

Selain patroli mobile, personel juga melakukan pemantauan di sejumlah check point strategis guna memastikan situasi wilayah tetap kondusif serta mengantisipasi adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dari hasil patroli yang berlangsung hingga pukul 00.00 WIB tersebut, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif serta tidak ditemukan adanya hal-hal menonjol.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora berharap sinergitas antara aparat kewilayahan, petugas keamanan, dan masyarakat terus terjalin dalam menjaga keamanan lingkungan serta mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta Barat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Dorong Kewaspadaan Masyarakat Melalui Kegiatan Pam Swakarsa

Koramil 02/TB Dorong Kewaspadaan Masyarakat Melalui Kegiatan Pam Swakarsa

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan wilayah binaan, Babinsa Kelurahan Roa Malaka Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Pelda Doddy melaksanakan kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa bersama petugas keamanan setempat di Jl. Tiang Bendera 5 RT 04 RW 03, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jumat malam (22/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB hingga selesai tersebut dilakukan bersama Bpk. Rizki selaku Security Bank BCA, serta Bpk. Sugimin dan Bpk. Zaenal selaku Security Ruko Batavia.

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Doddy memberikan arahan dan himbauan kepada para petugas jaga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat bertugas, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari.

Babinsa juga menekankan pentingnya memperketat penjagaan di lingkungan warga dan sekitar kantor kelurahan dengan melaksanakan patroli secara berkala menggunakan sistem body system guna saling melindungi antarpetugas.

Selain itu, para petugas keamanan diimbau untuk selalu menyiapkan perlengkapan siskamling seperti tongkat, alat komunikasi HT, telepon genggam, serta perlengkapan pendukung lainnya guna menunjang tugas pengamanan lingkungan.

Pelda Doddy juga meminta agar setiap kejadian mencurigakan maupun potensi gangguan kamtibmas segera dilaporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun pengurus RT dan RW agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

“Yang paling utama adalah menjaga faktor keamanan diri sendiri, rekan jaga, dan kesehatan selama bertugas agar pelayanan keamanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ujar Pelda Doddy dalam arahannya.

Kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan sebagai bentuk sinergitas TNI bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif di wilayah Kecamatan Tambora.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/TB terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya keamanan lingkungan serta mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

(Pendim 0503/JB) 

Dari Kamojang ke Maluku, Panas Bumi Disebut Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah

Dari Kamojang ke Maluku, Panas Bumi Disebut Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah

Jakarta — Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Sarulla Operation Limited, Riza Pasikki, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi mencapai 24.000 megawatt (MW). Namun, hingga saat ini baru sekitar 2.740 MW atau sekitar 12 persen yang berhasil dimanfaatkan menjadi energi listrik.

Hal tersebut disampaikan Riza saat diwawancarai Pemimpin Redaksi INAnews TV, Helmi Romdhoni, dalam program Prime Time, Rabu (20/5/2026).

“Masih ada sekitar 88 persen yang belum dimanfaatkan. Potensinya masih sangat besar,” ujar Riza.

Menurutnya, panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang benar-benar terbarukan karena proses pengelolaannya bersifat siklikal. Fluida yang diproduksi dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik akan diinjeksikan kembali ke reservoir, dipanaskan ulang oleh magma, lalu kembali dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan pembangkit panas bumi sangat rendah, hanya sekitar 0,1 persen dibandingkan pembangkit listrik tenaga batu bara dengan kapasitas yang sama.

Riza menjelaskan, pengembangan panas bumi di Indonesia dimulai sejak beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Garut, pada 1983. Hingga kini, lapangan panas bumi tersebut telah beroperasi lebih dari empat dekade. Potensi panas bumi terbesar Indonesia sendiri berada di sepanjang jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera.

Target Ambisius 5.200 MW

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas panas bumi sebesar 5.200 MW dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Target tersebut hampir dua kali lipat dari total kapasitas panas bumi yang telah dibangun sejak Indonesia merdeka.

Target ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement untuk mencapai net zero emission pada 2060.

“Antara 2025 sampai 2034 ditargetkan penambahan 5.200 MW. Secara target, pemerintah memiliki ambisi yang besar,” kata Riza.

Terkendala Tarif dan Minim Insentif

Meski memiliki potensi besar, pengembangan panas bumi masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi komersialisasi dan keekonomian proyek.

