Temui Mensos, Bupati Jeneponto Perjuangkan Kuota PBI dan Pembangunan Sekolah Rakyat

Temui Mensos, Bupati Jeneponto Perjuangkan Kuota PBI dan Pembangunan Sekolah Rakyat

Jakarta, penaXpose.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus mengintensifkan upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Jeneponto ke Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang diterima langsung oleh Menteri Sosial RI di Jakarta.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun produktif, dengan fokus pembahasan pada sejumlah isu strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Jeneponto.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Kabupaten Jeneponto. Bupati Jeneponto menyampaikan bahwa daerahnya mengalami penonaktifan kepesertaan PBI dalam jumlah cukup signifikan akibat proses data cleansing, yang berdampak pada upaya pencapaian Universal Health Coverage (UHC).

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Bupati Jeneponto secara khusus memohon tambahan kuota PBI bagi Kabupaten Jeneponto, sejalan dengan rencana Kementerian Sosial RI yang tengah mengusulkan penambahan kuota PBI secara nasional.

Selain isu jaminan kesehatan, Bupati Jeneponto juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jeneponto sebagai bagian dari strategi penanganan kemiskinan yang bersifat komprehensif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Butta Turatea.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Sosial RI menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut. Namun demikian, Menteri Sosial menegaskan bahwa proses tindak lanjut pembangunan akan dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, khususnya terkait kelengkapan sertifikat lahan.

Sebagai penutup pertemuan, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Menteri mendorong Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian Sosial RI. Kerja sama yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan program-program penanganan kemiskinan berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Langkah proaktif Bupati Jeneponto ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, demi terwujudnya Jeneponto Bahagia.

#JenepontoBahagia
(Humas Pemda – IJ)

Dituding Preman dan Pasang Badan Saat Aksi BPJS, Ketua Karang Taruna Jeneponto Bantah Keras

Dituding Preman dan Pasang Badan Saat Aksi BPJS, Ketua Karang Taruna Jeneponto Bantah Keras

Jeneponto, Kamis, 5 Februari 2026 — Ketua Karang Taruna Jeneponto, Suharmin Qilank, membantah keras tudingan sejumlah media yang menyebut dirinya sebagai preman dan melakukan “pasang badan” saat aksi unjuk rasa Koalisi BPJS (Barisan Pejuang Jaminan Sosial) di Kantor Bupati Jeneponto.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh aliansi pemuda dan mahasiswa yang memperjuangkan hak masyarakat miskin, khususnya terkait penonaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS), perubahan desil penerima manfaat, serta pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, aksi sempat berlangsung ricuh setelah sejumlah peserta aksi menerobos masuk secara paksa ke dalam area Kantor Bupati Jeneponto, sehingga memicu ketegangan di lokasi.

Suharmin Qilank menjelaskan bahwa dirinya justru berupaya melerai dan mencegah tindakan anarkis yang berpotensi membahayakan peserta aksi maupun aparat keamanan.

“Saya menolak keras disebut preman atau pasang badan melawan aksi. Justru niat saya melarang adik-adik agar tidak melakukan aksi brutal. Bahkan saya hampir dikeroyok,” tegas Suharmin.

Ia mengakui situasi di lapangan saat itu cukup panas dan penuh provokasi. Emosi pun sempat memuncak hingga akhirnya beberapa anggota Satpol PP melerai dan mengamankannya ke bagian belakang area kantor bupati.

“Seperti yang lain, kami juga terprovokasi dan sempat emosi. Namun akhirnya aparat keamanan melerai,” lanjutnya.

Karang Taruna Tidak Pernah Anti Aksi

Suharmin menegaskan, baik secara pribadi maupun sebagai Ketua Karang Taruna Jeneponto, ia tidak pernah melarang aksi unjuk rasa, selama aksi tersebut benar-benar mewakili kepentingan masyarakat miskin dan dilakukan secara tertib.

Terkait beredarnya pamflet penolakan aksi, Suharmin menjelaskan bahwa sikap tersebut muncul karena Karang Taruna tidak sepakat dengan narasi yang menyebut pemerintah daerah tidak peduli atau tidak adil terhadap masyarakat miskin.

“Faktanya, setelah Bapak Bupati dan beberapa perangkat daerah yang terkait dengan BPJS memberikan penjelasan dan solusi, terbukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam membantu masyarakat miskin, khususnya dalam pelayanan jaminan kesehatan KIS dan BPJS,” ujar Suharmin.

Minta Media Lebih Objektif dan Berimbang

Segenap pengurus Karang Taruna Jeneponto menyayangkan pemberitaan sejumlah media yang dinilai tidak berimbang dan menyudutkan pribadi Suharmin Qilank.

Mereka menilai tudingan tersebut bukan lagi menyangkut individu, melainkan telah menyentuh marwah dan nama baik kelembagaan Karang Taruna, mengingat posisi ketua merupakan simbol organisasi.

Pengurus Karang Taruna lainnya, Hendra Wijaya, mempertanyakan kredibilitas oknum insan pers yang merilis berita tanpa klarifikasi dan verifikasi yang memadai.

“Kami mempertanyakan objektivitas dan profesionalitas media yang tidak akurat serta tidak berimbang dalam menyajikan informasi,” ujarnya.

Sebagai penutup, Karang Taruna Jeneponto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan keamanan daerah, serta bersama-sama mengawal program Pemerintah Kabupaten Jeneponto, khususnya dalam peningkatan pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin.

