Babinsa Jembatan Lima Ajak Warga dan PPSU Laksanakan Karya Bakti, Wujud Nyata Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan

Babinsa Jembatan Lima Ajak Warga dan PPSU Laksanakan Karya Bakti, Wujud Nyata Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan

Kodam JayaJakarta Barat — Dalam rangka mencegah potensi munculnya wabah penyakit akibat lingkungan yang kotor, Babinsa Kelurahan Jembatan Lima, Serka Rodanih, memimpin kegiatan Karya Bakti di wilayah binaannya pada Senin pagi (19/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.48 WIB ini digelar di Jalan KH Moch Mansyur, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Dalam kegiatan tersebut, Serka Rodanih berkolaborasi dengan enam personel PPSU yang dipimpin Bapak Muksin, serta seorang warga perwakilan masyarakat, Bapak Ahmad.

Dalam arahannya sebelum memulai kegiatan, Serka Rodanih menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu bentuk pencegahan dini terhadap penyebaran penyakit. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing.

"Lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab petugas, tapi kewajiban bersama. Dengan bergotong royong, kita bisa mencegah munculnya penyakit dan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua," ujar Serka Rodanih.

Kegiatan karya bakti ini meliputi penyapuan jalan, pengangkatan sampah, dan pembuangan sampah ke tempat penampungan yang telah disediakan. Seluruh kegiatan menggunakan peralatan sederhana seperti sapu, pengki, karung, dan gerobak sampah.

Kegiatan selesai pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Muksin, selaku koordinator PPSU Kelurahan Jembatan Lima, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kebersihan.

"Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Kegiatan ini menunjukkan sinergi nyata antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," ujarnya.

Sementara itu, Ahmad sebagai perwakilan warga turut menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Semoga karya bakti seperti ini bisa menjadi kegiatan rutin. Selain lingkungan bersih, kebersamaan antara warga dan TNI juga semakin kuat," ucapnya.

Melalui kegiatan ini, Babinsa Jembatan Lima kembali membuktikan bahwa TNI hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga aktif dan peduli terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.

(Pendim 0503/JB) 

Menjelang Hari H, Wury Tegaskan Aksi Ojol Harus Tertib dan Tanpa Kekerasan

Menjelang Hari H, Wury Tegaskan Aksi Ojol Harus Tertib dan Tanpa Kekerasan

Yogyakarta, penaxpose.comDi ambang pelaksanaan Hari H Aksi Kebangkitan Transportasi Online Indonesia, Wury, Ketua FOYB, dengan tegas menyampaikan pernyataan resmi sebagai panggilan untuk melaksanakan aksi yang damai dan tertib. Pesan yang disampaikan hadir untuk menjaga integritas aspirasi para peserta aksi ojek online, dan menghindari adanya penyusup, sehingga tuntutan akan keadilan dan kesejahteraan dapat tersampaikan melalui cara yang bermartabat dan penuh tanggung jawab (19/05/2025).

Wury mengimbau agar setiap langkah aksi selalu didasari oleh kedisiplinan dan saling menghormati. Beliau mengajak semua pihak agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang sopan dan tidak merusak. Pernyataan ini menegaskan bahwa perjuangan bukan sekadar tuntutan hak, melainkan juga upaya menjaga keharmonisan bersama melalui penerapan nilai kesopanan dan penghargaan terhadap hak setiap masyarakat. Setiap suara yang disuarakan diharapkan mencerminkan komitmen untuk menghasilkan perubahan yang positif.

Wury Rahmawati menambahkan “Panitia aksi telah menyusun pedoman yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta. Pedoman tersebut menekankan pentingnya penyampaian aspirasi dengan cara yang tertib dan terstruktur guna menjaga citra dan pesan yang ingin disampaikan. Selain itu, ditekankan pula penghormatan terhadap hak masyarakat luas serta penciptaan suasana aman dan tertib selama aksi berlangsung. Kewaspadaan terhadap setiap upaya provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab juga menjadi prinsip penting untuk menjaga kekompakan barisan peserta dalam menyuarakan aspirasi mereka.” imbuhnya. 