Riza menilai industri panas bumi merupakan sektor yang padat modal, padat teknologi, dan memiliki risiko eksplorasi tinggi. Di sisi lain, harga jual listrik panas bumi kepada PLN masih diatur pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.

“IRR proyek panas bumi saat ini sangat tidak atraktif, bahkan di bawah 5 persen. Karena itu, industri membutuhkan insentif dari pemerintah,” tegasnya.

Asosiasi Panas Bumi Indonesia mendorong pemerintah untuk memberikan berbagai insentif fiskal, revisi tarif listrik panas bumi, serta kepastian regulasi yang konsisten guna mempercepat investasi di sektor ini.

Riza menyebut, pemerintah saat ini tengah mengkaji revisi terhadap Perpres Nomor 112 Tahun 2022 sebagai upaya memperbaiki iklim investasi energi baru terbarukan, termasuk panas bumi.

Luruskan Mitos di Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Riza juga meluruskan sejumlah kekhawatiran masyarakat terkait pengembangan panas bumi.

Ia menegaskan bahwa aktivitas panas bumi tidak mengganggu cadangan air tanah karena reservoir panas bumi berada pada kedalaman sekitar 2.000 hingga 3.000 meter, jauh di bawah kedalaman sumur air masyarakat yang rata-rata hanya sekitar 100 meter.

Terkait penggunaan lahan, ia menjelaskan bahwa wilayah kerja panas bumi yang terlihat sangat luas di atas peta sebenarnya lebih banyak merujuk pada area bawah tanah. Sementara lahan permukaan yang dibuka untuk fasilitas produksi relatif kecil, umumnya tidak lebih dari 300 hektare.

“Berbeda dengan tambang terbuka batu bara yang membuka lahan dalam skala besar,” jelasnya.

Namun demikian, Riza mengakui industri panas bumi pernah mengalami insiden serius, salah satunya kasus paparan gas H2S di Sorik Marapi pada 2021 yang menyebabkan lima warga meninggal dunia.

“Itu menjadi kelemahan yang harus kami akui dan perbaiki. Sejak kejadian tersebut, tidak ada lagi fatality akibat paparan H2S,” katanya.

Pemantik Ekonomi Daerah

Riza menilai pengembangan panas bumi juga dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di kawasan Indonesia Timur seperti Maluku yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.

Ia mencontohkan keberhasilan Star Energy menemukan potensi panas bumi sebesar 60 MW di lapangan Hamiding, Maluku.

Menurutnya, peningkatan ketahanan listrik akan mendorong masuknya investasi industri, mulai dari pembangunan cold storage hingga smelter.

“Kalau ketahanan listrik di Maluku meningkat, investor akan lebih tertarik masuk. Geotermal bisa menjadi pemantik kegiatan ekonomi yang pada akhirnya menghasilkan ekspor,” pungkasnya. (**)

Patroli Humanis Koramil 02/TB, Warga Tambora Merasa Lebih Aman

Patroli Humanis Koramil 02/TB, Warga Tambora Merasa Lebih Aman

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat terus meningkatkan patroli malam guna mengantisipasi aksi tawuran remaja dan balap liar di wilayah Kecamatan Tambora.

Kegiatan patroli dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026) malam hingga Jumat dini hari dengan dipimpin Serda Ahmad Yani bersama personel gabungan yang terdiri dari Babinsa, Wanra, dan mitra keamanan wilayah.

Patroli dimulai dari Makoramil 02/Tambora sekitar pukul 22.00 WIB dengan menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, di antaranya Jalan Kopi, Jalan Tiang Bendera V, Jalan Bandengan Selatan, Jalan Pekojan III, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jalan Gedong Panjang, hingga kawasan Pejagalan Raya.

Selain melakukan patroli mobile, personel juga melaksanakan pengecekan di beberapa titik strategis seperti Gereja Sidang Jemaat Allah, Kantor Kelurahan Pekojan, Masjid Anaweer, SMPN 32, serta SMKN 9 Jakarta.

Serda Ahmad Yani mengatakan kegiatan patroli rutin malam hari merupakan bentuk kesiapsiagaan aparat teritorial dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya tawuran maupun aksi balap liar.

“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan, terutama tawuran remaja dan balap liar yang kerap meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Dalam patroli tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada sejumlah warga dan remaja yang masih berkumpul pada malam hari agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Hingga patroli selesai pada pukul 00.00 WIB, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun aktivitas yang mengarah pada gangguan kamtibmas.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/TB menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi bersama masyarakat demi menciptakan wilayah Tambora yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.