#JenepontoBahagia

IJ


Kalau kamu mau:

  • versi lebih singkat (klarifikasi cepat)
  • versi headline lebih keras
  • atau opini balasan media

tinggal bilang, saya siap rapikan lagi sesuai kebutuhan.

Praperadilan Yaris: Fakta Persidangan Ungkap Dugaan Pelanggaran Berat UU SPPA oleh Polres dan Kejaksaan Jeneponto

Praperadilan Yaris: Fakta Persidangan Ungkap Dugaan Pelanggaran Berat UU SPPA oleh Polres dan Kejaksaan Jeneponto

Jeneponto, Rabu, 4 Februari 2026 — Sidang praperadilan yang diajukan oleh Yaris dan keluarga di Pengadilan Negeri Jeneponto mengungkap sejumlah fakta serius yang dinilai mencederai prinsip perlindungan anak dalam sistem peradilan pidana. Fakta-fakta tersebut mencuat dari proses penyidikan oleh Polres Jeneponto hingga penanganan perkara oleh Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Dalam persidangan terungkap bahwa penyidik yang memeriksa Anak Yaris tidak memiliki sertifikat maupun pelatihan sebagai penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Fakta ini diakui langsung oleh saksi dari pihak Termohon I, yang menyatakan tidak pernah mengikuti pelatihan penyidik PPA, namun tetap melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap anak.

Lebih lanjut, saksi Termohon I tidak mampu menjelaskan tahapan krusial dalam proses penyidikan, termasuk alasan dan dasar hukum perubahan status Anak Yaris dari korban atau saksi menjadi Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH). Saat diminta menunjukkan dokumen tertulis terkait perubahan status tersebut, saksi mengaku “lupa” dan tidak dapat menghadirkan satu pun bukti tertulis di persidangan.

Diversi Diakui, Dokumen Tidak Pernah Ada

Fakta mencengangkan lainnya muncul terkait proses diversi. Para saksi dari pihak Termohon secara konsisten mengakui bahwa upaya diversi telah dilakukan, bahkan lebih dari satu kali. Namun, tidak satu pun hasil diversi dituangkan dalam bentuk kesepakatan tertulis atau berita acara resmi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

Dokumen yang ditunjukkan di persidangan hanya berupa daftar hadir dan dokumentasi foto, tanpa adanya dokumen hukum yang sah dan mengikat.

Kuasa hukum Pemohon dari LKBH Makassar, Ayu Khusnul Hudayanti, S.HI, menegaskan bahwa rangkaian fakta tersebut menunjukkan pelanggaran serius terhadap UU SPPA.

“Ini bukan sekadar kesalahan prosedur. Penyidik tidak kompeten, tidak ada dasar tertulis perubahan status anak, diversi diakui tapi tidak pernah dibuktikan secara hukum, bahkan jaksa mengakui tidak adanya barang bukti. Secara hukum, proses ini cacat sejak awal,” tegas Ayu.

Jaksa Akui Tidak Ada Barang Bukti

Dari keterangan saksi Termohon II selaku Jaksa Penuntut Umum, terungkap pula bahwa tidak terdapat barang bukti fisik dalam perkara ini. Berkas perkara sempat dikembalikan karena tidak memenuhi syarat formil dan materiil, namun tetap dinyatakan lengkap (P-21) dan dilanjutkan ke tahap penuntutan.

Fakta ini semakin memperkuat dalil Pemohon bahwa proses hukum terhadap Anak Yaris dilakukan tanpa dasar pembuktian yang memadai.

Sementara itu, Yali, orang tua Anak Yaris sekaligus Pemohon praperadilan, menegaskan bahwa keluarganya hanya menuntut keadilan dan perlindungan hukum bagi anaknya.

“Anak saya awalnya korban, tapi malah diproses sebagai pelaku. Kami hanya ingin keadilan dan agar negara tidak memperlakukan anak-anak secara sewenang-wenang,” ujarnya.

Harapan pada Putusan Hakim

Berdasarkan seluruh fakta persidangan, Pemohon menilai penetapan Anak Yaris sebagai ABH beserta seluruh tindakan penyidikan lanjutan tidak sah secara hukum, karena dilakukan tanpa kewenangan, tanpa prosedur yang benar, serta tanpa alat bukti yang cukup.

Aktivis pemerhati masyarakat Imran Jaya menyatakan keyakinannya bahwa majelis hakim Pengadilan Negeri Jeneponto akan mengedepankan prinsip keadilan substantif dalam memutus perkara ini.

Menurut Imran, lembaga peradilan memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan publik, khususnya bagi masyarakat yang selama ini berada dalam posisi lemah dan rentan terhadap ketidakadilan hukum.

“Kami percaya majelis hakim akan memutus perkara ini secara objektif, profesional, dan berlandaskan rasa keadilan, bukan semata-mata pada aspek hukum formal,” ujar Imran saat ditemui.

Ia berharap putusan yang diambil nantinya tidak hanya memberikan keadilan bagi Anak Yaris dan keluarganya, tetapi juga menjadi preseden bahwa hukum benar-benar berpihak pada kebenaran serta kepentingan masyarakat luas.

IJ

Praperadilan: Aktivis Pejuang Jalanan Bergerak Membantu Masyarakat Lemah Imran Jaya, Jeneponto

Praperadilan: Aktivis Pejuang Jalanan Bergerak Membantu Masyarakat Lemah Imran Jaya, Jeneponto

Imran Jaya, Jeneponto

Kepedulian terhadap masyarakat lemah kembali ditunjukkan oleh seorang aktivis pejuang jalanan yang secara konsisten turun langsung membantu warga kurang mampu. Dengan semangat kemanusiaan, ia hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan sosial, pendampingan, serta pembelaan terhadap hak-hak rakyat kecil.