“Untuk menjaga kelancaran dan integritas aksi, panitia Aksi juga menegaskan larangan terhadap tindakan yang dapat merusak suasana perjuangan. Segala bentuk pembakaran dan perusakan fasilitas umum dianggap melemahkan pesan perjuangan, begitu pula dengan tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat. Larangan tersebut juga mencakup segala bentuk kekerasan maupun anarkisme. Setiap tindakan pelanggaran hukum selama rangkaian aksi jelas bukan cerminan dari nilai yang diusung oleh FOYB maupun PKJ. Karena itu, peserta diharapkan menjaga agar setiap rangkaian kegiatan tetap berada di jalur yang benar dan berlandaskan prinsip keadilan sosial yang tinggi.” tegasnya. []

Warga RW 03 Kelapa Dua Minta Kejelasan Dampak Pembangunan Gedung 7 Lantai oleh PT Recta Construction

Warga RW 03 Kelapa Dua Minta Kejelasan Dampak Pembangunan Gedung 7 Lantai oleh PT Recta Construction


Jakarta Barat, penaxpose.comWarga RW 03 Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menghadiri sosialisasi teknis pembangunan gedung 7 lantai yang digelar oleh manajemen PT Recta Construction, Minggu (18/5/2025) pukul 10.00 WIB. Sosialisasi berlangsung di lokasi proyek, Jalan E RT 001 RW 03 Kelapa Dua.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Manajer Proyek PT Recta Construction H. Fuad Bachtiar beserta Koordinator Keamanan Proyek Fauzie, Sekretaris Kelurahan Kelapa Dua Noveri Tauhid, Kasie Pemerintahan Akhmad Razavi, Ketua RW 03 Suhendar dan staf, LMK 03 H. Taufik, Babinsa Kelapa Dua Sertu Siswanto dan Serda Aris Budiman, Bimas Kelapa Dua Bripka Agus Sandi, Satgas Gulkarmat Anju Simon, Kasatpol PP Toto Suwarno, Ketua RT 001/03 Mahyani, perwakilan Yayasan Pendidikan Al Huda Ferry, FKDM Kelapa Dua, serta warga terdampak dari RT 001/03.

Dalam pemaparannya, manajemen PT Recta Construction menjelaskan bahwa pembangunan akan berlangsung selama 12 bulan dengan menggunakan pondasi tiang pancang hidrolik untuk meminimalisir getaran. Bangunan terdiri dari 7 lantai, termasuk basement dan area parkir di lantai 1, sedangkan lantai 2 hingga 6 akan difungsikan sebagai ruang perkantoran. Pembangunan akan menggunakan sumur bor sedalam 20 meter, dan kegiatan konstruksi direncanakan berlangsung setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB.

Sejumlah warga menyampaikan berbagai keberatan dan kekhawatiran terkait dampak proyek terhadap lingkungan sekitar. Pihak manajemen proyek mengaku akan menampung seluruh aspirasi warga, namun belum dapat memberikan keputusan langsung atas keluhan yang disampaikan.

Sekretaris Kelurahan Kelapa Dua, Noveri Tauhid menegaskan bahwa proyek tidak boleh dimulai sebelum adanya nota kesepakatan antara pemilik gedung dan warga terdampak.

"Harus dibuat berita acara kesepakatan agar tidak ada laporan warga melalui CRM akibat keberatan dampak proyek ini," ujarnya.

Senada dengan itu, Kasie Pemerintahan Kelapa Dua, Akhmad Razavi menyayangkan ketidakhadiran pemilik gedung dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, kehadiran pemilik sangat penting agar warga bisa menyampaikan langsung aspirasinya dan mendapatkan kejelasan.

Babinsa Kelapa Dua Serda Aris Budiman juga menyampaikan harapan agar pihak manajemen dapat menyerap tenaga kerja dari warga sekitar sebagai bentuk kearifan lokal dalam pelaksanaan proyek pembangunan tersebut.

Sementara itu, perwakilan FKDM Kelapa Dua Ahmad Hariyansyah mengingatkan manajemen proyek untuk memperhatikan kebersihan lingkungan saat proses pembangunan berlangsung.