(Pendim 0503/JB) 

Wujud Nyata Kesiapsiagaan, Koramil 02/TB Monitoring Wilayah Hingga Dini Hari

Wujud Nyata Kesiapsiagaan, Koramil 02/TB Monitoring Wilayah Hingga Dini Hari

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan wilayah guna mengantisipasi potensi genangan air maupun banjir akibat perubahan cuaca di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Berdasarkan hasil monitoring wilayah yang dilakukan pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, seluruh wilayah binaan Koramil 02/TB terpantau dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya genangan air maupun banjir.

Adapun wilayah yang dilakukan pemantauan meliputi Kelurahan Roa Malaka, Duri Utara, Duri Selatan, Angke, Pekojan, Krendang, Tambora, Tanah Sereal, Kali Anyar, Jembatan Besi, hingga Jembatan Lima.

Dari hasil pengecekan personel di lapangan, seluruh wilayah tersebut dilaporkan nihil genangan air. Selain itu, tidak ditemukan adanya pohon tumbang maupun gangguan lain yang dapat menghambat aktivitas masyarakat.

Meski kondisi cuaca terpantau mendung, aparat Koramil 02/TB tetap siaga dan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Danramil 02/Tambora menegaskan bahwa monitoring wilayah dilakukan secara rutin sebagai bentuk kesiapan aparat teritorial dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan wilayah secara berkala untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan kondusif. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana maupun gangguan wilayah lainnya,” ujarnya.

Koramil 02/TB juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan saluran air tetap lancar guna meminimalisir risiko genangan dan banjir.

Dengan sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat, diharapkan situasi wilayah Kecamatan Tambora tetap aman, nyaman, dan terbebas dari potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

(Pendim 0503/JB) 

Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif, Koramil 02/TB Intensifkan Pam Swakarsa

Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif, Koramil 02/TB Intensifkan Pam Swakarsa

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat, Babinsa Kelurahan Krendang Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Serda Ahmad Yani, melaksanakan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan Pengamanan Swakarsa di wilayah Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (21/5/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Krendang Selatan RT 05 RW 07 tersebut melibatkan petugas PPSU, Bpk Aris, serta petugas pengamanan dalam (Pamdal), Bpk Angit.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Ahmad Yani memberikan arahan dan imbauan kepada petugas jaga malam agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari.

Babinsa menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk di lingkungan kantor kelurahan maupun permukiman warga sekitar guna mengantisipasi tindak kriminalitas dan gangguan keamanan lainnya.

Selain itu, petugas jaga juga diimbau untuk memperketat patroli lingkungan secara berkala dengan sistem body system demi menjaga keselamatan dan kekompakan saat bertugas.

“Babinsa mengingatkan agar petugas selalu menyiapkan perlengkapan pendukung siskamling seperti tongkat, alat komunikasi HT, telepon genggam, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan dalam menunjang keamanan lingkungan,” ujar Serda Ahmad Yani di sela kegiatan.

Ia juga meminta apabila ditemukan hal-hal mencurigakan atau terjadi gangguan keamanan, petugas segera berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun pengurus RT dan RW agar dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

Tak hanya fokus pada keamanan lingkungan, Babinsa juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri selama menjalankan tugas malam hari agar pelayanan keamanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Kegiatan Siskamling dan Pengamanan Swakarsa tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat kewilayahan dan unsur masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus mempererat sinergi bersama masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

(Pendim 0503/JB) 

Penilaian Kampung Pancasila RW 02 Pekojan Berlangsung Meriah, Perkuat Nilai Persatuan dan Ketahanan Pangan

Penilaian Kampung Pancasila RW 02 Pekojan Berlangsung Meriah, Perkuat Nilai Persatuan dan Ketahanan Pangan

Jakarta Barat — Kegiatan penilaian Kampung Pancasila di wilayah RW 02 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kembali nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat, mulai dari gotong royong, ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, hingga pembinaan generasi muda.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Penilai Kampung Pancasila, yakni:

  • Waaster Letkol Inf Rully selaku Wakil Ketua Tim Penilai,
  • Pabandya Komsos Letkol Arm Chandra sebagai Penilai 1,
  • Pabandya Wanwil Letkol Inf Roy sebagai Penilai 2,
  • Pabanda Wanwil Mayor Inf Zainal selaku Koordinator Lapangan,
  • Pabanda Puanter Mayor Inf Abduh sebagai Penilai 3,
  • serta Pabanda Bakti Kapten Inf Sagala sebagai Penilai 4.