Aktivis yang dikenal dengan pendekatan sederhana dan merakyat ini kerap membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi, ketidakadilan sosial, hingga keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Bentuk kepedulian yang dilakukan antara lain membantu kebutuhan makan harian, melakukan penggalangan bantuan, serta mendampingi masyarakat dalam menyuarakan aspirasi mereka.

“Perjuangan ini bukan soal nama atau popularitas, tetapi soal kemanusiaan. Selama masih ada masyarakat yang tertindas dan mengalami kesulitan, kami akan terus bergerak,” ujarnya.

Aksi nyata tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga merasa terbantu dan berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut serta memperoleh dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak.

Gerakan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat lahir dari siapa saja, tanpa harus menunggu jabatan atau kekuasaan. Semangat gotong royong dan keberanian membela masyarakat lemah menjadi pesan utama dari perjuangan sang aktivis.

#JenepontoBahagia
IJ

UKPBJ Kabupaten Jeneponto Sosialisasikan RUP Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Desa Tahun 2026

UKPBJ Kabupaten Jeneponto Sosialisasikan RUP Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Desa Tahun 2026



BANGKALA BARAT, penaxpose.com – Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Jeneponto melaksanakan Sosialisasi Rencana Umum Pengadaan (RUP) Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Desa Tahun 2026, pada Senin, 2 Februari 2026, di Kecamatan Bangkala Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 mengenai Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Maskur, S.Ag., M.H., CGCAE, yang sekaligus menyampaikan materi kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah. Turut menjadi narasumber Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Jeneponto, Paisal Abdul Malik, S.E., M.Si, didampingi oleh para pelaku pengadaan dari UKPBJ Kabupaten Jeneponto.

Dalam kegiatan ini disampaikan pentingnya perencanaan pengadaan yang matang, transparan, dan akuntabel sebagai kunci percepatan pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

PJ Sekda Jeneponto Maskur menegaskan bahwa sosialisasi RUP menjadi langkah strategis dalam mendukung efektivitas pembangunan daerah.

“Perencanaan pengadaan yang baik akan mempercepat proses pelaksanaan program pemerintah, meningkatkan akuntabilitas, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Adapun tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong percepatan proses pengadaan barang/jasa pemerintah, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, sejalan dengan visi pembangunan daerah “Jeneponto Bahagia.”

Selain itu, sosialisasi ini juga menekankan peran penting Pemerintah Desa dan Kelurahan untuk memaksimalkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta melibatkan kelompok masyarakat lokal agar dapat berpartisipasi langsung dalam proses pengadaan di tingkat desa dan kelurahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait perencanaan pengadaan barang/jasa, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

#JenepontoBahagia
Imran Jaya

Mengetuk Pintu Hati, Unit Sosial Kecamatan Binamu Ajak Warga Bantu Pengobatan Manggaungi

Mengetuk Pintu Hati, Unit Sosial Kecamatan Binamu Ajak Warga Bantu Pengobatan Manggaungi

Jeneponto, penaxpose.com | Jumat, 30 Januari 2026

Di balik hiruk-pikuk aktivitas keseharian, duka tengah menyelimuti keluarga Manggaungi, seorang warga Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Saat ini, beliau terbaring lemah dan tengah menjalani perawatan intensif di RS Lanto Dg Pasewang, Kabupaten Jeneponto.

Kondisi kesehatan yang dialami Manggaungi menuntut penanganan medis berkelanjutan. Di tengah keterbatasan, keluarga membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan yang diperkirakan mencapai Rp20.000.000,-

Melihat kondisi tersebut, Unit Sosial Kecamatan Binamu menginisiasi open donasi dan mengajak para muhsinin serta masyarakat luas untuk bersama-sama berbagi rezeki dan kepedulian.

“Setiap infak yang diberikan, sekecil apa pun nilainya, sangat berarti bagi kesembuhan beliau. Semoga menjadi amal jariyah dan dibalas Allah SWT dengan keberkahan yang berlipat,” demikian ajakan yang disampaikan Unit Sosial Kecamatan Binamu.

Bagi umat yang beriman, membantu sesama yang sedang diuji sakit bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di saat Bapak Manggaungi terbaring dengan harapan kesembuhan, uluran tangan para dermawan menjadi cahaya harapan yang sangat dinantikan.

Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi:

Rekening Donasi:
BRI – Unit Sosial dan Kesehatan
No. Rekening: 025201015583535

Kontak Konfirmasi:
📞 0823-9666-2413

Unit Sosial Kecamatan Binamu menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh pihak yang telah dan akan membantu. Semoga setiap rupiah yang diinfakkan menjadi sebab diringankannya langkah kita di dunia dan akhirat.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan rezeki kepada kita semua,” demikian penutup ajakan tersebut.

#JenepontoBahagia
(Imran Jaya)

Menakar Figur Publik Calon Kepala Desa Sapanang

Menakar Figur Publik Calon Kepala Desa Sapanang

 


JENEPONTO, penaxpose.com | Menjelang Pemilihan Kepala Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, sejumlah figur publik mulai mencuri perhatian masyarakat. Munculnya para bakal calon kepala desa menandai semakin dinamisnya kontestasi politik tingkat desa, yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin berkualitas dan berpihak pada kepentingan warga.

