Kelulusan FKDM di Lingkungan DKI Jakarta, Minta Transparansi Penilaian Seleksi

Kelulusan FKDM di Lingkungan DKI Jakarta, Minta Transparansi Penilaian Seleksi

Jakarta – Proses seleksi anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi DKI Jakarta menuai sorotan. Salah satu bakal calon (Bacalon), Sabenih, S.H., M.H., C.Med., secara resmi melayangkan surat permohonan penjelasan terkait hasil akhir penilaian seleksi kepada panitia.

Langkah ini ditempuh Berdasarkan Surat Pengumuman Nomor e-0002 Tahun 2025 tentang Seleksi Anggota FKDM. Dalam aturan tersebut, tepatnya pada bagian IV tentang sistem kelulusan poin 1 huruf (a), dijelaskan bahwa kelulusan calon anggota FKDM ditentukan berdasarkan akumulasi nilai ujian Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara.

Namun, menurut Sabenih, sampai saat ini rincian penilaian hasil seleksi belum juga dipublikasikan secara terbuka. Padahal, kata dia, seharusnya informasi mengenai nilai yang diperoleh peserta dapat diumumkan sebelum pengumuman kelulusan dikeluarkan.

“Saya menilai adanya dugaan ketidakjelasan dalam proses seleksi ini, khususnya terkait penilaian hasil tes dan wawancara. Sebelum pengumuman kelulusan, seharusnya para peserta sudah mengetahui nilai yang mereka dapatkan. Itu bagian dari keterbukaan informasi publik,” ungkap Sabenih dalam keterangannya, Senin (9/9/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa transparansi merupakan kunci untuk menjaga integritas seleksi anggota FKDM yang memiliki peran strategis dalam menjaga kewaspadaan dini di masyarakat.

“Publikasi nilai bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga bentuk akuntabilitas panitia kepada peserta dan masyarakat. Dengan begitu, tidak ada ruang bagi spekulasi ataupun dugaan ketidakadilan,” tambahnya.

Melalui surat permohonan penjelasan tersebut, Sabenih berharap panitia seleksi FKDM Provinsi Jakarta segera memberikan klarifikasi resmi dan membuka hasil penilaian akhir para peserta. Ia menegaskan, sikap ini bukan sekadar untuk kepentingan pribadi, tetapi juga demi mewujudkan proses seleksi yang objektif, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Seleksi FKDM Provinsi DKI Jakarta belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan klarifikasi tersebut. (Kiem) 

Banser Jakarta Timur Dirikan Posko Jaga Aspirasi, Siap Kawal Demokrasi Santun

Banser Jakarta Timur Dirikan Posko Jaga Aspirasi, Siap Kawal Demokrasi Santun

Jakarta Timur, penaXpose.com | Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta Timur membuka Pos Koordinasi (Posko) Jaga Aspirasi Jaga Indonesia yang diikuti 30 personel di halaman Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.   

Ketua PC GP Ansor Jakarta Timur Taufik Muhammad Guntur menegaskan bahwa posko tersebut menjadi wujud kontribusi Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jakarta Timur dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. "Demokrasi yang santun, demokrasi yang mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Taufik.   

Ia menambahkan bahwa pembentukan posko merupakan tindak lanjut arahan Pimpinan Pusat GP Ansor. Taufik juga berpesan kepada jajaran Ansor dan Banser yang bertugas agar selalu siaga, kompak, dan menjalankan tugas dengan penuh kewaspadaan. 

"Tetap semangat dan jaga kesehatan, tetap waspada dalam pelaksanaan piket dan siaga posko," katanya.   

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Jakarta Timur Dedi Cahyadi menyampaikan harapannya agar keberadaan posko mampu menghadirkan dampak positif dalam menciptakan rasa aman serta memperkuat peran sosial Ansor dan Banser.   

"Melalui posko tersebut, kita ingin menunjukkan komitmennya hadir di tengah masyarakat sebagai organisasi yang siap membantu dalam menjaga ketertiban lingkungan," tuturnya.   