Turut hadir pula jajaran Forkopimcam dan unsur kewilayahan, di antaranya:

  • Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki,
  • Danramil Tambora Mayor Cke Wahidin,
  • AKP Sudargo mewakili Kapolsek Tambora,
  • Camat Tambora Pangestu Aji,
  • Lurah Pekojan Sulistyowati,
  • serta Ketua RW 02 Pekojan Acep Budi Wijaya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan Kampung Pancasila di wilayah RW 02 Pekojan. Unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, hingga warga setempat turut menyambut kegiatan dengan penuh antusias.

Komitmen Menjaga Nilai-Nilai Pancasila

Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki menegaskan komitmennya dalam mendukung keberadaan Kampung Pancasila sebagai sarana memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung Kampung Pancasila sebagai ruang penguatan nilai persatuan, gotong royong, ketahanan pangan, dan cinta tanah air. Semoga program ini terus berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi warga,” ujar Letkol Inf Saputra Hakki.

Sementara itu, Camat Tambora Pangestu Aji mengapresiasi sinergitas antara Kodim, Danramil, pemerintah wilayah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga dalam menciptakan lingkungan yang hijau, produktif, dan bermanfaat.

Menurutnya, keterbatasan lahan di wilayah Pekojan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan dan pemberdayaan lingkungan.

“Kami dari Kecamatan Tambora sangat mengapresiasi sinergitas Kodim, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga. Dengan keterbatasan lahan yang ada di Pekojan, masyarakat tetap mampu menciptakan situasi yang hijau dan produktif, terutama dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Pangestu Aji.

Pancasila Harus Hidup di Tengah Masyarakat

Waaster Letkol Inf Rully selaku Wakil Ketua Tim Penilai menjelaskan bahwa Program Kampung Pancasila lahir dari keprihatinan terhadap mulai memudarnya nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.

Program tersebut diinisiasi sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila agar tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan kembali, bukan hanya sebagai slogan, tetapi diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Semua ini dapat terwujud berkat bantuan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh unsur yang mendukung, sehingga Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkap Letkol Inf Rully.

Adapun indikator penilaian Kampung Pancasila meliputi:

  • ketahanan pangan,
  • urban farming,
  • perikanan,
  • peternakan,
  • UMKM,
  • pembinaan karang taruna,
  • olahraga,
  • dialog intelektual,
  • pembinaan warga negara,
  • serta penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi dan informasi publik.

Dimeriahkan Pentas Seni dan Budaya

Selain menampilkan program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan penilaian Kampung Pancasila RW 02 Pekojan juga dimeriahkan dengan penampilan barongsai, pencak silat, dan tarian daerah oleh anak-anak TK PAUD Bintang Ceria.

Penampilan tersebut menjadi sarana pengenalan nilai budaya, keberagaman, cinta tanah air, dan pelestarian seni tradisional kepada anak-anak sejak usia dini.

Lurah Pekojan Sulistyowati turut menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan Kampung Pancasila di wilayah RW 02. Menurutnya, program tersebut mampu meningkatkan peran pemuda, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga semangat kebersamaan warga.

Sementara itu, Ketua RW 02 Pekojan Acep Budi Wijaya menilai tantangan terbesar saat ini adalah menjaga semangat persatuan dan gotong royong di tengah perkembangan zaman dan teknologi.

“Tantangannya adalah bagaimana kita merangkul warga agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup meskipun zaman terus berkembang. Jangan sampai perkembangan zaman mengikis semangat kebersamaan. Karena itu, semua harus bersatu, saling mendukung, dan menjaga lingkungan agar tetap rukun,” ujar Acep Budi Wijaya.

Melalui kegiatan ini, RW 02 Pekojan menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan lingkungan yang produktif, hijau, dan bermanfaat.

Dengan semangat gotong royong, warga mampu mengembangkan program ketahanan pangan, UMKM, pembinaan pemuda, hingga kegiatan sosial yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Kampung Pancasila RW 02 Pekojan diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata melalui tindakan, kepedulian, persatuan, dan semangat membangun lingkungan yang rukun serta berdaya.

Rill/Lala/Pray