Babinsa Koramil 02/Tambora Dorong Program Ketahanan Pangan, Budidaya Ikan dan Ayam Petelur Berjalan di Roa Malaka

Babinsa Koramil 02/Tambora Dorong Program Ketahanan Pangan, Budidaya Ikan dan Ayam Petelur Berjalan di Roa Malaka

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaan. Selasa (26/8/2025), Babinsa melaporkan perkembangan kegiatan budidaya ikan dan ayam petelur yang dikelola di Jalan Tiang Bendera III RT 007/03 Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Program ketahanan pangan ini mencakup dua sektor utama, yakni budidaya ikan dan ayam petelur. Untuk budidaya ikan, masyarakat binaan difasilitasi untuk mengembangkan ikan lele dan nila. Sementara di sektor peternakan, Babinsa bersama warga telah memelihara 14 ekor ayam petelur, yang setiap harinya mampu menghasilkan rata-rata empat butir telur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata Babinsa dalam mendukung kemandirian pangan di tingkat kelurahan. “Kami berharap kegiatan budidaya ini bisa terus berkembang, sehingga masyarakat memiliki tambahan sumber gizi sekaligus pendapatan,” ujar Babinsa setempat.

Selain memberikan pendampingan, Babinsa juga aktif membantu masyarakat dalam perawatan kolam ikan dan kandang ayam, serta mendorong warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif.

Program ketahanan pangan ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Jakarta Barat, bahwa kerja sama antara TNI dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan ekonomi.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Gelar Patroli Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

Koramil 02/Tambora Gelar Patroli Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan patroli rutin dalam rangka mengantisipasi potensi tawuran dan balapan liar di wilayah binaannya. Patroli ini dilaksanakan pada Minggu malam (24/8) mulai pukul 22.00 hingga 23.00 WIB dengan melibatkan tiga personel, terdiri dari satu Babinsa dan dua anggota Wanra.

Kegiatan patroli dipimpin oleh Serka Sadikin Yp dengan rute dimulai dari Makoramil 02/TB, menyusuri sejumlah titik rawan, di antaranya:

  • Jl. Kopi
  • Jl. Tiang Bendera III
  • Jl. Telpon Kota
  • Jl. Pintu Kecil – Asemka – Perniagaan
  • Jl. Tambora VIII – Pinggir Kali – Blandongan
  • Jl. Terate – Laksa – Tubagus Angke
  • Jl. Jembatan Dua – Pekojan Raya – Pengukiran IV

Dalam patroli tersebut, rombongan juga menyambangi beberapa pos kamling dan pos koramil di wilayah Roa Malaka, Tambora, Jembatan Lima, Angke, dan Pekojan, sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk memperkuat sinergi keamanan lingkungan.

Situasi Aman dan Kondusif

Hingga patroli selesai, kondisi wilayah terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya aksi tawuran maupun balapan liar yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Komandan Koramil 02/Tambora menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan warga Tambora. Kehadiran Babinsa bersama Wanra di lapangan juga sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Kolaborasi dengan Masyarakat

Selain melakukan patroli, Koramil 02/TB juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan. Melalui koordinasi dengan tokoh masyarakat, pengurus RW, serta pengelola pos kamling, diharapkan tercipta suasana kondusif di wilayah Tambora.

(Pendim 0503/JB) 

Babinsa Tambora Pantau Harga Sembako di Pasar Mitra Jembatan Lima

Babinsa Tambora Pantau Harga Sembako di Pasar Mitra Jembatan Lima

Kodam Jaya, JAKARTA BARAT – Dalam rangka memastikan kestabilan harga bahan pokok menjelang perayaan HUT ke-80 RI, Babinsa Kelurahan Jembatan Lima, Serka Sadikin YP, turun langsung ke lapangan melakukan pendataan harga sembako di PD Jaya Pasar Mitra, Jalan KH. Moh. Mansyur, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (24/8/2025) pagi.

Pantauan dilakukan sejak pukul 08.30 WIB dengan mencatat secara detail harga beras, cabai, bawang, minyak goreng, daging, hingga ikan dan ayam. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI dalam mendukung pemerintah menjaga kestabilan harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Pendataan ini kami lakukan secara rutin. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan harga sembako di pasar, sekaligus mengantisipasi lonjakan harga agar dapat segera dilaporkan ke komando atas,” ujar Serka Sadikin.