Beberapa figur yang digadang-gadang maju dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Rekam jejak pengabdian, kedekatan dengan masyarakat, serta kemampuan manajerial menjadi indikator penting yang kini menjadi perhatian warga Desa Sapanang.

Tokoh masyarakat setempat menilai bahwa sosok kepala desa ideal bukan hanya populer, tetapi juga memiliki integritasvisi pembangunan yang jelas, serta kemampuan merangkul seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap pemimpin desa ke depan benar-benar memahami kebutuhan warga dan mampu membawa perubahan nyata bagi Desa Sapanang,” ujar salah seorang warga.

Selain faktor popularitas dan kedekatan sosial, latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi turut menjadi pertimbangan penting. Di tengah tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks, kepala desa dituntut mampu mengelola anggaran secara transparan, mendorong partisipasi masyarakat, serta menjalin sinergi dengan pemerintah daerah.

Masyarakat Desa Sapanang diharapkan semakin cerdas dan kritis dalam menentukan pilihan, dengan menilai setiap figur calon kepala desa secara objektif, bukan semata berdasarkan kedekatan personal atau janji politik sesaat.

Pemilihan kepala desa bukan sekadar agenda politik lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan Desa Sapanang ke depan.

#JenepontoBahagia
Humas Pemda Jeneponto

Dari Sertijab Kapolres, HUT RSUD Lanto Daeng Pasewang hingga MTQ Kabupaten, Bupati Jeneponto Tuntaskan Agenda Strategis Sehari Penuh

Dari Sertijab Kapolres, HUT RSUD Lanto Daeng Pasewang hingga MTQ Kabupaten, Bupati Jeneponto Tuntaskan Agenda Strategis Sehari Penuh
Bupati Jeneponto hadiri HUT RS Lanto Daeng Pasewang

Jeneponto — Komitmen menjaga stabilitas daerah dan pelayanan publik kembali ditunjukkan H. Paris Yasir, S.E., M.M. melalui rangkaian agenda strategis yang dijalani dalam satu hari penuh, Rabu (21/1/2026). Dalam sehari, Bupati Jeneponto menghadiri tiga kegiatan penting di lokasi berbeda, mencakup sektor keamanan, kesehatan, dan penguatan nilai keagamaan masyarakat.

Agenda diawali dengan kehadiran Bupati pada serah terima jabatan Kapolres Jeneponto yang berlangsung di Gedung Kalabirang. Momentum tersebut menjadi simbol estafet kepemimpinan di tubuh Polres Jeneponto sekaligus penegasan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dari sektor keamanan, agenda berlanjut ke bidang pelayanan kesehatan. Bupati Jeneponto menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 RSUD Lanto Daeng Pasewang, rumah sakit rujukan utama masyarakat Jeneponto. Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit yang dinilai konsisten meningkatkan kualitas layanan publik di bidang kesehatan.

Bupati Jeneponto dalam kegiatan Sertijab Kapolres

Tak berhenti di situ, pada malam harinya Bupati Jeneponto bersama Wakil Bupati bergeser ke Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, untuk menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Tingkat Kabupaten Jeneponto. Kegiatan religius tahunan ini dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WITA, usai pelaksanaan salat Isya berjamaah.

MTQ tingkat kabupaten tersebut diikuti peserta dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Jeneponto dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodim 1424 Jeneponto, Kapolres Jeneponto, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Desa Bulo-Bulo ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ di bawah koordinasi Camat Arungkeke Alamsyah, S.E., yang dikenal dengan sapaan Karaeng Jampu.

Pembukaan MTQ secara resmi oleh Bupati Jeneponto menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter religius masyarakat sebagai fondasi pembangunan sosial.

Bupati Jeneponto hadiri kegiatan Pembukaan MTQ

Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang aktif dan terukur, di mana penguatan keamanan, peningkatan layanan kesehatan, dan pembinaan kehidupan keagamaan dijalankan secara seimbang dan berkelanjutan dalam satu kesatuan agenda pembangunan daerah.

#JenepontoBahagia
Humas Pemda Jeneponto

Pemkab Jeneponto Gelar Lepas Sambut Kapolres Jeneponto

Pemkab Jeneponto Gelar Lepas Sambut Kapolres Jeneponto

Jeneponto, penaxpose.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto menggelar acara lepas sambut Kapolres Jeneponto dari AKBP Widi Setiawan, S.I.K., M.I.K. kepada AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H.. Kegiatan berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Rabu (21/1/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh H. Paris Yasir, S.E., M.M. bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, Wakil Bupati Jeneponto Islam Iskandar, S.H., M.H. beserta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto bersama istri, Dandim 1424 Jeneponto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Jeneponto, Ketua Pengadilan Agama Jeneponto, Kepala Rutan Jeneponto, para kepala OPD, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini menandai peralihan kepemimpinan Kapolres Jeneponto dari AKBP Widi Setiawan kepada AKBP Haryo Basuki. AKBP Widi Setiawan selanjutnya mendapat penugasan baru sebagai Kasubbaglog Setlem Sespim Lemdiklat Polri, sementara AKBP Haryo Basuki sebelumnya menjabat sebagai Kasubbiddal Bidkeu Mabes Polri.

Dalam sambutannya, Bupati Jeneponto menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada AKBP Widi Setiawan atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kapolres Jeneponto.

