Koramil 02/Tambora Bersama Komponen Pendukung Pastikan Wilayah Aman dari Genangan Air

Koramil 02/Tambora Bersama Komponen Pendukung Pastikan Wilayah Aman dari Genangan Air

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora jajaran Kodim 0503/Jakarta Barat bersama komponen pendukung dan unsur terkait melakukan pemantauan intensif kondisi wilayah menyusul potensi genangan air dan banjir di Kecamatan Tambora.

Pemantauan dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, mulai pukul 00.05 WIB hingga selesai, sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat teritorial dalam mengantisipasi dampak cuaca dan menjaga keselamatan warga.

Berdasarkan hasil pemantauan di seluruh wilayah Kecamatan Tambora, kondisi lingkungan terpantau aman dan terkendali, dengan tidak ditemukan genangan air maupun banjir di seluruh kelurahan yang menjadi wilayah binaan Koramil 02/Tambora.

Adapun wilayah yang dipantau meliputi Kelurahan Roa Malaka, Duri Utara, Duri Selatan, Angke, Pekojan, Krendang, Tambora, Tanah Sereal, Kali Anyar, Jembatan Besi, dan Jembatan Lima. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi nihil genangan air.

Selain itu, hasil pemantauan juga memastikan tidak terdapat korban jiwa, serta tidak ditemukan kejadian pohon tumbang atau gangguan keamanan yang dapat membahayakan warga.

Danramil 02/Tambora menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Koramil bersama komponen pendukung untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Kami bersama komponen pendukung dan unsur wilayah terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan lingkungan tetap aman. Kesiapsiagaan ini penting agar apabila terjadi kondisi darurat, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Sinergi antara Koramil, komponen pendukung, serta masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kecamatan Tambora.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil Tambora Bersama Komponen Pendukung Tangani Darurat Sampah di Krendang

Koramil Tambora Bersama Komponen Pendukung Tangani Darurat Sampah di Krendang

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil jajaran Kodim 0503/Jakarta Barat bersama Komponen Pendukung (Komduk) dan unsur tiga pilar melaksanakan kegiatan Satgas Sampah sebagai tindak lanjut atas perintah Danrem 052/Wijayakrama (Wkr) dalam penanganan darurat sampah di wilayah teritorial.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Jalan Krendang Utara RT 01 RW 02, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Dalam pelaksanaannya, personel Koramil bersama komponen pendukung dan warga setempat melakukan aksi nyata pembersihan lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga.

Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi imbauan kepada warga agar membuang sampah pada tong sampah yang telah disediakan, serta pemilahan sampah organik dan anorganik untuk didaur ulang atau memiliki nilai ekonomis.

Kegiatan ini melibatkan unsur Tiga Pilar Kelurahan Tambora, yakni:

  • Personel Kodim 0503/JB
  • Komponen Pendukung (Komduk)
  • Warga masyarakat
  • Dinas Lingkungan Hidup

Sinergi tersebut menunjukkan komitmen kuat TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menciptakan wilayah yang sehat dan nyaman.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Satgas Sampah dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana, antara lain truk sampah, sekop, pengki, dan sapu.

Danramil setempat menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Kehadiran Koramil bersama Komponen Pendukung di tengah masyarakat mendapat apresiasi warga, karena dinilai memberikan contoh nyata kepedulian TNI terhadap permasalahan lingkungan.

Langkah ini sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai wujud pengabdian nyata dalam menjaga kebersihan dan ketertiban wilayah.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Bersama Komponen Pendukung Gelar Patroli Malam, Antisipasi Tawuran dan Balapan Liar

Koramil 02/Tambora Bersama Komponen Pendukung Gelar Patroli Malam, Antisipasi Tawuran dan Balapan Liar

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora terus meningkatkan kewaspadaan wilayah melalui patroli malam terpadu guna mengantisipasi potensi tawuran dan balapan liar di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Patroli tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari (7–8 Februari 2026).

Patroli dipimpin oleh Sertu Sarip ST dengan melibatkan unsur Babinsa, Wanra, dan mitra kewilayahan, sebagai bagian dari upaya pembinaan teritorial dan pencegahan dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan patroli dimulai pukul 22.00 WIB dari Markas Koramil 02/Tambora, dengan menyusuri sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan, di antaranya Jalan Kopi, Jalan Tiang Bendera V, Jalan Bandengan Selatan, hingga kawasan pemukiman dan fasilitas umum di wilayah Pekojan dan sekitarnya.