Dedi juga menegaskan bahwa posko dijadwalkan berlangsung dari 5 hingga 10 September dengan pengaturan dua shift setiap hari.   "Posko akan beroperasi mulai 5 hingga 10 September, dengan dua shift: pagi hingga sore dan sore hingga malam," pungkasnya.

Barisan Ansor Serbaguna NU Jakarta Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh kebijakan pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat persatuan, serta mengawal implementasi program-program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Banser Jakarta Timur juga memberikan dukungan moral dan sinergi terhadap Polri dalam menjalankan tugas pengamanan, penegakan hukum, serta pemeliharaan ketertiban masyarakat pada saat perayaan September Hitam. []

Babinsa Tanah Sereal Gelar Komsos, Ajak Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Jaga Kesehatan

Babinsa Tanah Sereal Gelar Komsos, Ajak Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Jaga Kesehatan

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Kelurahan Tanah Sereal, Koramil 02/Tambora, Kodim 0503/Jakarta Barat, Sertu Abdul Kadar, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Ketua RT 011/RW 12 Kelurahan Tanah Sereal, Bapak Marwanto, serta tokoh masyarakat setempat, Bapak Husni, pada Senin (8/9/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Tanah Sereal IX RT 011/RW 12 tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan informasi penting terkait perkembangan situasi di wilayah.

Dalam kesempatan itu, Sertu Abdul Kadar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir dan penyakit, khususnya bagi warga yang memiliki daya tahan tubuh rendah.

“Saya mengingatkan agar warga menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air putih serta tetap waspada dalam beraktivitas sehari-hari,” ujar Babinsa.

Selain itu, ia juga berpesan kepada Ketua RT dan tokoh masyarakat agar terus mengingatkan warganya untuk menjaga kesehatan, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoaks yang belum jelas kebenarannya.

“Apabila ada informasi mencurigakan, segera koordinasikan dengan Babinsa atau Binmas agar dapat ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 011/RW 12, Bapak Marwanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan saran yang diberikan Babinsa.

“Kami berterima kasih kepada Babinsa yang telah hadir bersilaturahmi, sekaligus memberikan masukan yang sangat bermanfaat. Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan sinergi antara Babinsa dan warga,” ungkapnya.

Kegiatan Komsos berjalan dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat terus menjaga kedekatan serta meningkatkan rasa kebersamaan dalam menjaga lingkungan dan keamanan wilayah.

(Pendim 0503/JB) 

PD Aisyiyah Jakarta Timur Serukan Penegakan Hukum dan Tolak Provokasi

PD Aisyiyah Jakarta Timur Serukan Penegakan Hukum dan Tolak Provokasi

Jakarta Timur, penaXpose.com | PD AISYIYAH JAKARTA TIMUR menyesalkan terjadinya kerusuhan yang terjadi pada gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah pada 26-31 Agustus 2025 yang diwarnai dengan berbagai tindakan melawan hukum seperti pengrusakan fasilitas umum termasuk penjarahan rumah pribadi.

“PD AISYIYAH JAKARTA TIMUR mendukung aksi demonstrasi sebagai medium untuk menyampaikan pendapat dan menyuarakan aspirasi sebagaimana hal tersebut dijamin oleh konstitusi sebagai bagian dari sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia. Hal tersebut juga sebagaimana telah diatur dalam UU nomor 9 tahun 1998 sebagai landasannya,” ujar ketua PD AISYIYAH Jaktim. 

Hj endang mengatakan, aksi unjuk rasa yang terjadi pada 26-31 Agustus 2026 yang sejatinya ingin menyampaikan berbagai persoalan terkait kehidupan sosial ekonomi yang kian sulit dihadapi masyarakat telah dinodai oleh berbagai pelanggaran hukum yang menimbulkan berbagai kerusakan bahkan penjarahan jelas tidak sesuai dengan kehidupan demokrasi yang konstitusional dan berkeadaban yang kita cita-citakan.

