Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gencarkan Patroli Malam, Cegah Tawuran dan Balapan Liar di Wilayah Padat Penduduk

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gencarkan Patroli Malam, Cegah Tawuran dan Balapan Liar di Wilayah Padat Penduduk

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah binaannya, personel Koramil 02/Tambora, Kodim 0503/Jakarta Barat terus melakukan patroli malam sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tawuran remaja dan balapan liar.

Patroli yang dilaksanakan pada Selasa malam (28/10/2025) dipimpin langsung oleh Sertu Candra G, dengan kekuatan empat personel gabungan terdiri dari Babinsa, Wanra, dan Mitra Jaya.

Kegiatan dimulai pukul 22.00 WIB dari Markas Koramil 02/Tambora, dengan menyusuri beberapa titik rawan yang sering menjadi lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari, seperti Jl. Tiang Bendera, Jl. Kopi, Jl. Perniagaan Raya, dan Jl. KH. Mansyur.

Setiap pos pantau disinggahi untuk memastikan situasi aman, serta memberikan himbauan kepada warga agar turut menjaga ketertiban lingkungan. Patroli ini juga menyasar area padat pemukiman guna mencegah tindakan kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor dan gangguan kamtibmas lainnya.

Kami ingin memastikan masyarakat Tambora bisa beristirahat dengan tenang. Sinergi antara TNI dan warga menjadi kunci terciptanya wilayah yang aman dan kondusif,” ujar Sertu Candra usai kegiatan.

Hingga patroli berakhir pukul 23.15 WIB, situasi wilayah dilaporkan aman dan kondusif, tanpa adanya temuan menonjol.

Kegiatan patroli rutin ini merupakan bagian dari komitmen Koramil 02/Tambora dalam mendukung terciptanya lingkungan bebas tawuran dan balapan liar, sekaligus menjaga citra TNI sebagai pelindung dan sahabat rakyat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim JB Pantau Harga Sembako di Pasar Tanah Sereal, Pastikan Stabilitas dan Ketahanan Pangan Terjaga

Koramil 02/TB Kodim JB Pantau Harga Sembako di Pasar Tanah Sereal, Pastikan Stabilitas dan Ketahanan Pangan Terjaga

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, Babinsa Kelurahan Tanah Sereal, Koramil 02/Tambora, Kodim 0503/Jakarta Barat, Sertu Abdul Kadar, melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako di Pasar Impres Jaya Tanah Sereal, pada Rabu (29/10/2025) pukul 06.48 WIB.

Kegiatan pemantauan ini dilakukan secara langsung dengan mendata harga berbagai bahan kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang, minyak goreng, telur, hingga daging.
Dari hasil pantauan, harga-harga sembako di pasar tersebut terpantau relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.

Beberapa harga bahan pokok yang tercatat antara lain:

  • Beras IR Rp 14.000/kg,
  • Cabai Merah Keriting Rp 30.000/kg,
  • Bawang Merah Rp 35.000/kg,
  • Telur Ayam Rp 27.000/kg,
  • Minyak Goreng Kemasan Rp 17.000/kg,
  • dan Daging Sapi Rp 160.000/kg.

“Pemantauan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tersedia dan terjangkau, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Sertu Abdul Kadar di sela kegiatannya.

Selain mendata harga, Babinsa juga berdialog dengan para pedagang dan pembeli untuk mendengarkan langsung kondisi ekonomi di lapangan. Langkah ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kestabilan sosial serta mendukung kesejahteraan warga.

“Kami berkomitmen hadir bukan hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga membantu memastikan kondisi ekonomi masyarakat tetap aman dan terkendali. Dengan harga yang stabil, warga bisa hidup lebih tenang,” tambahnya.

Pemantauan rutin harga sembako ini menjadi agenda berkelanjutan yang dilakukan Babinsa Koramil 02/Tambora, terutama menjelang akhir tahun dan momentum hari besar keagamaan, di mana fluktuasi harga biasanya meningkat.

Kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan situasi pasar terpantau aman dan kondusif.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Gelar Patroli Maung Kodim 0503/JB: Pastikan Keamanan Wilayah Tetap Kondusif

Koramil 02/Tambora Gelar Patroli Maung Kodim 0503/JB: Pastikan Keamanan Wilayah Tetap Kondusif

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah binaan, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan kegiatan Patroli Keamanan Berkendaraan Maung Kodim 0503/JB, pada Selasa malam (28/10/2025) mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan patroli ini dipimpin oleh Serka Syarif H bersama lima personel lainnya, menggunakan satu unit kendaraan taktis Maung dan dua unit sepeda motor dinas.
Rute patroli dimulai dari Koramil 02/Tambora, menyusuri sejumlah titik strategis di wilayah Tambora yang dikenal padat aktivitas, seperti Jalan Malaka Utara, Jalan Kalibesar Barat, Jalan Kopi, Jalan Bandengan Utara, Jalan Tubagus Angke, hingga Jalan KH Moh. Mansyur, dan kembali ke markas melalui Jalan Tiang Bendera III.