Beberapa titik dilakukan pengecekan (check point), antara lain di sekitar Gereja Sidang Jemaat Allah, Kantor Kelurahan Pekojan, Masjid Anaweer, SMPN 32, dan SMKN 9, guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sertu Sarip ST menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara mobile dengan pendekatan persuasif, serta mengedepankan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

“Kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif Koramil 02/Tambora bersama komponen pendukung untuk mencegah terjadinya tawuran dan balapan liar, khususnya pada jam-jam rawan malam hari,” ujarnya.

Selama pelaksanaan patroli hingga pukul 00.00 WIB, situasi di wilayah terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan kejadian menonjol. Kehadiran aparat di lapangan juga mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih tenang dengan adanya patroli rutin.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh komponen kewilayahan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Tambora.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Bersama Komponen Pendukung Perkuat Keamanan Wilayah Lewat Siskamling Terpadu di Jembatan Besi

Koramil 02/Tambora Bersama Komponen Pendukung Perkuat Keamanan Wilayah Lewat Siskamling Terpadu di Jembatan Besi


Kodam Jaya, Jakarta Barat — Upaya menjaga stabilitas keamanan lingkungan terus dilakukan Koramil Tambora bersama komponen pendukung kewilayahan. Babinsa Kelurahan Jembatan Besi, Sertu Sarip ST, melaksanakan kegiatan Siskamling/Pengamanan Swakarsa di Pos Siaga Bencana Tiga Pilar, Jalan Jembatan Besi II RT 01 RW 04, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu malam (7/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 22.06 WIB tersebut dilaksanakan bersama unsur Satpol PP dan PPSU Kelurahan Jembatan Besi, sebagai bagian dari pembinaan teritorial dan penguatan sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi warga.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa memberikan arahan dan imbauan kepada petugas jaga malam agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan permukiman.

“Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Petugas jaga harus waspada terhadap orang keluar-masuk wilayah, serta memperketat penjagaan di sekitar pos dan lingkungan warga,” ujar Sertu Sarip ST saat memberikan arahan.

Babinsa juga mengingatkan agar patroli lingkungan dilakukan secara berkala dengan sistem berpasangan (body system) setiap dua jam guna saling melindungi dan memperkuat koordinasi. Selain itu, kesiapan perlengkapan siskamling seperti tongkat, alat komunikasi (HT dan telepon seluler), serta peralatan pendukung lainnya turut menjadi perhatian.

Dalam arahannya, Babinsa menegaskan pentingnya koordinasi cepat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan. Petugas jaga diminta segera menghubungi Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun pengurus RT/RW agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Keselamatan personel adalah yang utama. Jaga kesehatan dan keamanan diri, rekan, serta kelompok jaga agar pelayanan keamanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” tambahnya.

Kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari petugas dan warga sekitar.

Melalui kegiatan ini, Koramil Tambora menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan komponen pendukung lainnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Bersinergi Wujudkan “Jaga Jakarta Bersih” di Kalianyar

Koramil 02/Tambora Bersinergi Wujudkan “Jaga Jakarta Bersih” di Kalianyar

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora, Kodim 0503/Jakarta Barat, bersama unsur pemerintah daerah, Polri, dan komponen masyarakat melaksanakan Giat Kerja Bakti “Jaga Jakarta Bersih” di wilayah RW 02 Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Minggu (8/2/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipusatkan di Pos RW 02, Jalan Kalianyar X, dengan sasaran utama pembersihan saluran air, got, penebangan pohon, serta pengangkutan sampah rumah tangga guna menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman.

Danramil 02/Tambora Mayor Cke Wahidin menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk nyata peran TNI AD melalui Koramil dalam mendukung program pemerintah daerah serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Koramil hadir tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga aktif mendorong kepedulian lingkungan dan kebersamaan lintas sektor. Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga wilayah tetap bersih, sehat, dan aman,” ujar Mayor Wahidin.

Apel kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Tambora Pangestu Aji Swandhanu, yang dalam arahannya mengapresiasi soliditas seluruh unsur yang terlibat, khususnya peran Koramil 02/Tambora sebagai motor penggerak kebersamaan.

“Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang sangat baik antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat. Kami berharap budaya gotong royong seperti ini terus dijaga,” kata Camat Tambora.

Kerja bakti melibatkan 293 personel gabungan, terdiri dari unsur Koramil 02/TB, Polsek Tambora, Satpol PP, Sudin SDA, Damkar, LH, BPBD, PPSU, serta warga masyarakat, Dawis, PKK, LMK, dan para Ketua RT/RW. Seluruh peserta bahu-membahu membersihkan saluran air, menyapu jalan, memangkas pohon, dan mengangkut sampah menggunakan truk sampah serta kendaraan operasional PPSU.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, Camat Tambora Aji Pangestu Swandhanu, Lurah Kalianyar Iman Suhendar, beserta jajaran aparatur kecamatan dan kelurahan.

Kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Lingkungan RW 02 Kalianyar tampak lebih bersih dan rapi, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antarinstansi dan warga.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pembinaan teritorial yang selalu hadir dan bersinergi demi kepentingan masyarakat dan kemajuan wilayah.

(Pendim 0503/JB) 

Dituding Preman dan Pasang Badan Saat Aksi BPJS, Ketua Karang Taruna Jeneponto Bantah Keras

Dituding Preman dan Pasang Badan Saat Aksi BPJS, Ketua Karang Taruna Jeneponto Bantah Keras

Jeneponto, Kamis, 5 Februari 2026 — Ketua Karang Taruna Jeneponto, Suharmin Qilank, membantah keras tudingan sejumlah media yang menyebut dirinya sebagai preman dan melakukan “pasang badan” saat aksi unjuk rasa Koalisi BPJS (Barisan Pejuang Jaminan Sosial) di Kantor Bupati Jeneponto.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh aliansi pemuda dan mahasiswa yang memperjuangkan hak masyarakat miskin, khususnya terkait penonaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS), perubahan desil penerima manfaat, serta pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, aksi sempat berlangsung ricuh setelah sejumlah peserta aksi menerobos masuk secara paksa ke dalam area Kantor Bupati Jeneponto, sehingga memicu ketegangan di lokasi.

Suharmin Qilank menjelaskan bahwa dirinya justru berupaya melerai dan mencegah tindakan anarkis yang berpotensi membahayakan peserta aksi maupun aparat keamanan.

“Saya menolak keras disebut preman atau pasang badan melawan aksi. Justru niat saya melarang adik-adik agar tidak melakukan aksi brutal. Bahkan saya hampir dikeroyok,” tegas Suharmin.

Ia mengakui situasi di lapangan saat itu cukup panas dan penuh provokasi. Emosi pun sempat memuncak hingga akhirnya beberapa anggota Satpol PP melerai dan mengamankannya ke bagian belakang area kantor bupati.

“Seperti yang lain, kami juga terprovokasi dan sempat emosi. Namun akhirnya aparat keamanan melerai,” lanjutnya.

Karang Taruna Tidak Pernah Anti Aksi

Suharmin menegaskan, baik secara pribadi maupun sebagai Ketua Karang Taruna Jeneponto, ia tidak pernah melarang aksi unjuk rasa, selama aksi tersebut benar-benar mewakili kepentingan masyarakat miskin dan dilakukan secara tertib.

Terkait beredarnya pamflet penolakan aksi, Suharmin menjelaskan bahwa sikap tersebut muncul karena Karang Taruna tidak sepakat dengan narasi yang menyebut pemerintah daerah tidak peduli atau tidak adil terhadap masyarakat miskin.

“Faktanya, setelah Bapak Bupati dan beberapa perangkat daerah yang terkait dengan BPJS memberikan penjelasan dan solusi, terbukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam membantu masyarakat miskin, khususnya dalam pelayanan jaminan kesehatan KIS dan BPJS,” ujar Suharmin.

Minta Media Lebih Objektif dan Berimbang

Segenap pengurus Karang Taruna Jeneponto menyayangkan pemberitaan sejumlah media yang dinilai tidak berimbang dan menyudutkan pribadi Suharmin Qilank.

Mereka menilai tudingan tersebut bukan lagi menyangkut individu, melainkan telah menyentuh marwah dan nama baik kelembagaan Karang Taruna, mengingat posisi ketua merupakan simbol organisasi.

Pengurus Karang Taruna lainnya, Hendra Wijaya, mempertanyakan kredibilitas oknum insan pers yang merilis berita tanpa klarifikasi dan verifikasi yang memadai.

“Kami mempertanyakan objektivitas dan profesionalitas media yang tidak akurat serta tidak berimbang dalam menyajikan informasi,” ujarnya.

Sebagai penutup, Karang Taruna Jeneponto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan keamanan daerah, serta bersama-sama mengawal program Pemerintah Kabupaten Jeneponto, khususnya dalam peningkatan pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin.

#JenepontoBahagia

IJ


Kalau kamu mau:

  • versi lebih singkat (klarifikasi cepat)
  • versi headline lebih keras
  • atau opini balasan media

tinggal bilang, saya siap rapikan lagi sesuai kebutuhan.