“Hal tersebut karena adanya hasutan dan provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab melalui berbagai cara sehingga apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan dalam aksi menjadi bias dan kabur bahkan bisa membawa bangsa ini kepada masalah sosial ekonomi dan politik yang lebih parah dimana masyarakat kecil yang paling berdampak. 

PD AISYIYAH JAKARTA TIMUR menilai siapapun yang melakukan hasutan dan provokasi memanfaatkan situasi secara jelas telah mengkhianati NKRI, dan jika dibiarkan tanpa adanya penegakan hukum yang tegas dapat mengancam persatuan dan kesatuan serta persaudaraan antar sesama anak bangsa.

“Saat ini aparat penegak hukum atas perintah Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan upaya penegakan hukum menindak para pelaku dan provokator termasuk mencari aktor intelektual dalang dibalik kerusuhan yang terjadi tersebut. PD AISYIYAH JAKARTA TIMUR mendukung penuh upaya tersebut seraya tetap mengingatkan agar langkah-langkah yang dilakukan berlangsung adil dan transparan.

Oknum atau siapapun yang melakukan hasutan, provokasi bahkan adu domba yang kemudian berimbas pada aksi unjuk rasa anarkis adalah perbuatan keji yang juga jelas ditentang dalam syariat islam. Nabi Muhammad SAW dalam hadist yang diriwayatkan Muslim bahkan secara tegas menyebut orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut (namimah) sebagai “orang-orang yang paling buruk diantara kalian” seraya menegaskan apa yang telah ditegaskan dalam Surat Al-Qalam ayat 10-11 yang artinya “Dan janganlah kamu ikuti siapapun yang mengobral sumpah lagi berkarakter rendah, yang suka mencela yang senang mengadudomba (memfitnah)”.

“Atas dasar itu, PD AISYIYAH JAKARTA TIMUR mengajak semua pihak untuk kembali ke khittah dalam setiap menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa secara konstitusional, menjaga kepentingan umum, menghargai dan menghormati hak orang lain. Juga kepada pemerintah (eksekutif) dan DPR (legislatif agar lebih peka terhadap persoalan yang dihadapi rakyat dan dapat mendengar aspirasi tanpa perlu menunggu viral atau ada kejadian luar biasa untuk diperhatikan. Semoga bangsa kita dapat melalui setiap masa-masa sulitnya dengan baik dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan. 

Untuk Kedepan kami juga menghimbau ke masyarakat agar senantiasa percaya kepada POLRI dalam menjalankan dan menegakkan hukum di Indonesia serta bersama - sama menjaga ukhuwah islamiyah demi tercipta nya Indonesia emas 2045. []

Babinsa Krendang Gelar Karya Bakti, Wujud Kepedulian Cegah Wabah Penyakit

Babinsa Krendang Gelar Karya Bakti, Wujud Kepedulian Cegah Wabah Penyakit

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Kelurahan Krendang Koramil 02/Tambora, Serda Ahmad Yani, melaksanakan giat Karya Bakti bersama PPSU dan warga di wilayah RW 01 RT 02, Jalan Krendang Raya, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, pada Minggu pagi (7/9/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini difokuskan pada upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah potensi munculnya wabah penyakit di tengah masyarakat.

Adapun bentuk kegiatan meliputi penyapuan jalan, pengangkatan sampah, serta pembuangan sampah ke gerobak yang telah disiapkan. PPSU Kelurahan Krendang di bawah pimpinan Bapak Yan dan warga yang diwakili Bapak Dodi turut serta mendukung kegiatan ini.

Serda Ahmad Yani menyampaikan bahwa kegiatan karya bakti rutin dilakukan sebagai wujud kepedulian TNI bersama warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Dengan lingkungan yang bersih, kita dapat mencegah timbulnya penyakit sekaligus menciptakan suasana nyaman bagi warga. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah kelurahan, dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan karya bakti selesai pukul 10.00 WIB dengan situasi aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong.