“Selama menjabat di Kabupaten Jeneponto, AKBP Widi Setiawan telah membuat masyarakat merasa aman dan bahagia. Banyak hal yang menginspirasi kami semua. Beliau dicintai masyarakat karena ketulusan dan kerja nyatanya,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan doa dan harapan agar AKBP Widi Setiawan senantiasa sukses dan amanah dalam mengemban tugas di tempat penugasan yang baru.

“Selamat bertugas di tempat yang baru, Pak Widi. Jangan lupakan kami di Jeneponto,” imbuhnya.

Kepada Kapolres Jeneponto yang baru, AKBP Haryo Basuki, Bupati menyampaikan gambaran kondisi riil daerah sebagai langkah awal memperkuat sinergi antara Polres Jeneponto dan Pemerintah Daerah dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.

“Selamat datang di Kabupaten Jeneponto, Pak Haryo. Mari kita bersinergi untuk kebahagiaan dan kemajuan Kabupaten Jeneponto,” lanjut Bupati.

Sementara itu, AKBP Widi Setiawan dalam sambutan perpisahannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat atas dukungan dan kerja sama selama masa tugasnya di Jeneponto.

Di kesempatan yang sama, AKBP Haryo Basuki menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program positif yang telah berjalan serta memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

#JenepontoBahagia
Humas Pemda Jeneponto

Imran Jaya, Kaperwil Pena X-Pose Sulsel Sambut Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, Dorong Sinergi Polisi–Media–Masyarakat

Imran Jaya, Kaperwil Pena X-Pose Sulsel Sambut Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, Dorong Sinergi Polisi–Media–Masyarakat

Jeneponto, penaxpose.com  — Kepala Perwakilan Wilayah Sulawesi Selatan Pena X-Pose, Imran Jaya, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kapolres Jeneponto yang baru, AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H., di Butta Turatea, Kabupaten Jeneponto.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan sekaligus harapan agar Kapolres Jeneponto yang baru dapat mengemban amanah dengan baik serta mampu mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang semakin kondusif di wilayah hukum Polres Jeneponto.

“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak AKBP Haryo Basuki di Butta Turatea. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh amanah serta menjalin sinergi yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Imran Jaya.

Ia juga berharap, di bawah kepemimpinan AKBP Haryo Basuki, hubungan kemitraan antara kepolisian, media, dan masyarakat dapat semakin diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Jeneponto.

Dengan sinergi yang solid tersebut, Imran Jaya optimistis Polres Jeneponto dapat terus meningkatkan pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

#jenepontobahagia
Humas Jeneponto

Kinerja Bupati Paris Yasir Tuai Apresiasi, PENA X-POSE Nilai Program Pro Rakyat Berjalan Efektif

Kinerja Bupati Paris Yasir Tuai Apresiasi, PENA X-POSE Nilai Program Pro Rakyat Berjalan Efektif

Jeneponto, penaxpose.com — Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Sulawesi Selatan media PENA X-POSE, Imran Jaya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE, MM, yang dinilai berhasil menunjukkan capaian positif di berbagai sektor pembangunan.

Menurut Imran Jaya, kepemimpinan H. Paris Yasir tercermin melalui sejumlah program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, baik di bidang pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, maupun peningkatan kesejahteraan sosial.

“Kami dari PENA X-POSE Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi kerja nyata Bupati Jeneponto H. Paris Yasir. Kinerjanya terlihat di berbagai sektor dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Imran Jaya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan Kabupaten Jeneponto. Nilai transparansi, komitmen, serta keberpihakan kepada kepentingan rakyat dinilai sebagai karakter kuat dalam kepemimpinan Bupati saat ini.

Imran Jaya berharap capaian positif tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga pembangunan di Kabupaten Jeneponto dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Semoga apa yang telah dicapai dapat terus dilanjutkan demi terwujudnya Jeneponto yang bahagia dan sejahtera,” pungkasnya.

#JenepontoBahagia

Imran Jaya
Kaperwil Sulawesi Selatan
Media PENA X-POSE

Bupati Jeneponto Sampaikan Duka Cita atas Musibah Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Bupati Jeneponto Sampaikan Duka Cita atas Musibah Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Jeneponto, penaXpose.com — Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE, MM, mewakili Pemerintah Kabupaten Jeneponto, menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.

Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Jeneponto, Bupati Jeneponto menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban. Doa dan simpati turut dipanjatkan agar seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.


Bupati Jeneponto juga berharap agar proses penanganan, pencarian, dan investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang dapat berjalan lancar, aman, dan optimal, serta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto turut mendoakan agar situasi dapat segera tertangani dengan baik dan seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Humas Pemkab Jeneponto
#JenepontoBahagia
Imran Jaya

Bupati Jeneponto Hadiri Peringatan Isra Mi’raj dan Resmikan Masjid Asmaul Husna di Kelara

Bupati Jeneponto Hadiri Peringatan Isra Mi’raj dan Resmikan Masjid Asmaul Husna di Kelara


Jeneponto, penaXpose.com – Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE, MM, menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Peresmian Masjid Asmaul Husna, bertempat di Pa’borongan, Kelurahan Tolo’ Barat, Kecamatan Kelara, pada Jumat.

Peresmian Masjid Asmaul Husna ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Jeneponto sebagai simbol bahwa masjid tersebut telah resmi digunakan sebagai sarana ibadah dan pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jeneponto juga melaksanakan Sholat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Asmaul Husna. Momentum ini menjadi wujud nyata kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keislaman serta ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Bupati Jeneponto berharap agar masyarakat dapat menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat untuk terus meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta memakmurkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan moral generasi ke depan.