"Kami berharap tidak terjadi tumpahan material di jalan saat keluar masuk mobil molen. Bila ada adukan coran yang tercecer, segera dibersihkan agar tidak menimbulkan kecelakaan. Begitu juga dengan truk pengangkut tanah, harus langsung dibersihkan jika ada tanah yang berjatuhan di jalan raya," tegasnya.

Sosialisasi berlangsung dalam suasana aman dan tertib, namun belum menghasilkan keputusan final. Pertemuan lanjutan akan dijadwalkan untuk membahas lebih lanjut solusi atas keluhan warga.

(Yansen) 

Babinsa Kelurahan Tambora Aktif Dampingi Siskamling, Wujudkan Keamanan Lingkungan Warga

Babinsa Kelurahan Tambora Aktif Dampingi Siskamling, Wujudkan Keamanan Lingkungan Warga

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Babinsa Kelurahan Tambora, Serda Candra G., menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah binaan dengan melaksanakan kegiatan Siskamling (Pam Swakarsa) bersama warga di Pos Blandongan, Jl. Tambora IV RT 08 RW 01, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu malam, 17 Mei 2025.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 22.00 WIB tersebut turut melibatkan unsur keamanan lingkungan seperti Ketua Kamtib, Toha, dan petugas Hansip, Agus, serta sejumlah warga setempat.

Dalam arahannya, Serda Candra G. mengimbau kepada para petugas jaga untuk selalu waspada, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap orang asing yang keluar masuk kawasan permukiman serta memperketat penjagaan di sekitar pos dan lingkungan warga.

"Jaga keamanan lingkungan dengan sistem patroli berkelompok (body system) setiap dua jam. Pastikan peralatan seperti tongkat, HT, dan HP siap digunakan. Jika ada hal mencurigakan, segera hubungi Babinsa, Bimas, atau RT/RW agar bisa cepat ditindaklanjuti," ujar Serda Candra.

Tak hanya memberikan arahan teknis, ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan pribadi saat bertugas. "Keselamatan diri dan rekan sesama petugas adalah prioritas. Tetap jaga kesehatan agar bisa menjalankan tugas dengan optimal dan terus memberikan rasa aman kepada warga," tambahnya.

Kegiatan Siskamling/Pam Swakarsa malam itu berjalan dengan tertib dan lancar, menunjukkan sinergi yang solid antara Babinsa, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan seperti ini mendapat apresiasi dari warga, yang merasa lebih aman dan terlindungi dengan adanya pembinaan serta pendampingan langsung dari aparat TNI di lingkungan mereka.

(Pendim 0503/JB) 

Babinsa Tanah Sereal Gelar Karya Bakti Antisipasi Pohon Tumbang dan Cegah Wabah Penyakit

Babinsa Tanah Sereal Gelar Karya Bakti Antisipasi Pohon Tumbang dan Cegah Wabah Penyakit

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Sabtu, 17 Mei 2025

Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi potensi pohon tumbang serta munculnya wabah penyakit, Babinsa Kelurahan Tanah Sereal, Serka Sarip H, bersama unsur terkait melaksanakan kegiatan Karya Bakti di wilayah Jl. Hanura Raya, RT 004/RW 015, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.10 WIB tersebut merupakan wujud kepedulian TNI, khususnya Koramil 02/Tambora, Kodim 0503/JB, terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Serka Sarip H didampingi oleh tiga personel PPSU Kelurahan Tanah Sereal yang dipimpin oleh Bapak Davit, serta seorang warga setempat bernama Bapak Suanarsa. Mereka bersama-sama membersihkan area sekitar jalan dari sampah dan ranting pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi pemotongan ranting pohon, penyapuan jalan, pengangkatan sampah, serta pembuangan sampah ke tempat penampungan. Berbagai peralatan seperti golok, sapu, pengki, karung, dan gerobak sampah turut digunakan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Serka Sarip H menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga sebagai upaya mencegah bencana kecil seperti pohon tumbang serta menjaga kesehatan masyarakat dari penyakit yang bersumber dari lingkungan kotor.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini pun disambut baik oleh warga, yang mengapresiasi keterlibatan aktif Babinsa dan instansi terkait dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan aman.