Harga Sembako Stabil

Dari hasil pemantauan, harga beras berada di kisaran Rp15.000–Rp20.000 per kilogram, cabai antara Rp40.000–Rp60.000 per kilogram, telur ayam Rp39.000 per kilogram, daging sapi Rp170.000 per kilogram, hingga minyak goreng curah Rp22.000 per kilogram.

Secara umum, harga sembako relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai rawit merah dan bawang merah.

Bentuk Kehadiran Babinsa di Tengah Warga

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah, yang tidak hanya berfungsi dalam bidang keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam aspek sosial dan ekonomi.

“Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan warga merasa tenang karena TNI selalu hadir di tengah mereka, ikut menjaga ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok sehari-hari,” tambahnya.

Selain melaporkan perkembangan harga, Babinsa juga menjalin komunikasi dengan pedagang dan warga sekitar untuk menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi di lapangan.

Dukungan untuk Kesejahteraan Rakyat

Kehadiran Babinsa di pasar tradisional mendapat apresiasi dari para pedagang. Mereka merasa terbantu karena pendataan harga ini turut menjadi perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga daya beli masyarakat.

Pemantauan akan terus dilakukan secara rutin dan hasilnya dilaporkan secara berkala kepada Komando Distrik Militer (Kodim) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah Jakarta Barat.

(Pendim 0503/JB) 

YLKI Kritik Pemblokiran 122 Juta Rekening Dormant: Abaikan Hak Konsumen

YLKI Kritik Pemblokiran 122 Juta Rekening Dormant: Abaikan Hak Konsumen

Jakarta, penaxpose.com – Kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir sebanyak 122 juta rekening dormant atau tidak aktif menjadi problematika di masyarakat.

Sekretaris Jenderal Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rio Priambodo, menilai langkah PPATK prematur dan mengabaikan prinsip due process serta perlindungan hak-hak dasar konsumen.

"Kami tidak menampik bahwa upaya pemberantasan money laundering dan pendanaan terorisme,serta judi online ( judol) itu penting. Namun, caranya tidak boleh dengan mengorbankan hak-hak nasabah yang sudah menaruh kepercayaannya pada sistem perbankan," ucap Rio Priambodo saat podcast disalah satu media pada Jumat 22 Agustus 2025.

Rio memaparkan sejumlah poin terkait pemblokiran rekening yang bisa disebut sporadis. Menurutnya, pemblokiran yang dilakukan secara sepihak tanpa pemberitahuan sebelumnya merupakan bentuk pelanggaran prinsip keadilan prosedural terhadap nasabah.

"Nasabah sama sekali tidak diberi tahu dan PPATK tidak melakukan literasi keuangan kepada nasabah. Ini membalikkan prinsip presumption of innocence, di mana nasabah yang justru harus membuktikan diri mereka tidak bersalah. Ini sangat menyulitkan, terutama bagi masyarakat biasa, orang tua, atau mereka yang tinggal di daerah terpencil," ujarnya.

Menurut Rio, PPATK seharusnya memberikan waktu pemberitahuan kepada konsumen sebelum rekening diblokir.

“Sehingga konsumen terinformasi dan bisa memitigasi. Kami mendukung PPATK dalam rangka memberantas judi online. Pertanyaannya pemain judi online itu justru aktif rekeningnya ada mutasi uang keluar masuk. Lantas jika rekening tidak aktif selama beberapa bulan apakah bisa disebut terindikasi sebagai rekening judol,” kata Rio.

Ia juga menyoroti ketiadaan kriteria yang transparan terhadap pemblokiran rekening tersebut dan proses mekanisme banding yang mudah untuk nasabah menyanggah.

YLKI juga menekankan pentingnya selektivitas PPATK dalam memblokir rekening agar tidak merugikan nasabah yang sengaja menyimpan dana dalam jangka panjang dan menekankan bahwa dana nasabah harus tetap aman dan nyaman.

YLKI meminta agar proses pembukaan kembali rekening yang sudah diblokir tidak menyulitkan konsumen. 

"Apakah semua rekening yang tidak aktif otomatis melakukan tindakan melanggar hukum. Lalu, proses pembukaan blokirnya PPATK agar tidak mempersulit yang akhirnya ini menjadi hukuman bagi nasabah yang tidak bersalah, prinsip konsumen untuk menyimpan uangnya di bank itu karena merasa aman, bukan malah sekarang menjadi hal menakutkan," tambah Rio.