“Masjid yang makmur, insyaallah masyarakatnya juga ikut makmur—bukan hanya bangunannya yang megah, tetapi juga akhlak dan kehidupan sosialnya,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat religius serta komitmen bersama dalam membangun masyarakat Jeneponto yang beriman, berakhlak, dan sejahtera.

#JenepontoBahagia
Imran Jaya

Gaya Kepemimpinan Paris Yasir Dinilai Dekat dan Aspiratif oleh Masyarakat Jeneponto

Gaya Kepemimpinan Paris Yasir Dinilai Dekat dan Aspiratif oleh Masyarakat Jeneponto

Jeneponto, Sulawesi Selatan | penaxpose.com – Sejak resmi menjabat sebagai Bupati Kabupaten Jeneponto, H. Paris Yasir, S.E., M.M. dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif turun langsung ke masyarakat serta mengedepankan komunikasi terbuka dalam menyampaikan kebijakan publik.

Bupati yang Dekat dengan Rakyat

Paris Yasir menempatkan komunikasi dengan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama dalam kepemimpinannya. Ia kerap hadir di tengah warga, baik dalam agenda formal pemerintahan maupun kegiatan sosial dan keagamaan. Sejumlah kegiatan yang dihadiri antara lain peringatan Hari Sumpah Pemuda, pelaksanaan program pangan murah, hingga peresmian berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam setiap kesempatan tersebut, Paris Yasir tidak hanya hadir sebagai pejabat pemerintah, tetapi juga aktif berdialog dan menyampaikan pesan secara langsung kepada masyarakat. Pendekatan ini menciptakan suasana yang dialogis dan partisipatif, sehingga warga merasa aspirasi mereka didengar dan diperhatikan.

Pendekatan Komunikatif dan Partisipatif

Dikenal dengan gaya komunikasi yang terbuka dan inklusif, Bupati Paris Yasir berupaya mendengarkan kebutuhan riil masyarakat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah. Hal ini tercermin dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), di mana ia memberikan ruang seluas-luasnya kepada tim penyusun dan para pemangku kepentingan untuk menyampaikan pandangan dan masukan.

Komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui program-program yang berdampak langsung, seperti bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu serta gerakan pangan murah menjelang hari besar keagamaan. Program tersebut dinilai mampu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran pemerintah di tengah kehidupan warga sehari-hari.

Pembelajaran dalam Komunikasi Publik

Meski dikenal dekat dengan masyarakat, Paris Yasir sempat menjadi sorotan publik akibat sebuah insiden yang viral di ruang publik usai pelantikan. Peristiwa tersebut kemudian dijadikan pembelajaran penting terkait pengendalian emosi dan etika komunikasi seorang pemimpin di ruang publik. Insiden itu ditangani secara internal dan menjadi refleksi dalam memperbaiki pendekatan komunikasi ke depan.

Penilaian Masyarakat

Secara umum, gaya kepemimpinan Bupati H. Paris Yasir dalam berinteraksi dengan publik dinilai partisipatif, terbuka, dan berorientasi pada aspirasi rakyat. Kehadirannya secara langsung dalam berbagai kegiatan publik, dialog terbuka, serta kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dinilai mampu memperkuat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan warga.

Dengan pendekatan komunikatif dan pro-rakyat tersebut, banyak masyarakat menilai kepemimpinan Paris Yasir sebagai representasi kebijakan yang dekat, aspiratif, dan berpihak pada kesejahteraan warga Jeneponto.

#JenepontoBahagia
(Imran Jaya)

Bupati Jeneponto Pantau Pemerataan Halaman Kantor Dekranasda di Kecamatan Binamu

Bupati Jeneponto Pantau Pemerataan Halaman Kantor Dekranasda di Kecamatan Binamu

Jeneponto, penaXpose.com Bupati Jeneponto bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jeneponto melakukan pemantauan langsung terhadap kegiatan pemerataan halaman Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang berlokasi di pusat Kota Jeneponto, Kecamatan Binamu, pada Rabu (14/1/2026).

Kegiatan pemerataan halaman tersebut merupakan bagian dari upaya penataan lingkungan perkantoran agar terlihat lebih rapi, nyaman, dan representatif sebagai pusat aktivitas Dekranasda Kabupaten Jeneponto. Penataan ini juga diharapkan dapat menunjang keindahan tata kota serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berkunjung.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jeneponto menegaskan pentingnya penataan fasilitas publik secara berkelanjutan guna mendukung pelayanan yang optimal sekaligus menciptakan wajah kota yang bersih dan tertata. Ia menginstruksikan kepada jajaran terkait agar pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara maksimal, tepat waktu, serta memperhatikan kualitas hasil.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto, lanjutnya, terus berkomitmen melakukan pembenahan infrastruktur dan lingkungan perkotaan sebagai bagian dari program pembangunan daerah tahun 2026, demi terwujudnya Jeneponto yang lebih maju, tertata, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

#JenepontoBahagia
(Imran)

Bupati Jeneponto Pimpin Rakor Teknis Pemutakhiran Data Kependudukan

Bupati Jeneponto Pimpin Rakor Teknis Pemutakhiran Data Kependudukan

Jeneponto, penaXpose.com – Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE, MM memimpin Rapat Koordinasi Teknis Pemutakhiran Data Kependudukan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mewujudkan data kependudukan yang akurat, valid, dan mutakhir sebagai dasar perencanaan serta pelaksanaan kebijakan pembangunan daerah.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan Dinas Sosial, Plt. Kepala Dinas Perikanan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Asisten I dan Asisten III Setda Jeneponto, serta seluruh Camat se-Kabupaten Jeneponto.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pemutakhiran data kependudukan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat desa dan dusun. Menurutnya, data kependudukan menjadi fondasi utama dalam mendukung perencanaan pembangunan, penyaluran program, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Bupati juga menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi data secara menyeluruh agar data yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, serta dikelola melalui sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan salah satu kecamatan sebagai pilot project pelaksanaan validasi data kependudukan terpadu. Program ini diharapkan dapat diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.