(Pendim 0503/JB) 

Babinsa Tambora Rutin Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional

Babinsa Tambora Rutin Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah binaannya, Babinsa Kelurahan Jembatan Lima, Serka Sadikin YP, melaksanakan pendataan harga sembako di PD Jaya Pasar Mitra, Jalan KH. Moh. Mansyur, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (7/9/2025) pagi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam melakukan monitoring kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok. Dari hasil pendataan yang dilakukan pukul 08.25 WIB, Serka Sadikin mencatat harga sejumlah komoditas pokok, mulai dari beras, cabai, bawang, minyak goreng, daging, hingga ikan segar.

Beberapa harga sembako yang terpantau antara lain beras IR Rp15.000/kg, cabai merah keriting Rp40.000/kg, bawang merah Rp65.000/kg, minyak goreng curah Rp22.000/kg, daging sapi Rp170.000/kg, ayam potong Rp45.000/kg, hingga ikan tenggiri Rp70.000/kg.

Menurut Serka Sadikin, kegiatan pemantauan harga sembako ini dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi terhadap fluktuasi harga di pasaran. “Kami berupaya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terpantau, sehingga apabila terjadi lonjakan harga, informasi bisa segera diteruskan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat, selain bertugas menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga. Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang karena kebutuhan pokok sehari-hari tetap terjaga ketersediaannya.

(Pendim 0503/JB) 

Dugaan Politik Uang dan Posisi Mardiono di PPP

Dugaan Politik Uang dan Posisi Mardiono di PPP

Jakarta, penaxpose.com | Minggu, 6 September 2025

Isu dugaan politik uang yang menyeret Muhamad Mardiono, Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menjadi sorotan hangat. Walaupun hingga kini belum ada bukti kuat yang dapat mengonfirmasi tuduhan tersebut, isu ini tetap signifikan karena muncul di tengah proses konsolidasi internal PPP jelang Muktamar.

Dalam dunia politik Indonesia, politik uang bukanlah isu baru. Ia kerap muncul setiap kali terjadi perebutan kursi kepemimpinan, baik di level partai maupun kontestasi elektoral. Dugaan bahwa dukungan yang mengalir deras kepada Mardiono tidak murni dari semangat ideologis, melainkan berbalut insentif finansial, tentu menimbulkan pertanyaan serius.

PPP sendiri tengah berada di persimpangan jalan. Sebagai partai dengan basis sejarah panjang, partai ini harus menimbang ulang apakah akan melanjutkan kepemimpinan yang pragmatis atau kembali pada identitas ideologis yang berbasis aspirasi umat. Jika isu politik uang benar terjadi, maka hal ini dapat mengikis kepercayaan publik dan menurunkan legitimasi PPP sebagai partai Islam yang mengedepankan nilai moral.

Bagi Mardiono, isu ini bisa menjadi ujian terberat dalam menjaga wibawanya. Sebagai Plt Ketum yang akan maju dalam kontestasi internal, ia dituntut bukan hanya membuktikan integritas personal, tetapi juga memastikan proses politik di PPP bersih dari praktik transaksional. Klarifikasi, transparansi, dan pembuktian komitmen terhadap politik tanpa mahar harus ditunjukkan secara nyata, bukan sekadar jargon.

Dari perspektif publik, dugaan ini sekali lagi mengingatkan kita bahwa politik uang adalah racun demokrasi. Ia mereduksi proses politik menjadi sekadar transaksi jangka pendek, bukan perjuangan ide dan gagasan. Bila PPP ingin tetap relevan di panggung politik nasional, terutama setelah melewati Pemilu 2024 dengan hasil yang mengecewakan, partai ini harus berani menjawab isu ini secara terbuka.

Pada akhirnya, isu dugaan politik uang terhadap Mardiono bukan sekadar soal individu, tetapi juga soal arah PPP ke depan. Apakah partai ini akan dibiarkan larut dalam praktik lama yang pragmatis, ataukah berani tampil sebagai partai bersih yang memegang teguh nilai perjuangan? Jawaban itu akan sangat menentukan masa depan PPP di tengah krisis kepercayaan publik terhadap partai politik.

Penulis: A. Hidayat (Aktivis Pergerakan Islam)