Karya Bakti ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan menjadi pemicu semangat gotong royong di tengah masyarakat.

(Pendim 0503/JB) 

Pendistribusian Royalti Musik Tradisi untuk Musisi Tradisional Nusantara

Pendistribusian Royalti Musik Tradisi untuk Musisi Tradisional Nusantara

Jakarta, penaxpose.com | Jumat, 16 Mei 2025 

Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Langgam Kreasi Budaya (LKB) yang dipimpin oleh Shatria Dharma Sumarsana siap memperjuangkan hak ekonomi para musisi tradisional Nusantara. LKB merupakan LMK yang fokus pada pencipta karya berbasis musik tradisi dan telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Hukum dan HAM RI sejak 2023, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

LMK LKB akan melakukan penagihan royalti kepada pengguna komersial atas karya cipta musik tradisi di seluruh Indonesia. "Penagihan ini penting agar para pencipta musik tradisional mendapatkan hak ekonomi mereka secara layak," ujar Aden, perwakilan LKB.

Musisi senior sekaligus tokoh musik nasional, Gilang Ramadhan, menyatakan bahwa langkah ini juga sejalan dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. "Pemajuan kebudayaan harus dilakukan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Itu semua memerlukan inventarisasi, duta budaya, serta penguatan ekosistem musik tradisi secara menyeluruh," tegasnya.

Menurut Gilang, keberadaan LMK LKB merupakan langkah nyata dalam menjalankan amanat undang-undang, khususnya untuk menjaga keutuhan musik tradisi di hilir maupun hulu. "Dibutuhkan perekaman karya yang diputar di ruang publik, pelibatan para pelaku musik, serta pemicu pengumpulan royalti pertunjukan dari hilir hingga ke hulu," tambahnya.

Sebagai bentuk penguatan langkah hukum, LMK LKB telah menandatangani kerja sama dengan Kantor Hukum Puguh Triwibowo & Rekan di Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pengumpulan hak-hak ekonomi para pencipta musik tradisi, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta.

(Red) 

Babinsa Tanah Sereal Aktif Pantau Harga Sembako, Wujud Nyata Kepedulian TNI Terhadap Kesejahteraan Warga

Babinsa Tanah Sereal Aktif Pantau Harga Sembako, Wujud Nyata Kepedulian TNI Terhadap Kesejahteraan Warga


Kodam JayaJakarta Barat Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang terus berubah, kehadiran Babinsa di pasar tradisional menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Hal ini terlihat dari kegiatan pemantauan harga sembako yang dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Tanah Sereal, Sertu Abdul Kadar, pada Jumat pagi, 16 Mei 2025.

Bertempat di Pasar Impres Jaya Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Sertu Abdul Kadar turun langsung ke lapangan untuk mendata harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Mulai dari harga beras, cabai, bawang, hingga daging dan minyak goreng, semua dicatat dengan teliti demi memberikan gambaran situasi riil di lapangan kepada pimpinan dan pemerintah daerah.

Langkah ini bukan hanya sekadar pendataan rutin, namun juga bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi lonjakan yang bisa membebani warga.

“Kami ingin memastikan bahwa harga-harga di pasar tetap dalam batas wajar dan terjangkau masyarakat. Jika ada lonjakan signifikan, kami bisa segera melaporkan ke pimpinan agar langkah-langkah antisipatif bisa diambil,” ujar Sertu Abdul Kadar.

Beberapa harga yang tercatat hari ini di antaranya:

  • Beras IR: Rp 14.000/Kg
  • Cabai Rawit: Rp 50.000/Kg
  • Bawang Merah: Rp 35.000/Kg
  • Telur Ayam: Rp 27.000/Kg
  • Daging Sapi: Rp 160.000/Kg
  • Minyak Goreng Kemasan: Rp 17.000/Kg

Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan warga di tingkat paling dasar.

Dengan kehadiran Babinsa yang rutin memantau kondisi pasar, diharapkan masyarakat merasa lebih tenang dan terbantu, serta memberikan data yang akurat untuk pengambilan kebijakan.

(Pendim 0503/JB)