Melalui rapat koordinasi teknis ini, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan satu data kependudukan yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan, sebagai dasar kebijakan publik yang tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

#Jeneponto bahagia 

Imran

Bupati Jeneponto Hadiri Peringatan HUT ke-65 Bank Sulselbar Cabang Jeneponto

Bupati Jeneponto Hadiri Peringatan HUT ke-65 Bank Sulselbar Cabang Jeneponto

Jeneponto, penaXpose.com – Bupati Jeneponto menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank Sulselbar Cabang Jeneponto yang digelar di Kantor Cabang Bank Sulselbar Jeneponto, Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri jajaran pimpinan dan pegawai Bank Sulselbar, unsur pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya.

Peringatan HUT ke-65 ini ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan kontribusi Bank Sulselbar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Jeneponto. Suasana perayaan semakin semarak dengan kebersamaan keluarga besar Bank Sulselbar yang mengenakan seragam bernuansa hijau-kuning khas perayaan.

Dalam sambutannya, Bupati Jeneponto menyampaikan apresiasi atas peran strategis Bank Sulselbar sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan, penguatan sektor UMKM, serta peningkatan layanan keuangan yang inklusif bagi masyarakat. Ia berharap Bank Sulselbar terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat Jeneponto.


Rangkaian kegiatan HUT ke-65 juga dirangkaikan dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan karyawan. Layanan ini meliputi pemeriksaan dasar kesehatan sebagai bentuk kepedulian sosial serta komitmen Bank Sulselbar terhadap kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Jeneponto menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Momentum HUT ke-65 ini diharapkan menjadi semangat baru untuk terus tumbuh, bersinergi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Dengan mengusung semangat kebersamaan dan pelayanan, peringatan HUT ke-65 Bank Sulselbar Cabang Jeneponto menjadi wujud komitmen bank daerah dalam melayani masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Jeneponto.

#JenepontoBahagia
Imran

Dukungan Warga Terus Mengalir, Kepemimpinan Bupati Jeneponto H. Paris Yasir Dinilai Hadirkan Perubahan Nyata

Dukungan Warga Terus Mengalir, Kepemimpinan Bupati Jeneponto H. Paris Yasir Dinilai Hadirkan Perubahan Nyata

Jeneponto, penaXpose.com — Dukungan masyarakat Kabupaten Jeneponto terhadap kepemimpinan Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE., MM terus mengalir. Hal ini terlihat dari berbagai capaian pembangunan dan program kerja pemerintah daerah yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah sektor.

Sejak memimpin Jeneponto, Bupati H. Paris Yasir dinilai konsisten menghadirkan kerja nyata, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga perhatian terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program yang dijalankan disebut menyentuh kebutuhan dasar warga.

Sejumlah tokoh masyarakat turut menyampaikan apresiasi atas komitmen dan gaya kepemimpinan Bupati Jeneponto yang dinilai responsif serta terbuka terhadap aspirasi rakyat. Mereka menilai kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Selama kepemimpinan beliau, kami melihat perubahan yang nyata. Program pembangunan berjalan dan masyarakat mulai merasakan manfaatnya,” ungkap salah seorang warga Jeneponto.

Sementara itu, Bupati H. Paris Yasir menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi motivasi bagi dirinya dan jajaran pemerintah daerah untuk terus bekerja secara maksimal. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Jeneponto yang lebih maju dan sejahtera.

Dengan berbagai capaian yang telah ditorehkan, kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE., MM diperkirakan akan terus menguat seiring berjalannya program pembangunan di daerah tersebut.

Jeneponto Bahagia
Imran Jaya

Yayasan Misi Tabur Tuai Gandeng Warga Tolikara Perkuat Usaha Ternak Berbasis Adat

Yayasan Misi Tabur Tuai Gandeng Warga Tolikara Perkuat Usaha Ternak Berbasis Adat

Wamena, penaxpose.com | Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua kembali dilakukan melalui pendekatan berbasis budaya dan potensi lokal. Yayasan Misi Tabur Tuai menggelar Pelatihan Usaha Ternak Babi pada Rabu, 18 Juni 2025, di Wamena, yang diikuti oleh perwakilan masyarakat dari lima distrik di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Kelima distrik yang menjadi sasaran utama kegiatan ini adalah Distrik Poganeri, Yuneri, Tagineri, Danime, dan Yuko. Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari misi jangka panjang yayasan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat adat Papua melalui pengembangan peternakan berbasis kearifan lokal.