Praperadilan Yaris: Fakta Persidangan Ungkap Dugaan Pelanggaran Berat UU SPPA oleh Polres dan Kejaksaan Jeneponto

Praperadilan Yaris: Fakta Persidangan Ungkap Dugaan Pelanggaran Berat UU SPPA oleh Polres dan Kejaksaan Jeneponto

Jeneponto, Rabu, 4 Februari 2026 — Sidang praperadilan yang diajukan oleh Yaris dan keluarga di Pengadilan Negeri Jeneponto mengungkap sejumlah fakta serius yang dinilai mencederai prinsip perlindungan anak dalam sistem peradilan pidana. Fakta-fakta tersebut mencuat dari proses penyidikan oleh Polres Jeneponto hingga penanganan perkara oleh Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Dalam persidangan terungkap bahwa penyidik yang memeriksa Anak Yaris tidak memiliki sertifikat maupun pelatihan sebagai penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Fakta ini diakui langsung oleh saksi dari pihak Termohon I, yang menyatakan tidak pernah mengikuti pelatihan penyidik PPA, namun tetap melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap anak.

Lebih lanjut, saksi Termohon I tidak mampu menjelaskan tahapan krusial dalam proses penyidikan, termasuk alasan dan dasar hukum perubahan status Anak Yaris dari korban atau saksi menjadi Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH). Saat diminta menunjukkan dokumen tertulis terkait perubahan status tersebut, saksi mengaku “lupa” dan tidak dapat menghadirkan satu pun bukti tertulis di persidangan.

Diversi Diakui, Dokumen Tidak Pernah Ada

Fakta mencengangkan lainnya muncul terkait proses diversi. Para saksi dari pihak Termohon secara konsisten mengakui bahwa upaya diversi telah dilakukan, bahkan lebih dari satu kali. Namun, tidak satu pun hasil diversi dituangkan dalam bentuk kesepakatan tertulis atau berita acara resmi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

Dokumen yang ditunjukkan di persidangan hanya berupa daftar hadir dan dokumentasi foto, tanpa adanya dokumen hukum yang sah dan mengikat.

Kuasa hukum Pemohon dari LKBH Makassar, Ayu Khusnul Hudayanti, S.HI, menegaskan bahwa rangkaian fakta tersebut menunjukkan pelanggaran serius terhadap UU SPPA.

“Ini bukan sekadar kesalahan prosedur. Penyidik tidak kompeten, tidak ada dasar tertulis perubahan status anak, diversi diakui tapi tidak pernah dibuktikan secara hukum, bahkan jaksa mengakui tidak adanya barang bukti. Secara hukum, proses ini cacat sejak awal,” tegas Ayu.

Jaksa Akui Tidak Ada Barang Bukti

Dari keterangan saksi Termohon II selaku Jaksa Penuntut Umum, terungkap pula bahwa tidak terdapat barang bukti fisik dalam perkara ini. Berkas perkara sempat dikembalikan karena tidak memenuhi syarat formil dan materiil, namun tetap dinyatakan lengkap (P-21) dan dilanjutkan ke tahap penuntutan.

Fakta ini semakin memperkuat dalil Pemohon bahwa proses hukum terhadap Anak Yaris dilakukan tanpa dasar pembuktian yang memadai.

Sementara itu, Yali, orang tua Anak Yaris sekaligus Pemohon praperadilan, menegaskan bahwa keluarganya hanya menuntut keadilan dan perlindungan hukum bagi anaknya.

“Anak saya awalnya korban, tapi malah diproses sebagai pelaku. Kami hanya ingin keadilan dan agar negara tidak memperlakukan anak-anak secara sewenang-wenang,” ujarnya.

Harapan pada Putusan Hakim

Berdasarkan seluruh fakta persidangan, Pemohon menilai penetapan Anak Yaris sebagai ABH beserta seluruh tindakan penyidikan lanjutan tidak sah secara hukum, karena dilakukan tanpa kewenangan, tanpa prosedur yang benar, serta tanpa alat bukti yang cukup.

Aktivis pemerhati masyarakat Imran Jaya menyatakan keyakinannya bahwa majelis hakim Pengadilan Negeri Jeneponto akan mengedepankan prinsip keadilan substantif dalam memutus perkara ini.

Menurut Imran, lembaga peradilan memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan publik, khususnya bagi masyarakat yang selama ini berada dalam posisi lemah dan rentan terhadap ketidakadilan hukum.

“Kami percaya majelis hakim akan memutus perkara ini secara objektif, profesional, dan berlandaskan rasa keadilan, bukan semata-mata pada aspek hukum formal,” ujar Imran saat ditemui.

Ia berharap putusan yang diambil nantinya tidak hanya memberikan keadilan bagi Anak Yaris dan keluarganya, tetapi juga menjadi preseden bahwa hukum benar-benar berpihak pada kebenaran serta kepentingan masyarakat luas.

IJ