Patroli malam ini bertujuan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali, serta memantau aktivitas masyarakat di kawasan rawan kriminalitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kehadiran nyata TNI di tengah masyarakat, memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap aparat pertahanan negara.

“Patroli Maung ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud tanggung jawab moral dan tugas teritorial TNI dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kami ingin masyarakat Tambora merasa tenang, aman, dan terlindungi,” ujar Serka Syarif H di sela kegiatan.

Selama kegiatan berlangsung, tim patroli juga berinteraksi dengan warga yang masih beraktivitas di malam hari, serta melakukan pengecekan ringan di sejumlah titik yang berpotensi rawan kejahatan jalanan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan situasi aman, tertib, dan kondusif hingga patroli berakhir pada pukul 22.15 WIB.

Pelaksanaan Patroli Maung Kodim 0503/JB ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan jajaran TNI AD, khususnya Koramil 02/Tambora, dalam menjaga keamanan lingkungan bersama unsur tiga pilar dan masyarakat.

“TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, siaga kapan pun dan di mana pun dibutuhkan. Kami pastikan wilayah Tambora tetap aman dan kondusif,” tutup Serka Syarif.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Hadiri Grand Opening SPPG di Jembatan Besi

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Hadiri Grand Opening SPPG di Jembatan Besi


Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora Kodim 0503/JB menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan menghadiri kegiatan Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan Rumah Berkat Bersama, Jalan Jembatan Besi II No. 6–7, RT 10 RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB ini dihadiri langsung oleh Danramil 02/Tambora Mayor Cku Wahidin bersama unsur tiga pilar dan tokoh masyarakat setempat. Pembukaan SPPG ini menjadi langkah nyata kolaborasi antara yayasan, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis demi meningkatkan status gizi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, perwakilan pengelola SPPG, Arpan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan sosial untuk membangun generasi yang sehat, produktif, dan kompetitif.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi nyata bagi persoalan gizi di masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Dukungan dari semua pihak, termasuk TNI dan pemerintah daerah, menjadi semangat kami untuk terus bergerak,” ujarnya.

Acara berlangsung meriah dan penuh semangat, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan, pemotongan pita, pemotongan tumpeng, pemutaran video profil SPPG, serta pengecekan dapur umum yang menjadi pusat pelayanan makanan bergizi.

Selain Danramil 02/TB Mayor Cku Wahidin, hadir pula Wakapolsek Tambora AKP SudargoWakil Camat Tambora A. ChoirKanit Intel AKP Ahyar MuisKapospol Jembatan Besi Iptu DadangKanit Samapta Ipda Dudi IskandarBabinsa Pelda Patton dan Sertu Sarip STBimas Aiptu AdamKepala Puskesmas Kelurahan Jembatan Besi dr. Melisa, serta para kepala sekolah, ketua RW, ketua RT, dan tokoh masyarakat lainnya.

Kegiatan berjalan aman dan lancar hingga selesai pada pukul 11.30 WIB.
Melalui kehadirannya, Koramil 02/Tambora menegaskan peran aktif TNI dalam mendukung berbagai program pemerintah dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“TNI selalu hadir di tengah masyarakat, berkolaborasi untuk membangun generasi yang sehat dan kuat, demi mewujudkan Indonesia Emas,” ujar Mayor Cku Wahidin di sela kegiatan.

(Pendim 0503/JB) 

Somasi Gerai Hukum ke PPK Kemayoran: Menyoal Batas Kewenangan dan Krisis Tata Kelola Kawasan Publik

Somasi Gerai Hukum ke PPK Kemayoran: Menyoal Batas Kewenangan dan Krisis Tata Kelola Kawasan Publik

Jakarta, penaxpose.com – Surat bernomor 138/TJS/GH/X/2025 yang ditandatangani pengacara Arthur Noija, S.H. dan Arnoldus Alverando K., S.H. dari Gerai Hukum ART & Rekan membuka babak baru dalam polemik panjang antara warga Kemayoran dan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK).

Namun lebih dari sekadar persoalan hukum, somasi ini menggugat logika kekuasaan: siapa sebenarnya yang berdaulat atas ruang publik?