"Kami menyadari bahwa masyarakat Tolikara memiliki tradisi dan pengetahuan lokal dalam memelihara ternak, khususnya babi. Maka, yang kami lakukan adalah memperkuat dan memodernisasi praktik-praktik tersebut agar lebih produktif, berkelanjutan, dan berdampak ekonomi," ujar Elisabet 'Mifa' Kogoya, Ketua Yayasan Misi Tabur Tuai, saat memberikan sambutan pembukaan.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan dua narasumber utama yang telah berpengalaman dalam bidang peternakan, yaitu Nikson Wenda dan Diles Kogoya. Keduanya memfokuskan materi pada tiga aspek penting:

1. Perancangan dan pembangunan kandang sehat, yang sesuai dengan iklim dan kontur wilayah pegunungan,

2. Pengolahan pakan berbasis sumber daya lokal, seperti dedaunan hutan, umbi-umbian, dan limbah sayur,

3. Manajemen limbah ternak, agar tidak mencemari lingkungan dan bahkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik.

Metode pelatihan menggabungkan pendekatan teori dan praktik langsung, dengan simulasi pengukuran kandang dan pencampuran pakan. Para peserta berasal dari kelompok masyarakat, pemuda gereja, hingga tokoh adat yang berperan aktif dalam komunitas.

Dalam konteks sosial budaya Papua, terutama di wilayah Pegunungan Tengah, ternak babi memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai adat. Babi digunakan dalam berbagai kegiatan tradisional seperti pesta adat, pernikahan, upacara kelahiran, dan bakar batu. Oleh sebab itu, pelatihan ini juga diarahkan tidak hanya untuk menciptakan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian budaya setempat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tolikara Tahun 2024, lebih dari 65% rumah tangga di wilayah pedalaman masih memelihara babi sebagai bentuk tabungan hidup dan kekayaan keluarga.

Namun, keterbatasan pengetahuan teknis dan buruknya manajemen pakan serta kandang menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas.

Yayasan Misi Tabur Tuai mencoba menjawab tantangan ini melalui pendekatan komunitas dan pelatihan berbasis praktik langsung. Pelatihan juga menekankan pentingnya sanitasi dan pengendalian penyakit ternak untuk menekan tingkat kematian babi yang selama ini cukup tinggi di beberapa distrik.

Kegiatan pelatihan ini turut mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 tentang Kewenangan Khusus Daerah Provinsi Papua dalam Penyelenggaraan Otonomi Khusus, khususnya pada sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat adat. Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui program berbasis komunitas.

Lebih lanjut, pelatihan ini juga menjawab amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, yang menegaskan bahwa pembangunan di Papua harus berbasis pada penghormatan terhadap adat istiadat, partisipasi masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Usai pelatihan, para peserta diharapkan dapat menjadi pelopor peternakan babi di distrik masing-masing. Yayasan Misi Tabur Tuai juga menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan lanjutan, termasuk membangun jaringan kerja sama dengan penyuluh peternakan, gereja, serta dinas-dinas terkait di lingkup Kabupaten Tolikara dan Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami percaya pembangunan Papua harus dimulai dari kampung-kampung. Jika ekonomi masyarakat kampung bangkit, maka seluruh wilayah akan bergerak,” pungkas Elisabet Kogoya.

Yayasan Misi Tabur Tuai juga mengajak pemerintah kabupaten dan pihak swasta untuk ikut serta mendukung program serupa sebagai bentuk investasi sosial jangka panjang yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat Papua.

(Emy) 

Pemkab Jayawijaya Kukuhkan TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Periode 2025–2030

Pemkab Jayawijaya Kukuhkan TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Periode 2025–2030

Wamena, penaxpose.com - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya secara resmi mengukuhkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jayawijaya periode 2025–2030, serta Tim Pembina Posyandu periode 2025–2029. Prosesi pengukuhan digelar di Hotel Balim, Wamena, Kamis (5/6/2025), dan dihadiri jajaran pimpinan daerah serta para tokoh perempuan dari berbagai distrik.

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. Idawati Murip Waromi, didampingi Wakil Ketua TP PKK. Hadir dalam acara tersebut Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP., M.KP. Keduanya menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peran strategis perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ny. Idawati menyampaikan bahwa TP PKK Jayawijaya akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor, terutama dalam program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Fokus utama meliputi kesehatan keluarga, pendidikan anak usia dini, serta pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga.

”TP PKK bukan hanya pelengkap dalam pembangunan, tetapi garda terdepan dalam membentuk keluarga tangguh, sehat, dan mandiri. Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi tercapainya kesejahteraan bersama,” ujar Idawati.

Bupati Jayawijaya menambahkan, keberadaan TP PKK dan kader Posyandu memiliki peran sentral dalam memperkuat struktur sosial dan pelayanan publik di tingkat kampung. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan yang berbasis komunitas.

”Peran ibu-ibu PKK dan kader Posyandu sangat signifikan, terutama dalam menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Pemerintah akan terus mendukung penguatan kapasitas dan fasilitas yang dibutuhkan,” kata Atenius.

Acara pengukuhan juga diisi dengan penandatanganan berita acara, penyematan tanda jabatan kepada pengurus baru, serta pertunjukan seni budaya lokal sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Papua Pegunungan.

Tim Pembina Posyandu yang baru diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dengan puskesmas, tenaga kesehatan, serta masyarakat untuk menekan angka stunting dan meningkatkan gizi anak-anak, terutama di wilayah dengan akses terbatas.

Setelah pengukuhan, TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jayawijaya akan menyusun rencana kerja prioritas yang berbasis data dan kebutuhan lokal. Pendekatan partisipatif yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, serta unsur masyarakat lainnya akan menjadi bagian dari strategi pelaksanaan program di tingkat distrik dan kampung. (Emy)