Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Hadiri Grand Opening SPPG di Jembatan Besi

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Hadiri Grand Opening SPPG di Jembatan Besi


Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora Kodim 0503/JB menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan menghadiri kegiatan Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan Rumah Berkat Bersama, Jalan Jembatan Besi II No. 6–7, RT 10 RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB ini dihadiri langsung oleh Danramil 02/Tambora Mayor Cku Wahidin bersama unsur tiga pilar dan tokoh masyarakat setempat. Pembukaan SPPG ini menjadi langkah nyata kolaborasi antara yayasan, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis demi meningkatkan status gizi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, perwakilan pengelola SPPG, Arpan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan sosial untuk membangun generasi yang sehat, produktif, dan kompetitif.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi nyata bagi persoalan gizi di masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Dukungan dari semua pihak, termasuk TNI dan pemerintah daerah, menjadi semangat kami untuk terus bergerak,” ujarnya.

Acara berlangsung meriah dan penuh semangat, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan, pemotongan pita, pemotongan tumpeng, pemutaran video profil SPPG, serta pengecekan dapur umum yang menjadi pusat pelayanan makanan bergizi.

Selain Danramil 02/TB Mayor Cku Wahidin, hadir pula Wakapolsek Tambora AKP SudargoWakil Camat Tambora A. ChoirKanit Intel AKP Ahyar MuisKapospol Jembatan Besi Iptu DadangKanit Samapta Ipda Dudi IskandarBabinsa Pelda Patton dan Sertu Sarip STBimas Aiptu AdamKepala Puskesmas Kelurahan Jembatan Besi dr. Melisa, serta para kepala sekolah, ketua RW, ketua RT, dan tokoh masyarakat lainnya.

Kegiatan berjalan aman dan lancar hingga selesai pada pukul 11.30 WIB.
Melalui kehadirannya, Koramil 02/Tambora menegaskan peran aktif TNI dalam mendukung berbagai program pemerintah dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“TNI selalu hadir di tengah masyarakat, berkolaborasi untuk membangun generasi yang sehat dan kuat, demi mewujudkan Indonesia Emas,” ujar Mayor Cku Wahidin di sela kegiatan.

(Pendim 0503/JB) 

Somasi Gerai Hukum ke PPK Kemayoran: Menyoal Batas Kewenangan dan Krisis Tata Kelola Kawasan Publik

Somasi Gerai Hukum ke PPK Kemayoran: Menyoal Batas Kewenangan dan Krisis Tata Kelola Kawasan Publik

Jakarta, penaxpose.com – Surat bernomor 138/TJS/GH/X/2025 yang ditandatangani pengacara Arthur Noija, S.H. dan Arnoldus Alverando K., S.H. dari Gerai Hukum ART & Rekan membuka babak baru dalam polemik panjang antara warga Kemayoran dan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK).

Namun lebih dari sekadar persoalan hukum, somasi ini menggugat logika kekuasaan: siapa sebenarnya yang berdaulat atas ruang publik?

Somasi kedua tersebut tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga menyentuh akar persoalan — legitimasi, akuntabilitas, dan batas kewenangan lembaga negara dalam mengelola aset publik yang seharusnya menjadi milik bersama warga.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Utama PPK Kemayoran, Teddy Robinson Siahaan, dan Direktur Pemberdayaan Kawasan, Yudi Sugara, kuasa hukum warga, Hermawan, menilai tindakan PPKK yang melarang aktivitas masyarakat di kawasan Kemayoran sebagai penyalahgunaan kewenangan administratif.

“PPKK seolah menjalankan fungsi sebagai pemerintahan tersendiri di tengah wilayah administratif Jakarta,”
tulis Gerai Hukum dalam suratnya.

Gerai Hukum juga mengutip Pasal 10 ayat (1) UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang menegaskan asas kepastian hukum, keterbukaan, dan pelayanan yang baik — asas-asas yang menurut mereka telah diabaikan oleh PPKK.

Padahal, Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2008 telah mengubah status lembaga tersebut menjadi Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara.
Dengan status itu, PPKK bukanlah pemilik tanah atau otoritas pemerintahan, melainkan hanya pengelola kawasan. Namun dalam praktiknya, lembaga ini kerap bertindak seolah memiliki hak prerogatif atas ruang hidup publik.