Somasi kedua tersebut tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga menyentuh akar persoalan — legitimasi, akuntabilitas, dan batas kewenangan lembaga negara dalam mengelola aset publik yang seharusnya menjadi milik bersama warga.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Utama PPK Kemayoran, Teddy Robinson Siahaan, dan Direktur Pemberdayaan Kawasan, Yudi Sugara, kuasa hukum warga, Hermawan, menilai tindakan PPKK yang melarang aktivitas masyarakat di kawasan Kemayoran sebagai penyalahgunaan kewenangan administratif.

“PPKK seolah menjalankan fungsi sebagai pemerintahan tersendiri di tengah wilayah administratif Jakarta,”
tulis Gerai Hukum dalam suratnya.

Gerai Hukum juga mengutip Pasal 10 ayat (1) UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang menegaskan asas kepastian hukum, keterbukaan, dan pelayanan yang baik — asas-asas yang menurut mereka telah diabaikan oleh PPKK.

Padahal, Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2008 telah mengubah status lembaga tersebut menjadi Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara.
Dengan status itu, PPKK bukanlah pemilik tanah atau otoritas pemerintahan, melainkan hanya pengelola kawasan. Namun dalam praktiknya, lembaga ini kerap bertindak seolah memiliki hak prerogatif atas ruang hidup publik.

Tata Ruang yang Tumpang Tindih

Gerai Hukum juga mempertanyakan dasar hukum penyusunan rencana tata ruang kawasan Kemayoran.
Apakah kawasan tersebut memiliki RTRW atau RDTR tersendiri di luar koordinasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta?
Jika iya, maka hal ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan anomali tata pemerintahan.

“Tidak ada satu kawasan pun di republik ini yang boleh memiliki tata ruang otonom tanpa persetujuan substansi dari Kementerian Dalam Negeri,”
tegas Gerai Hukum dalam surat somasinya.

Somasi juga menyoroti pelanggaran prinsip keterbukaan publik. Berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang RTRW DKI Jakarta dan Pergub Nomor 112 Tahun 2022 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), setiap pengelola kawasan wajib menyerahkan dokumen fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada pemerintah daerah.

Namun hingga kini, publik belum memperoleh kepastian apakah PPKK sudah menyerahkan dokumen tersebut atau masih menyimpannya di balik tirai birokrasi.

Krisis Tata Kelola: BLU sebagai “Feodalisme Baru”

Kasus Kemayoran mencerminkan paradoks klasik dalam tata kelola publik Indonesia: aset negara dikelola dengan logika privat, sementara masyarakat ditempatkan sebagai “penyusup” di ruang publiknya sendiri.

Data Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menunjukkan, hingga 2024, lebih dari 60% aset eks-proyek strategis nasional masih dikelola secara terpusat tanpa koordinasi efektif dengan pemerintah daerah.
Kondisi ini menimbulkan ruang abu-abu administratif, tempat kekuasaan tumbuh tanpa mekanisme kontrol publik.

Dalam literatur kebijakan publik, fenomena ini dikenal sebagai institutional drift — penyimpangan kelembagaan ketika lembaga publik kehilangan arah fungsi pelayanan dan berubah menjadi alat kekuasaan administratif.

Alih-alih melayani, BLU seperti PPKK justru menjelma menjadi entitas yang memonopoli keputusan, bahkan atas ruang sosial dan ekonomi masyarakat.

Pertanyaan Besar: Siapa Mengawasi Pengelola Negara?

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah PPKK melanggar hukum, melainkan apakah struktur BLU seperti ini masih relevan di era desentralisasi dan keterbukaan informasi publik.
Jika lembaga publik bisa bertindak di luar sistem pemerintahan daerah, bukankah itu berarti negara tengah menciptakan bentuk baru dari feodalisme administratif?

Situasi ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi masih setengah hati — ketika institusi publik masih mempertahankan watak kolonial: menguasai, bukan melayani.

Refleksi Publik: Negara Bukan Pemilik Ruang

Somasi Gerai Hukum menjadi cermin bagi negara untuk bercermin.
Negara bukanlah pemilik ruang publik, melainkan pengelola kepercayaan rakyat.

Dan ketika warga harus menggunakan hukum untuk memaksa negara menaati hukumnya sendiri, itu bukan sekadar perkara Kemayoran — melainkan tanda krisis legitimasi negara dalam mengelola ruang hidup rakyatnya.

