Truk Parkir di Depan SDN Tambora Picu Kemacetan Kronis, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan


Jakarta Barat, penaxpose.com — Kemacetan kronis terjadi di depan SDN Tambora, Jalan Tambora 8, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Deretan truk yang parkir di sepanjang sisi Kali Krukut mempersempit badan jalan dan memicu kepadatan lalu lintas, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.

Kondisi tersebut bukan persoalan baru. Warga menyebut praktik parkir kendaraan berat di kawasan itu telah berlangsung lama tanpa penertiban yang konsisten. Akibatnya, akses keluar-masuk sekolah terganggu dan keselamatan siswa dipertaruhkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan truk-truk berukuran besar terparkir memakan sebagian badan jalan. Ruang bagi pejalan kaki nyaris tidak tersedia. Anak-anak sekolah terpaksa berjalan di sela kendaraan besar yang melintas, di tengah arus lalu lintas yang padat dan tidak tertata.

“Setiap hari macet. Kami khawatir anak-anak terserempet kendaraan. Trotoar tidak ada, truk parkir sembarangan,” ujar seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Orang tua lainnya mengaku selalu dihantui rasa cemas saat anaknya menyeberang jalan. “Lalu lintasnya semrawut. Kendaraan besar parkir di pinggir jalan, sementara mobil dan motor berebut ruang. Ini sangat berbahaya,” katanya.

Minim Pengawasan, Potensi Kecelakaan Mengintai

Selain menyebabkan kemacetan, parkir liar kendaraan berat di kawasan pendidikan dinilai sebagai bentuk kelalaian pengawasan. Hingga kini, warga mengaku jarang melihat petugas yang secara rutin mengatur lalu lintas di titik tersebut, khususnya pada jam sibuk sekolah.

Situasi ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan anak-anak, terutama siswa sekolah dasar yang masih rentan dan belum memiliki kesadaran penuh terhadap bahaya lalu lintas.

Warga mendesak Dinas Perhubungan serta aparat wilayah segera bertindak tegas menertibkan parkir liar tersebut. Menurut mereka, kawasan sekolah seharusnya menjadi zona prioritas keselamatan, bukan justru dibiarkan menjadi kantong parkir kendaraan berat.

“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegas seorang orang tua murid.

Mendesak Penataan Kawasan Sekolah

Sebagai kawasan padat penduduk sekaligus lingkungan pendidikan, Jalan Tambora 8 dinilai layak ditetapkan sebagai zona tertib lalu lintas. Penataan parkir, pengawasan rutin, hingga rekayasa lalu lintas pada jam sekolah menjadi langkah yang dinilai mendesak.

Tanpa penanganan serius, kemacetan dan parkir semrawut di depan SDN Tambora berpotensi menjadi bom waktu. Di tengah padatnya aktivitas kota, keselamatan pelajar semestinya menjadi prioritas utama, bukan dikalahkan oleh kepentingan parkir kendaraan berat. (Dan)

0 Comments

Posting Komentar