Tata Ruang yang Tumpang Tindih

Gerai Hukum juga mempertanyakan dasar hukum penyusunan rencana tata ruang kawasan Kemayoran.
Apakah kawasan tersebut memiliki RTRW atau RDTR tersendiri di luar koordinasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta?
Jika iya, maka hal ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan anomali tata pemerintahan.

“Tidak ada satu kawasan pun di republik ini yang boleh memiliki tata ruang otonom tanpa persetujuan substansi dari Kementerian Dalam Negeri,”
tegas Gerai Hukum dalam surat somasinya.

Somasi juga menyoroti pelanggaran prinsip keterbukaan publik. Berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang RTRW DKI Jakarta dan Pergub Nomor 112 Tahun 2022 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), setiap pengelola kawasan wajib menyerahkan dokumen fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada pemerintah daerah.

Namun hingga kini, publik belum memperoleh kepastian apakah PPKK sudah menyerahkan dokumen tersebut atau masih menyimpannya di balik tirai birokrasi.

Krisis Tata Kelola: BLU sebagai “Feodalisme Baru”

Kasus Kemayoran mencerminkan paradoks klasik dalam tata kelola publik Indonesia: aset negara dikelola dengan logika privat, sementara masyarakat ditempatkan sebagai “penyusup” di ruang publiknya sendiri.

Data Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menunjukkan, hingga 2024, lebih dari 60% aset eks-proyek strategis nasional masih dikelola secara terpusat tanpa koordinasi efektif dengan pemerintah daerah.
Kondisi ini menimbulkan ruang abu-abu administratif, tempat kekuasaan tumbuh tanpa mekanisme kontrol publik.

Dalam literatur kebijakan publik, fenomena ini dikenal sebagai institutional drift — penyimpangan kelembagaan ketika lembaga publik kehilangan arah fungsi pelayanan dan berubah menjadi alat kekuasaan administratif.

Alih-alih melayani, BLU seperti PPKK justru menjelma menjadi entitas yang memonopoli keputusan, bahkan atas ruang sosial dan ekonomi masyarakat.

Pertanyaan Besar: Siapa Mengawasi Pengelola Negara?

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah PPKK melanggar hukum, melainkan apakah struktur BLU seperti ini masih relevan di era desentralisasi dan keterbukaan informasi publik.
Jika lembaga publik bisa bertindak di luar sistem pemerintahan daerah, bukankah itu berarti negara tengah menciptakan bentuk baru dari feodalisme administratif?

Situasi ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi masih setengah hati — ketika institusi publik masih mempertahankan watak kolonial: menguasai, bukan melayani.

Refleksi Publik: Negara Bukan Pemilik Ruang

Somasi Gerai Hukum menjadi cermin bagi negara untuk bercermin.
Negara bukanlah pemilik ruang publik, melainkan pengelola kepercayaan rakyat.

Dan ketika warga harus menggunakan hukum untuk memaksa negara menaati hukumnya sendiri, itu bukan sekadar perkara Kemayoran — melainkan tanda krisis legitimasi negara dalam mengelola ruang hidup rakyatnya.

(Emy)

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Sigap Bantu Padamkan Kebakaran di Tanah Sereal

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Sigap Bantu Padamkan Kebakaran di Tanah Sereal

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Kepedulian dan kesigapan aparat TNI dalam membantu masyarakat kembali terlihat saat kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Pekapuran VIII No. 36A, Gang Betet, RT 003 RW 01, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, pada Senin dini hari (27/10/2025) sekitar pukul 01.30 WIB.

Kebakaran yang berasal dari rumah milik Sahadi (60) itu dengan cepat membesar dan menjalar ke dua rumah lainnya akibat korsleting listrik. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum bantuan datang.

Mendapat laporan dari warga dan Ketua RW setempat, Babinsa Koramil 02/Tambora bersama unsur Polsek Tambora, Satpol PP, Tagana, FKDM, dan PPSU segera turun ke lokasi membantu proses pemadaman dan evakuasi warga.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung bergerak ke lokasi bersama Binmas dan petugas Damkar untuk memastikan keselamatan warga dan membantu proses pemadaman,” ujar Serka Syarif, Babinsa Koramil 02/Tambora yang memimpin langsung personel di lapangan.

Sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran dan 110 personel dikerahkan oleh Sudin Gulkarmat Jakarta Barat di bawah pimpinan Joko Susilo. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.32 WIB, dan proses pendinginan selesai pada pukul 02.42 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seorang anak berusia 8 tahun mengalami luka bakar ringan. Sementara itu, tiga rumah warga dilaporkan hangus terbakar, masing-masing milik Sahadi, Entus Saifudin, dan Hermanto.

Koramil 02/Tambora bersama unsur tiga pilar juga melakukan pendataan, membantu evakuasi barang milik warga, dan berkoordinasi dengan Polsek Tambora untuk penanganan lebih lanjut.

“Ini wujud tanggung jawab dan pengabdian kami sebagai aparat kewilayahan. Setiap ada bencana, kami berkomitmen hadir cepat untuk membantu warga tanpa menunggu perintah,” tegas Serka Syarif.

Ketua RW 01, Widodo, mengapresiasi respon cepat Babinsa dan petugas gabungan. “Babinsa datang paling awal bersama Binmas. Mereka ikut bantu angkat air, menenangkan warga, dan memastikan semua aman. Terima kasih atas kepeduliannya,” ujarnya.

Hingga pagi hari, situasi di lokasi telah kondusif dan warga mulai membersihkan sisa puing kebakaran dengan bantuan PPSU dan relawan setempat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran dan Geng Motor di Wilayah Binaan

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran dan Geng Motor di Wilayah Binaan

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan patroli malam pada Minggu (26/10/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran antarwarga, aksi geng motor, balapan liar, serta tindak kejahatan jalanan lainnya.

Patroli dipimpin oleh Sertu Tri Nurhadi selaku Babinsa Koramil 02/Tambora dengan melibatkan tiga personel gabungan, terdiri dari Babinsa, anggota Wanra, dan Mitra Koramil. Kegiatan berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB dini hari.

Rute patroli dimulai dari Makoramil 02/Tambora dan menyusuri sejumlah titik rawan, di antaranya:

  • Jalan Kopi, Jalan Gedung Panjang, Jalan Perniagaan, Jalan Tubagus Angke,
  • Cek Point 1 di RPTRA Jam Jodo, meliputi Jalan Jembatan Dua, Latumenten, dan Jembatan Besi,
  • Cek Point 2 di Mall Season City, menyisir wilayah Jalan Krendang, Duri Utara, dan Duri Selatan,
  • Cek Point 3 di perbatasan Jakarta Barat – Jakarta Pusat, melalui Jalan KH Zainal Arifin dan KH Moh Mansyur,
  • serta Cek Point 4 di Pos Terpadu Pasar Pagi, mencakup Jalan Kalianyar 10 dan Rusun Angke.

Sertu Tri Nurhadi menjelaskan bahwa kegiatan patroli malam ini merupakan bagian dari tugas rutin untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Patroli ini juga bertujuan mencegah potensi tawuran dan aksi kejahatan jalanan yang kerap terjadi pada malam hari,” ujarnya.

Selain melakukan patroli, personel Koramil 02/Tambora juga berinteraksi langsung dengan warga dan petugas keamanan lingkungan di sejumlah titik. Mereka memberikan imbauan agar masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungannya masing-masing.

Kegiatan patroli berakhir pukul 03.00 WIB di Makoramil 02/Tambora dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Dengan kegiatan ini, Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bersinergi bersama masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah serta menciptakan lingkungan yang damai di Kecamatan Tambora.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/TB Laksanakan Patroli Siskamling Bersama Warga di Pekojan

Koramil 02/TB Kodim 0503/TB Laksanakan Patroli Siskamling Bersama Warga di Pekojan

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah binaan, Babinsa Kelurahan Pekojan, Sertu Tri Nurhadi, anggota Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, melaksanakan kegiatan Siskamling atau Pam Swakarsa bersama warga di Sekretariat RW 012, Jalan Bandengan Utara I RT 002/RW 012, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, pada Minggu malam (26/10/2025) pukul 23.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Tri Nurhadi berkoordinasi langsung dengan Yamin dan rekan-rekan warga yang sedang bertugas jaga malam. Ia memberikan sejumlah himbauan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun beberapa poin himbauan Babinsa antara lain:

  1. Menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama dengan sistem body system, membawa alat bantu komunikasi, dan alat pemukul/pentungan.
  2. Melaksanakan kontrol lingkungan setiap dua jam sekali secara bergantian.
  3. Bila terdapat hal mencurigakan, diimbau untuk tidak bertindak sendiri melainkan segera menghubungi rekan jaga, pengurus RT/RW, Babinsa, atau Bimas setempat.
  4. Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar tetap prima dalam melaksanakan tugas ronda malam.