(Emy)

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Sigap Bantu Padamkan Kebakaran di Tanah Sereal

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Sigap Bantu Padamkan Kebakaran di Tanah Sereal

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Kepedulian dan kesigapan aparat TNI dalam membantu masyarakat kembali terlihat saat kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Pekapuran VIII No. 36A, Gang Betet, RT 003 RW 01, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, pada Senin dini hari (27/10/2025) sekitar pukul 01.30 WIB.

Kebakaran yang berasal dari rumah milik Sahadi (60) itu dengan cepat membesar dan menjalar ke dua rumah lainnya akibat korsleting listrik. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum bantuan datang.

Mendapat laporan dari warga dan Ketua RW setempat, Babinsa Koramil 02/Tambora bersama unsur Polsek Tambora, Satpol PP, Tagana, FKDM, dan PPSU segera turun ke lokasi membantu proses pemadaman dan evakuasi warga.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung bergerak ke lokasi bersama Binmas dan petugas Damkar untuk memastikan keselamatan warga dan membantu proses pemadaman,” ujar Serka Syarif, Babinsa Koramil 02/Tambora yang memimpin langsung personel di lapangan.

Sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran dan 110 personel dikerahkan oleh Sudin Gulkarmat Jakarta Barat di bawah pimpinan Joko Susilo. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.32 WIB, dan proses pendinginan selesai pada pukul 02.42 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seorang anak berusia 8 tahun mengalami luka bakar ringan. Sementara itu, tiga rumah warga dilaporkan hangus terbakar, masing-masing milik Sahadi, Entus Saifudin, dan Hermanto.

Koramil 02/Tambora bersama unsur tiga pilar juga melakukan pendataan, membantu evakuasi barang milik warga, dan berkoordinasi dengan Polsek Tambora untuk penanganan lebih lanjut.

“Ini wujud tanggung jawab dan pengabdian kami sebagai aparat kewilayahan. Setiap ada bencana, kami berkomitmen hadir cepat untuk membantu warga tanpa menunggu perintah,” tegas Serka Syarif.

Ketua RW 01, Widodo, mengapresiasi respon cepat Babinsa dan petugas gabungan. “Babinsa datang paling awal bersama Binmas. Mereka ikut bantu angkat air, menenangkan warga, dan memastikan semua aman. Terima kasih atas kepeduliannya,” ujarnya.

Hingga pagi hari, situasi di lokasi telah kondusif dan warga mulai membersihkan sisa puing kebakaran dengan bantuan PPSU dan relawan setempat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran dan Geng Motor di Wilayah Binaan

Koramil 02/TB Kodim 0503/JB Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran dan Geng Motor di Wilayah Binaan

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan patroli malam pada Minggu (26/10/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran antarwarga, aksi geng motor, balapan liar, serta tindak kejahatan jalanan lainnya.

Patroli dipimpin oleh Sertu Tri Nurhadi selaku Babinsa Koramil 02/Tambora dengan melibatkan tiga personel gabungan, terdiri dari Babinsa, anggota Wanra, dan Mitra Koramil. Kegiatan berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB dini hari.

Rute patroli dimulai dari Makoramil 02/Tambora dan menyusuri sejumlah titik rawan, di antaranya:

  • Jalan Kopi, Jalan Gedung Panjang, Jalan Perniagaan, Jalan Tubagus Angke,
  • Cek Point 1 di RPTRA Jam Jodo, meliputi Jalan Jembatan Dua, Latumenten, dan Jembatan Besi,
  • Cek Point 2 di Mall Season City, menyisir wilayah Jalan Krendang, Duri Utara, dan Duri Selatan,
  • Cek Point 3 di perbatasan Jakarta Barat – Jakarta Pusat, melalui Jalan KH Zainal Arifin dan KH Moh Mansyur,
  • serta Cek Point 4 di Pos Terpadu Pasar Pagi, mencakup Jalan Kalianyar 10 dan Rusun Angke.

Sertu Tri Nurhadi menjelaskan bahwa kegiatan patroli malam ini merupakan bagian dari tugas rutin untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Patroli ini juga bertujuan mencegah potensi tawuran dan aksi kejahatan jalanan yang kerap terjadi pada malam hari,” ujarnya.

Selain melakukan patroli, personel Koramil 02/Tambora juga berinteraksi langsung dengan warga dan petugas keamanan lingkungan di sejumlah titik. Mereka memberikan imbauan agar masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungannya masing-masing.

Kegiatan patroli berakhir pukul 03.00 WIB di Makoramil 02/Tambora dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Dengan kegiatan ini, Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bersinergi bersama masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah serta menciptakan lingkungan yang damai di Kecamatan Tambora.

(Pendim 0503/JB)