Rio khawatir kebijakan ini justru kontra-produktif dengan program inklusi keuangan pemerintah. 

"Ketakutan bahwa dana mereka bisa dibekukan sewaktu-waktu akan membuat masyarakat khawatir menabung di bank. Mereka bisa kembali menyimpan uang di bawah bantal. Ini kemunduran besar bagi literasi dan inklusi keuangan," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa YLKI menerima banyak pengaduan dari nasabah yang dirugikan. 

"Mulai dari yang tidak bisa membayar biaya rumah sakit, mengambil uang untuk kebutuhan darurat, hingga kesulitan mengurus rekening warisan. Dampaknya sangat nyata dan merugikan."

Pentingnya Transparansi dan Literasi Keuangan Oleh PPATK

Di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12% pada Kuartal II 2025. Rio menekankan pentingnya menjaga kepercayaan konsumen sebagai tulang punggung konsumsi domestik.

"Pertumbuhan ekonomi yang bagus ini salah satunya ditopang oleh konsumsi masyarakat. Jangan sampai kebijakan yang tidak tepat justru mengikis kepercayaan dan daya beli mereka," imbaunya.

Daya beli masyarakat saat ini akibat pemblokiran ini bisa dikatakan menurun, jika menurut ukuran YLKI berdasarkan aduan konsumen yang masuk.

"Sampai dengan september 2025, memasuki kuartal II , YLKI baru menerima sekitar 500 aduan konsumen, artinya bisa dikatakan daya beli masyarakat menurun. Sebab kita mengukur jika aduan konsumen meningkat artinya terjadi banyak transaksi dan aduan itu terjadi karena crowded diproses transaksi yang dilakukan konsumen," kata Rio.

YLKI merekomendasikan pentingnya literasi dan transparansi oleh PPATK dan harus terbuka tentang parameter yang digunakan dasar pemblokiran rekening tersebut.

"Penerapan sistem peringatan, bank wajib mengirimkan peringatan resmi sebelum memblokir rekening dan itu harus melalui proses verifikasi. YLKI menyarankan verifikasi nasabah dibagi menjadi tiga klasifikasi seperti merah, kuning dan hijau," katanya.

YLKI mengusulkan pembukaan hotline crisis center untuk membantu konsumen yang ingin mendapatkan informasi atau memulihkan rekening yang diblokir, serta memastikan bahwa dana konsumen tetap aman dan utuh.

"Kami mendorong dialog terbuka antara PPATK, OJK, perbankan, dan asosiasi konsumen. Tujuannya bukan untuk membatalkan kebijakan, tetapi menyempurnakannya agar lebih adil, transparan, dan tidak merugikan rakyat kecil," pungkas Rio Priambodo.

Kebijakan pemberantasan kejahatan keuangan dinilai tidak boleh berjalan dengan mengorbankan hak-hak nasabah yang sah. Kolaborasi dan pendekatan yang lebih cerdas menjadi kunci untuk menciptakan sistem keuangan yang aman sekaligus melindungi konsumen. []

Babinsa Jembatan Besi Monitoring Harga Sembako di Pasar

Babinsa Jembatan Besi Monitoring Harga Sembako di Pasar

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Kelurahan Jembatan Besi, Sertu Sarip, melaksanakan pendataan harga kebutuhan pokok masyarakat (sembako) di PD Jaya Pasar Impres, Jalan Jembatan Besi II, RT 10 RW 03, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 08.30 WIB.

Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kestabilan harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaannya di pasar.

Harga Sembako yang Tercatat:

Beras:

  • IR Rp14.000/kg
  • Pandan Wangi Rp20.000/kg
  • Beras Merah Rp18.000/kg
  • Ketan Rp22.000/kg
  • Idola Rp15.000/kg
  • Ramos Rp15.000/kg
  • Rojo Lele Rp15.000/kg
  • Premium Rp14.900/kg
  • Krisna Rp14.000/kg
  • Muncul Rp14.000/kg

Cabai:

  • Merah Kriting Rp50.000/kg
  • Rawit Rp50.000/kg

Bawang:

  • Merah Rp35.000/kg
  • Putih Rp45.000/kg

Sayuran:

  • Tomat Rp15.000/kg
  • Kentang Rp25.000/kg
  • Wortel Rp15.000/kg

Lain-lain:

  • Telur ayam Rp29.000/kg
  • Gula pasir Rp18.000/kg
  • Terigu Segitiga Biru Rp13.000/kg
  • Minyak goreng curah Rp18.000/kg
  • Minyak goreng kemasan Rp19.000/kg
  • Daging sapi Rp150.000/kg
  • Daging ayam potong Rp51.000/kg
  • Susu kaleng Rp13.000/biji
  • Garam Rp6.000/bungkus
  • Ikan mas Rp37.000/kg
  • Ikan nila Rp36.000/kg

Laporan Berkala

Sertu Sarip menyampaikan bahwa harga sembako relatif stabil meski terdapat beberapa komoditas yang masih cukup tinggi, seperti cabai dan daging sapi. Perkembangan harga kebutuhan pokok akan terus dimonitor dan dilaporkan secara berkala.

Dengan adanya monitoring langsung di lapangan, diharapkan masyarakat dapat terbantu dengan informasi terkini mengenai harga sembako, sekaligus mencegah potensi lonjakan harga yang tidak wajar.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Gelar Karya Bakti Bersihkan Lingkungan di Jembatan Besi

Koramil 02/TB Gelar Karya Bakti Bersihkan Lingkungan di Jembatan Besi

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora (Kodim 0503/JB) melaksanakan kegiatan Karya Bakti dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah munculnya wabah penyakit di wilayah binaan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025 bertempat di Jalan Jembatan Besi Raya, RT 11 RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Apel kegiatan dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Jembatan Besi, Sertu Sarip ST, dengan melibatkan unsur masyarakat dan aparat setempat.

Kekuatan Personel

  • Koramil 02/TB: 1 personel (Sertu Sarip ST)
  • PPSU Kelurahan Jembatan Besi: 4 personel dipimpin Roni
  • Warga masyarakat: 2 orang dipimpin Bapak Kardi

Bentuk Kegiatan

Para peserta karya bakti bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan, meliputi:

  1. Menyapu jalan dan lingkungan sekitar
  2. Mengangkat sampah
  3. Membuang sampah ke tempat pembuangan yang telah disediakan

Peralatan yang Digunakan

  • Sapu
  • Pengki
  • Karung
  • Gerobak sampah

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB. Seluruh rangkaian pembersihan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora menegaskan pentingnya gotong royong antara TNI, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah timbulnya berbagai penyakit akibat lingkungan yang kotor. (Pendim 0503/JB) 

Babinsa Kalianyar Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Tambora

Babinsa Kalianyar Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Tambora

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, Babinsa Kelurahan Kalianyar, Sertu Sujanadi, melakukan pendataan harga sembako di Pasar Tradisional yang berlokasi di Jalan Kalianyar X, RT 002/RW 02, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (22/8/2025) pagi.

Dari hasil pemantauan, harga beras masih bervariasi, mulai dari Rp13.000/kg untuk jenis IR dan Muncul hingga Rp21.500/kg untuk beras ketan. Sementara itu, beras premium dijual Rp14.900/kg, dan jenis Pandan Wangi serta beras merah sama-sama mencapai Rp18.000–18.500/kg.

Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit tercatat Rp45.000/kg, sedangkan cabai merah keriting Rp40.000/kg. Harga bawang juga relatif tinggi, yaitu Rp60.000/kg untuk bawang merah dan Rp50.000/kg untuk bawang putih.

Beberapa kebutuhan dapur lainnya tercatat sebagai berikut:

  • Tomat Rp15.000/kg
  • Kentang Rp25.000/kg
  • Wortel Rp15.000/kg
  • Telur ayam Rp30.000/kg
  • Gula pasir Rp18.000/kg
  • Terigu Segitiga Biru Rp13.000/kg
  • Minyak goreng curah Rp18.000/kg dan kemasan Rp19.000/kg

Sementara itu, daging ayam potong dijual Rp55.000/kg, susu kaleng Rp13.000 per kaleng, garam dapur Rp6.000 per bungkus, serta ikan segar seperti ikan mas Rp37.000/kg dan ikan nila Rp36.000/kg.

Babinsa Sertu Sujanadi menjelaskan, pendataan ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk monitoring perkembangan harga di pasar tradisional.

“Kami akan terus melaporkan perubahan harga untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, serta mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas kebutuhan pokok,” ujarnya.

Laporan harga ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam melihat dinamika pasar sekaligus langkah antisipasi terhadap gejolak harga yang berpotensi membebani masyarakat.

(Pendim 0503/JB)