Sertu Tri Nurhadi menegaskan bahwa keberadaan pos ronda dan kegiatan Siskamling merupakan bagian penting dalam sistem keamanan lingkungan berbasis masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan Siskamling ini, warga bisa saling menjaga dan berperan aktif menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayahnya,” ujarnya.

Kegiatan patroli malam tersebut berjalan dengan aman dan kondusif, serta disambut positif oleh warga sekitar. Koramil 02/Tambora berkomitmen untuk terus menjalin sinergi bersama masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

(Pendim 0503/JB) 

FBR Ranjau Barat G.0361 Gelar Santunan 60 Anak Yatim di Duri Kepa

FBR Ranjau Barat G.0361 Gelar Santunan 60 Anak Yatim di Duri Kepa

Jakarta Barat, penaxpose.com – Forum Betawi Rempug (FBR) Gardu Ranjau Barat G.0361 kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar kegiatan santunan bagi 60 anak yatim di Jalan Patra Raya, RT 007/RW 002, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu (26/10/2025).

Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan perwakilan instansi, di antaranya Bapak Nurhdi dari Kodim Jakarta Barat, Ustadz Roni selaku tokoh agama setempat, serta seluruh pengurus dan anggota FBR Ranjau Barat G.0361.

Dalam sambutannya, salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas inisiatif FBR Ranjau Barat dalam membantu anak-anak yatim.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Roni menegaskan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan bentuk nyata implementasi ajaran agama untuk saling berbagi.

“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk terus peduli terhadap sesama,” tuturnya.

Ketua Gardu FBR Ranjau Barat G.0361, Bang Wantek, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi.

“Kami dari FBR Ranjau Barat merasa terpanggil untuk membantu anak-anak yatim di lingkungan sekitar. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap sesama. Tanpa dukungan anggota dan para donatur, acara ini tak akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Suasana haru dan bahagia terlihat jelas saat anak-anak yatim menerima santunan. Mereka tampak gembira dan bersyukur atas perhatian yang diberikan.

FBR Ranjau Barat G.0361 berkomitmen untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam kegiatan sosial di wilayah Jakarta Barat. (Emy) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/TB Pastikan Wilayah Aman dari Genangan Air Pasca Hujan Deras

Koramil 02/TB Kodim 0503/TB Pastikan Wilayah Aman dari Genangan Air Pasca Hujan Deras


Kodam Jaya, Jakarta Barat – Jajaran Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat memastikan bahwa wilayah Kecamatan Tambora dalam kondisi aman dan bebas dari genangan air maupun banjir, meskipun hujan sempat mengguyur pada Minggu siang (26/10/2025).

Laporan resmi yang diterima dari Babinsa di 11 kelurahan menunjukkan tidak ditemukan adanya genangan air di seluruh wilayah binaan, meliputi Kelurahan Roa Malaka, Duri Utara, Duri Selatan, Angke, Pekojan, Krendang, Tambora, Tanah Sereal, Kali Anyar, Jembatan Besi, dan Jembatan Lima.

Selain itu, hasil pengecekan lapangan juga memastikan tidak ada laporan pohon tumbang maupun korban jiwa (pam tubuh nihil). Kondisi lingkungan masyarakat tetap aman dan terkendali.

Danramil 02/Tambora menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan para Babinsa yang terus memantau perkembangan situasi wilayah setiap saat, khususnya saat cuaca ekstrem melanda Jakarta Barat.

“Kami terus berkoordinasi dengan aparat kelurahan, PPSU, dan unsur tiga pilar untuk memastikan masyarakat merasa aman. Alhamdulillah, hingga sore ini Tambora dalam kondisi kondusif dan tidak ada titik banjir,” ujarnya.

Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam kondisi darurat bencana maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Dengan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Tambora diharapkan tetap menjadi wilayah yang tangguh, siap siaga, dan bebas dari bencana lingkungan.

(Pendim 0503/JB)